Merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Kei yang berasal dari singkong. Bentuk, rasa dan cara menikmatinya pun bermacam-macam, bisa dimakan dengan ikan asar, ikan kuah, sayur dll pada saat makan besar, bisa pula dimakan sebagai penganan dengan dicelup ke dalam teh. Ada embal yang berbentuk bubuk, goreng, embal swami dan embal busa (dicetak). Saat ini Embal juga sudah diproduksi oleh masyarakat sebagai oleh-oleh dengan berbagai rasa. https://www.triptrus.com/news/5-kuliner-khas-kei-yang-sangat-menggiurkan
Lad atau tumis rumput laut adalah makanan khas masyarakat Kei yang sangat lezat sebagai lauk pauk. Varian dari Lad adalah rumput laut segar ditumis singkat dengan bawang merah, bawang putih dan cabai atau dicampur dengan kelapa parut seperti urap. Masyarakat Kei bisa menyantap Lad dengan nasi, embal atau ketupat sebagai teman lauk utama berupa ikan. Rasa lezat rumput laut segar yang baru saja dipanen membuat selera makan kita menjadi bertambah. Rumput laut mempunyai kandungan protein tinggi. Sumber : https://www.triptrus.com/news/5-kuliner-khas-kei-yang-sangat-menggiurkan
Ini adalah salah satu menu utama masyarakat kuliner masyarakat Kei, yang berupa ikan yang diolah dengan cara diasap. Biasanya ikan asar berbahan baku ikan laut seperti ikan komo (tongkol), ikan sapuda (kakap), atau ikan semandar (baronang). Ikan asar dimakan dengan embal, sambal colo-colo dan sirsir atau lad. Rasa gurih ikan sangat terasa karena masyarakat Kei terbiasa memasak dengan bahan baku ikan yang masih segar. Alamat Penjual: Restoran Sari Gurih Jl. Dana Kopra, Uritetu, Sirimau, Kota Ambon, Maluku 0911 341888 Sumber : https://www.triptrus.com/news/5-kuliner-khas-kei-yang-sangat-menggiurkan
Sayuran khas Kei ini berupa tumisan daun singkong dan bunga pepaya yang ditambah santan pukat. Sama seperti Lad, Sirsir dimakan sebagai lauk embal dan ikan asar. Rasa segar dan sedikit pahit menjadi sensasi sendiri bagi mereka yang menyantap menu tradisional ini. Keunikan rasa makanani ini membuat masyarakat Kei sampai mempunyai lagu tentang sirsir Sumber : https://www.triptrus.com/news/5-kuliner-khas-kei-yang-sangat-menggiurkan
Sabeta ini merupakan salah satu kuliner khas yang berasal dari masyarakat daerah Jailolo, Halmahera, Maluku.Karena banyak terdapat hutan sagu dan makanan pokok masyarakat daerah tersebut adalah sagu, sama seperti di daerah Papua, maka ulat sagu adalah sumber protein yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Ulat sagu hidup di dalam batang-batang sagu yang telah mati dan membusuk, tumbuh gemuk dengan memakan sagu-sagu yang telah tak digunakan oleh masyarakat. Menurut penelitian, ulat sagu memiliki kandungan protein yang tinggi, bahkan lebih tinggi dari daging sapi. Namun karena penampilannya yang sedikit tidak menarik serta kebiasaan ulat sagu meliuk-meliuk saat bergerak, maka ada yang merasa geli dan jijik bila harus memakannya. Padahal cita rasa ulat sagu sebenarnya tak terlalu buruk. Bahkan bila sudah diolah dengan baik, maka akan menjadi hidangan yang lezat, seperti cita rasa Sabeta, sate ulat sagu ala Jailolo. Pengolahannya pun mirip dengan mengolah sate daging atau...
