Upaya mempercantik diri agar tampil lebih sempurna, digemari oleh setiap wanita sejak zaman lampau. Tradisi inipun dikenal pula oleh wanita - wanita Sumbawa. Seperti adanya tradisi "rapancar" sebagai salah satu kelengkapan tata rias (memerahkan kuku jari tangan) Rapancar sering dilakukan oleh para gadis ataupun ibu - ibu terutama menjelang ramadhan, dan mejadi salah satu syarat wajib bagi setiap calon pengantin, disamping rapancar juga digunakan sebagai obat. Bertolak dari tradisi inilah kemudian lahir tari rapancar sebagai tari kreasi baru. Tari ini diramu dengan gerak lunte, rempak sisik, ulat bejengkal, tanak linting sere, nyengal, bagintik dll. Gerak - gerik dimaksud bersumber dari gerak dasar tari Sumbawa. Sumber: http://samawaculture.blogspot.co.id/p/kesenian-tari-sumbawa.html?m=1
PERMAINAN SUNGKIT ( TEK-TEKAN ) / CONGKLIK Permainan ini menggunakan alat dari kayu yang sudah dibersihkan kulitnya kemudian salah satu bagian kayu lebih panjang berukuran kira-kira 35 cm sedangkan satu bagian lagi lebih pendek kira-kira 12 cm. Permainan ini bisa dilakukan secara perorangan atau berkelompok untuk memulai melakukan permainan biasa diadaakan dengan urutan sebagai berikut: A. PENGUNDIAN Untuk menemukan siapakah yang akan memulai permainan maka terlebih dahulu para pemain melakukan pengundian agar bisa mengetahui siapa yang lebih dahulu memulai permainan. B. PENGUNGKITAN 1. Pihak yang menang Melakukan permainan dengan cara mengungkit kayu yang lebih pendek sekeras-kerasnya kearah lawan. 2. Pihak yang kalah Melakukan penangkapan terhadap kayu yang telah diungkit oleh pihak yang...
MULANG PAKELEM DI GUNUNG RINJANI Orang Bali yang secara historis telah lama menjadi bagian penduduk Lombok tetap mempertahankan nilai budayanya secara teguh. Berbagai upacara keagamaan adat istiadat dan tradisi seni budaya mereka tetap eksis. Salah satunya adalah upacara Pekelem di Danau Segara Anak Rinjani. Pekelem artinya membenamkan persembahan tanda kesukuran kepada Sang Maha pemberi. Inti benda korban yang dipersembahkan berupa Emas Kencana yang dibentuk dalam personifikasi kehidupan. Upacara Pekelem yang dilaksanakan di Danau Segara Anak diikuti oleh ribuan masyarakat Hindu di Lombok. Bahkan ada pula kerabat keluarga yang datang dari Pualu Bali meskipun harus bersusah payah mendaki Gunung Rinjani tetapi karena keyakinan dan dambaan akan karunia Sang Pencipta mengatasi segalanya. Pesona Rinjani yang hayati itu memberi kesepadanan atas jerih payah para peziarah. ...
Selain punya olahan dodol rumput laut, kini para usahawan kuliner juga melakukan difersifikasi produk dengan melakukan inovasi selain dodol. Salah satunya adalah Peyek Kangkung Rumput Laut. Olahan kuliner khas Lombok berupa Peyek Kangkung Rumput Laut ini termasuk baru. Dua perpaduan yang membuat penasaran. Lombok ternyata bukan hanya dikenal sebagai sentra penghasil Rumput Laut tapi juga dikenal dengan produksi kangkungnya yang besar dengan tekstur yang khas. Tak heran jika kedua potensi ini bisa menghasilkan rupiah dengan mengangkat kearifan lokal yang memang sudah disediakan oleh alam. Ada empat varian rasa Peyek Kangkung Rumput laut mulai dari rasa original, pedas, seledri dan teri pedas. Selain cocok untuk dijadikan camilan, peyek unik ini juga sangat nikmat sebagai teman makan nasi yang masih hangat disajikan. Kisaran harga Rp 25.000/bungkus. RESEP PEYEK KANGKUNG RUMPUT LAUT Bahan-bahan 6 lembar rumpu...
Tari Gendang Beleq merupakan salah satu tarian tradisional yang berasal dari Lombok. Dinamakan demikian sebab menggunakan gendang yang sangat besar. Bahkan kesenian Gendang Beleq ini telah menjadi tradisi yang wajib dilakukan oleh masyarakat Suku Sasak sejak lama dan merupakan kesenian peninggalan dari Kerajaan Selaparang Lombok yang pernah menguasai sebagian wilayah dipulau Lombok bagian timur di zaman kerajaan Anak Agung. Disebut Gendang Beleq, sebab memakai gendang berukuran besar yang didalam bahasa suku sasak disebut dengan Beleq. Kesenian Gendang Beleq ini awal dipakai oleh para tokoh agama dalam menyebarkan islam di daerah ini. Ketika itu, kesenian ini dimainkan untuk mengumpulkan para warga, yang akan diberikan ceramah agama ataupun kegiatan keagamaan lainnya. Dalam memainkannya, membutuhkan kekompakan di dalam kelompok, sehingga harus dimainkan secara utuh. Untuk musik yang dimainkan, biasanya menggambarkan jiwa ksatria dari masyarakat Suku Sasak Lombok didalam mempertahank...
