Tari Kinang Kilaras adalah tarian tradisional yang berasal dari Betawi, Jakarta. Tarian ini menceritakan sebagaimana bahagianya wanita-wanita elok Betawi yang masih digambarkan di daerah Jakarta hingga saat ini. Kata Kinang Kilaras sendiri berasal dari dua kata yaitu kinang yang berarti nama tokoh betawi (mak kinang) dan kilaras yang berarti selaras. Tarian ini menggunakan iringan musik yang diambil dari lagu Petik Kelapa. Lagu tersebut kemudian diaransemen oleh Sudaryana yang merupakan seorang sarjana karawitan dengan warna komposisi musik kromong yang kuat. Tarian ini pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat pada tahun 2002 di pasar tonton, lalu berkembang sebagai bentuk apresiasi masyarakat. Tarian ini tentunya belum lama menjadi tarian tradisional Indonesia, namun tarian ini sudah cukup banyak dikembangkan di berbagai daerah di Nusantara. Pijakan dalam tarian Kinang kilaras ini dikembangkan dari campuran gerakan tarian topeng dan cokek. Beberapa ragam gerak yang...
Budaya kerokan sudah ada sejak zaman kerajaan dahulu. Kerokan berasal dari kata bahasa Jawa yaitu kerok yang berarti garuk. Bahkan,raja-raja dan petinggi kerajaan Nusantara banyak yang melakukan terapi ini untuk kesehatan. Kerokan adalah sebuah terapi pengobatan alternatif untuk mengatasi gejala masuk angin dengan metode menggaruk sambil menekan bagian permukaan kulit menggunakan minyak dan benda tumpul seperti uang logam sebagai alat pengerok, yang selanjutnya menyebabkan guratan merah pada kulit. Semakin merah dan gelap tanda guratannya menandakan "angin" yang terdapat didalam tubuh sudah keluar. Pengobatan tradisional ini kebanyakan menggunakan semacam benda tumpul seperti koin, batu giok, gundu, potongan jahe, potongan bawang, atau benda tumpul lainnya yang digunakan untuk menggosok bagian punggung. Selain benda tumpul tadi, pengobatan kerokan ini juga menggunakan cairan licin seperti minyak telon, minyak kelapa, atau lotion. Cairan licin ini digunakan agar tidak terjadi iritas...
Gambar 1. Ornamen Gigi Balang pada lisplang rumah adat Betawi Sumber: jakarta-tourism.go.id Kota Jakarta dipenuhi dengan beragam seni dan kebudayaan Betawi yang sarat akan makna dan filosofi. Hal ini tentunya juga tidak terlepas dari peran para pendatang di Jakarta yang turut mempengaruhi kekayaan seni dan budaya Betawi, baik dalam bidang musik, pertunjukan, makanan dan minuman, maupun arsitektur, yakni rumah adat Betawi. Pada rumah adat Betawi, kita akan menjumpai beragam ornamen, dengan berbagai warna maupun bentuk. Salah satu ornamen yang sering dijumpai pada rumah adat Betawi adalah Gigi Balang. Ornamen yang menghiasi lisplang pada rumah-rumah Betawi ini terbuat dari kayu yang dipotong membentuk lubang bulat dan ujung yang runcing pada salah satu sisinya. Tidak hanya sebagai hiasan belaka, gigi balang memiliki makna yang mendalam. Ornamen berbentuk segitiga berjajar yang menyerupai gigi belalang yang melambangkan sikap hidup belalang, yakni selalu jujur, ra...
Rumah adat Betawi sendiri terbagi menjadi tiga jenis menurut tata ruang dan bentuk bangunannya yaitu rumah Gudang, rumah Joglo, dan rumah Bapang atau yang lebih dikenal dengan rumah Kebaya. Tata letak ketiga rumah itu hampir sama, terdiri dari ruang depan (serambi depan), ruang tengah (ruang dalam), dan ruang belakang. Pada rumah gudang, ruang belakang secara abstrak berbaur dengan ruang tengah dari rumah sehingga terkesan hanya terbagi dalam dua ruang, ruang depan dan tengah. Bentuk ukiran pada rumah-rumah Betawi berbentuk sederhana dengan motif-motif geometris seperti titik, segi empat, belah ketupat, segi tiga, lengkung, setengah bulatan, bulatan, dan sebagainya. Ukiran biasanya diletakkan pada lubang angin, kusen, daun pintu atau jendela, dan tiang yang tidak tertutup dinding. Ukiran Tapak Dara Masyarakat Betawi dikenal pandai bercocok tanam. Di halaman rumah mereka selalu asri dengan tanaman mulai dari tanaman hias, buah, sayur, hingga obat-obatan. Dahulu, mereka memanfaatk...