Rujak adalah makanan yang menjadi salah satu kebanggaan Bangsa Indonesia. Memang di Negara-negara barat kita mengenal fruit salad, namun rujak berbeda. Buah-buahan tropikal dan saus sambal kacang menjadi ciri khas utama makanan yang bernama rujak ini. Hampir di setiap daerah di Indonesia mengenal makanan ini. Selain karena keberadaan buah-buahan yang begitu melimpah di Indonesia, citarasa makanan Indonesia yang beraneka ragam seperti pedas, asam, asin, bahkan manis pun terwakilkan semua di dalam rujak. Rujak. Makanan ini kayaknya termasuk dalam makanan favorit Nusantara dengan versi yang berbeda-beda sesuai daerahnya. Kali ini saya mau mengangkat Rujak Jikumerasa . Ini rujak orang Jikumerasa. Orang Namlea bilang, kalau ke Jikumerasa belum makan rujak, berarti belum makan rujaknya orang Jikumerasa. Jikumerasa itu Desa yang terkenal dengan pantai di Namlae. Dari kota namlea, perjalanan menggunakan mobil kira-kira 25 menit dengan jarak 17 kilom...
Masyarakat Maluku memang seakan tak bisa lepas dari yang namanya sagu. Hampir semua jenis makanannya yang terkenal dibuat dari bahan dasar berupa sagu. Memang wajar jika masyarakat Maluku dan sekitarnya menjadikan sagu sebagai produk pangan utama mengingat minimnya tanaman padi di perkebunan Maluku. Biasanya beras hanya dihidangkan pada saat-saat tertentu saja, selebihnya mereka mengonsumsi sagu, jagung, umbi-umbian, dan ketela. Kembali membahas tentang sagu, ada satu jajanan yang sangat digemari warga Maluku, yakni sagu gula. Sagu gula biasanya mempunyai bentuk persegi panjang yang pada bagian atasnya terdapat jejeran gula merah cair yang sudah meresap ke dalam sagu. Sagu gula atau gula sagu kerap dijadikan camilan oleh orang Maluku yang sedang menunggu waktu senja. Biasanya sagu gula dimakan bersama kopi sibu-sibu sebagai bentuk kecintaannya terhadap tanah Maluku. Alamat & Kontak Penjual: Egen's Warung Jl. Pulau Ayu Gang 5 No.15 samping...
Tradisi makan bersama di Maluku disebut Patita. Makan bersama ala keluarga Maluku ini selain dihadiri oleh anggota keluarga juga bisa dihadiri oleh siapa saja yang datang. Semua anggota keluarga bisa mencicipi semua makanan yang dihidangkan. Makanan yang dihidangkan adalah masakan tradisional Maluku. Seperti nasi kelapa dan nasi kuning. Acara makan bersama seringkali digelar pada saat hari-hari tertentu yang dianggap penting. Salah satu desa yang masih menjaga tradisi makan Patita ini adalah Desa Oma yang terletak di Pulau Haruku Kabupaten Maluku. Ada dua tradisi makan Patita Adat yang diselenggarakan di desa OMa ini. Pertama adalah Patita Marei yaitu para orang tua yang memberi makan anak-anak. Yang kedua adalah anak-anak yang memberi makan pada orang tua. Sumber: http://ayukkitangopi.blogspot.co.id/2017/05/tradisi-makan-bersama-yang-ada-di_25.html
Sir-Sir adalah makanan khas di Kepulauan Kei (Evav), tepatnya di daerah Maluku Tenggara. Hasil pertanian yang dominan di daerah Kei ini adalah Singkong atau ketela pohon yang oleh Orang Kei disebut Kasbi, umbinya dikenal dengan nama Enbal..... tak heran bila berbagai olahan kasbi dapat menjadi inovasi bagi masyarakat Kei. Salah satunya adalah Sir-Sir. Bahan-bahan: 2 ikat daun singkong 1 tumpuk bunga pepaya 5 lembar daun pepaya 1/2 gelas santan kental dari 1/2 butir kelapa 10 butir cabai biasa 5 siung bawang merah 5 siung bawang putih secukupnya terasi bakar (bisa diganti dengan ebi atau udang kering yang dihaluskan bila tidak mengkonsumsi terasi) secukupnya garam secukupnya &nbs...