SEJARAH SINGKAT RIMPU BIMA Awal pertama kali munculnya Rimpu dibima seiring masuknya penyebaran islam pada hari kamis tanggal 5 juli 1640 M, atau bertepatan pada tanggal 15 Rabiúl Awal 1050 H. Rimpu Mbojo merupakan busana adat tradisional yang mengenangkan perkembangan adat harian yang telah mendasari munculnya perkembangan keagamaan setelah berkembangnya masa kesultanan sebagai indentitas wanita muslim Mbojo pada zaman dulu. Di mana masayarakat Mbojo pada waktu penyebaran ajaran islam, rimpu menjadikan suatu polararitas keagamaan mereka dalam rangka mengembangkan suku budaya. Masuknya Rimpu dibima sangatlah kental setelah muncul peradaban dan penyebaran islam di disuatu wilayah Bima, Kabupaten Bermatoka Maja Labo Dahu. Di mana wanita Dana Mbojo mamakai Rimpu setelah datangnya pedagang islam ke Bima dengan mengedentikan pakain Arab. Arab yang dikenal sebagai Agama Islam yang patuh dianut. Konon, Rimpu menjadikan salah satu pra sejarah bima setelah muncu...
Di Desa Lekong, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa terdapat sebuah batu besar, tinggi, bundar bagian atasnya datar. Batu itu menggantung pada tebing bukit yang tinggi dekat sungai Lekong. Dari atas batu itu orang dengan leluasa dapat melihat ke bawah. Itulah sebabnya disebut “batu nong”. Kata “nong” dalam bahasa Sumbawa berarti “melihat ke bawah dari atas”. Jika batu nong itu dilihat dari kejauhan, kedudukannya sangat genting. Kalau ada getaran sedikit saja, rasa-rasanya batu itu pasti akan runtuh. Dalam kenyataan, telah beratus-ratus tahun batu itu tetap tidak bergeming. Bagaimana batu itu bisa berada di tempat tersebut, inilah ceritanya. Tersebutlah sebuah negeri di zaman dahulu kala. Negeri itu terkenal makmur, aman, dan damai. Tidak pernah terdengar perselisihan di antara penduduknya. Laki-laki dan perempuan kedudukannya sama, kecuali dalam satu hal, yaitu laki-laki tabu mencuci pantat anaknya yang habis buang air besar. Hal yang demikian d...
Pernahkah ke Pantai Senggigi? Nah, jika sudah pernah, di lokasi wisata menarik tersebut ternyata pengunjung tak hanya bisa menikmati keindahan pantainya saja, melainkan juga ada objek lain yang sayang jika dilewatkan ketika berkunjung kesana, yakni Pura Batu Bolong. Tak jauh dari namanya, mengapa pura ini disebut dengan Pura Batu Bolong karena memang pura ini berada di atas batu karang hitam di pantai tersebut yang memiliki lubang atau bolong di tengahnya. Keunikan yang lainnya yakni pura ini mempunyai posisi yang menjorok ke laut sehingga pengunjung yang datang bisa tepat berada diatas deburan ombak. Pura Unik Pura Batu Bolong ini, laiknya dengan pura atau tempat lain yang disucikan/dikeramatkan memiliki cerita dibaliknya. Adalah seorang pendeta yang berasal dari Jawa Timur bernama Dang Hyang Dwijenda yang disebut-sebut memiliki peranan signifikan dalam menyebarluaskan dan mengembangkan agama Hindu pernah singgah ke pura tersebut dan melewati perjalana...
Tersebutlah pada suatu malam, Datu Panda'i, anak raja di Sumbawa Timur bermimpi. Dalam mimpinya, ia menikahi seorang putri cantik bernama Sari Bulan. Atas dasar mimpi tersebut, Datu Panda'i berangkat dari istana hendak mencari Sari Bulan dengan diiringi para prajuritnya. Singkat cerita, Datu Panda'i bertemu Sari Bulan dan langsung mempersuntingnya. Pada suatu hari, Datu Panda'i bersama istrinya akan kembali ke Sumbawa. Sebelum pergi, mertuanya berpesan agar mereka tidak singgah di Pulau Dewa, sebab pulau itu merupakan sarang para jin, setan, dan iblis. Keesokan harinya, rombongan Datu Panda'i berlayar menuju Sumbawa. Ketika melalui Pulau Dewa, Sari Bulan yang sedang mengidam ingin memakan daging menjangan. Kasihan melihat istrinya, ia lupa akan pesan si mertua. Datu Panda'i dan awak kapal turun berburu menjangan, tetapi Sari Bulan ditinggalkan sendirian dalam perahu. Kunti, pelayan iblis, segera menyergap Sari Bulan dan mencungkil kedua matanya, kemud...