Permainan tradisional "Tangkreb" ini banyak ditemukan di wilayah Jakarta Utara yang daerahnya banyak mengandung tanah pasir, khususnya di Kampung Bendungan Melayu, Tugu, Koja, Jakarta Utara (pada zaman itu). Tangkrep berarti telungkup. Pemain minimal 2 orang tetapi biasanya bisa mencapai 7-10 orang. Peralatannya berupa potongan lidi dan pasir. Permainan ini di Jakarta Selatan disebut Rurub. Hanya di dalam permainan Rurub menggunakan peralatan uang gobang (sejenis uang logam) sedangkan di dalam permainan Tangkreb digunakan sebatang lidi dengan ukuran panjang antara 1-3 cm. Biasanya dilakukan di waktu senggang, tidak terikat pada peristiwa sosial tertentu dan tidak ada pantangan. Saya sebagia pribadi memang tidak pernah memainkan permainan ini. Tetapi ibu saya pertama memainkan permainan ini waktu beliau masih duduk di bangku SMP. Ketika ingin bermain, biasanya ibu saya dan teman-temannya mencari sebidang tanah yang...
Soto Betawi adalah soto yang berbahan dasar daging sapi yang dipadu dengan kuah berbahan santan. Sesuai namanya, Soto Betawi merupakan warisan budaya betawi yang merupakan suku asli provinsi DKI Jakarta. Biasanya makanan ini cocok disajikan dengan nasi dan emping. Yap emping, makanan ringan menyerupai keripik yang berbahan dasar melinjo. Awal mulanya, Soto Betawi dikenal mulain tahun 1977. Pada tahun tersebut, ada seorang pedagang soto yang menamai dagangannya dengan “Soto Betawi”. Namun saat ini, Soto Betawi sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Karena makanan tersebut sudah tersebar luas di seluruh wilayah Nusantara. Soto Betawi adalah soto yang berbahan dasar daging sapi yang dipadu dengan kuah berbahan santan. Sesuai namanya, Soto Betawi merupakan warisan budaya betawi yang merupakan suku asli provinsi DKI Jakarta. Biasanya makanan ini cocok disajikan dengan nasi dan emping. Yap emping, makanan ringan menyerupai keripik yang berbahan das...
Betawi atau lebih sering dikenal DKI Jakarta merupakan salah satu pusat pemerintahan negara kita tercinta, Indonesia. Ternyata, tidak hanya itu ciri khas Betawi lho! Betawi juga memiliki banyak kebudayaan yang spesial jika dibandingkan dengan daerah atau negara lain. Salah satunya adalah Rumah Kebaya. Apa itu Rumah Kebaya? Rumah Kebaya merupakan rumah adat suku Betawi. Rumah adat ini memiliki atap yang cukup unik. Atapnya menyerupai pelana yang dilipat dan apabila dilihat dari samping maka lipatan ini terlihat seperti lipatan kebaya. Bentuknya yang tak lazim akhirnya dijadikan ide untuk menamai rumah adat satu ini yaitu "Rumah Kebaya". Adapun ciri khas lain dari rumah adat ini. Rumah Kebaya memiliki teras yang luas bertujuan untuk menjamu tamu sekaligus menjadi tempat bersantai bagi keluarga. Dinding rumahnya terbuat dari panel-panel yang dapat dibuka dan digeser, bertujuan untuk memberi kesan luas pada rumah ini. Pada jaman dahulu, masyarakat betawi membuatsumur d...
Ondel-ondel merupakan pertunjukan dari Jakarta yang sering ditampilkan di jalan-jalan untuk menghibur warga. Ondel-ondel biasa diiringi musik gambang kromong. Ondel ondel selalu berpasangan yaitu laki-laki dan perempuan. Boneka ondel-ondel tingginya kurang lebih 2m dan menggunakan baju adat betawi. Boneka yang laki-laki mukanya berwarna merah dan pakaiannya berwarna gelap sedangkan yang perempuan mukanya berwarna putih dengan pakaian berwarna terang. Ondel-ondel diisi oleh satu orang yang dapat menggerakkan boneka sambil berjalan keliling kota. Pertunjukan ini biasa ditemukan di pusat-pusat kota yang ramai. Biasanya di Jakarta ondel-ondel dijadikan sarana untuk mencari nafkah.
Kebaya Encim Kebaya Encim merupakan salah satu pakaian adat Betawi. Kebaya ini biasa digunakan oleh nyai-nyai/ibu-ibu Betawi kalangan masyarakat atas/mampu dikarenakan harganya yang cukup mahal. Kebaya encim ini dipakai pada waktu-waktu tertentu saja, seperti pada saat ada pernikahan, hari Raya, dan pada saat berkabung. Warna-warna kain dari kebaya encim ini berwarna cerah, seperti merah, kuning, hijau, dan orange. Seperti yang bisa kita lihat pada acara Abang-none Jakarta , para None memakai kebaya encim berwarna cerah. #OSKMITB2018