Pernikahan merupakan sesuatu yang sakral dan setiap orang punya cara yang unik untuk melaksanakannya berdasarkan budaya masing-masing. Indonesia kaya akan budaya, terdiri dari berbagai macam suku bangsa, setiap daerah memiliki budaya yang berbeda-beda, termasuk dalam hal pernikahan. Ada adat pernikahan Sunda, Jawa, Bali, Papua dan masih banyak lagi.Pernikahan adalah pengikatan janji dari dua insan berbeda yaitu laki-laki dan perempuan untuk melaksanakan kewajibannya baik menurut agama maupun adat. Dengan menikah berarti kita mempunyai tanggung jawab terhadap keluarga yang kita bangun, dimana dalam prosesnya kita harus bisa menciptakan suasana yang harmonis, damai, tentram, taat dengan perintah agama, mencari nafkah dan menjadikan keluarga yang sakinah, mawadah, warohmah. Kontributor Website : http://kampung-seni-yudha-asri.blogspot.com Kontributor Video : http://www.youtube.com/kampungseniyudhaasri
Beluk adalah seni suara dengan nada tinggi/melengking-lengking, biasanya terdiri dari 6, 8 atau 10 orang lebih, tergantung kebutuhan. Beluk tersebut mengikuti pupuh yang dibacakan oleh seorang juru baca. Seni ini dahulunya adalah sarana untuk memanggil-manggil tetangga yang berdekatan rumahnya, lama kelamaan berubah menjadi sebuah seni dengan suara yang tinggi. Seni Beluk ini oleh masyarakat biasanya dipakai/dipentaskan ketika malam khitanan, rasullan, pernikahan dan kegiatan keagamaan lainya. Dipadukan dengan suara bedug sehingga menghasilkan irama yang indah. Kata beluk berasal dari kata ba dan aluk. Ba artinya besar dan aluk artinya 'gorowok' atau dalam bahasa Indonesia 'berteriak'. Berbeda dengan "nembang" atau seni suara yang lainnya, kesenian Beluk tidak 'menembangkan' atau menyanyikan syair yang digunakan, tetapi hanya membaca dengan memainkan tinggi-rendahnya frekuensi suara. Seni Beluk merupakan sajian sekar berirama bebas atau merdeka dengan...
Leuit adalah lumbung padi khas masyarakat pedalaman Banten dan Priangan yang dibuat dari balok kayu dan anyaman bambu. Bangunan leuit berbentuk persegi panjang dengan atap segitiga yang terbuat dari hateup kiray berlapis ijuk. Dulu, Leuit sebenarnya sangat lazim dipergunakan masyarakat Sunda Priangan dan Banten. Namun seiring berkurangnya masyarakat yang menggarap huma (ladang padi) leuit pun semakin jarang ditemukan kecuali di wilayah Desa Kanekes (Kampung Baduy), Kasepuhan Banten Kidul, Kampung Adat Cipta Gelar dan lain-lain. Referensi: https://id.wikipedia.org/wiki/Leuit .
Rumah adat Banten adalah rumah panggung yang beratapkan daun atap dan lantainya dibuat dari pelupuh yaitu bambu yang dibelah-belah. Sedangkan dindingnya terbuat dari bilik (gedek). Untuk penyangga rumah panggung adalah batu yang sudah dibuat sedemikian rupa berbentuk balok yang ujungnya makin mengecil seperti batu yang digunakan untuk alas menumbuk beras. Rumah adat ini masih banyak ditemukan di daerah yang dihuni oleh orang Kanekes atau disebut juga orang Baduy. sumber : http://www.tamanmini.com
Cisungsang sebuah daerah yang memiliki luas ± 2.800 km2. Terletak di kaki Gunung Halimun, Desa Cibeber Kabupaten Lebak, kawasan ini dikelilingi oleh 4 (Empat) desa yaitu Desa Cicarucub, Bayah, Citorek, dan Cipta Gelar. Nama Cisungsang pada awalnya berasal dari nama salah satu sungai yang mengalir dari Talaga Sangga Buana. Talaga ini mengalir ke 9 (sembilan) sungai yaitu Sungai Cimadur, Ciater, Cikidang, Cisono, Ciberang, Cidurian, Cicatih, Cisimeut, dan Cisungsang. Wilayah Cisungsang dapat ditempuh dengan waktu 5 jam saja dari kota Rangkasbitung Kab. Lebak atau berjarak ± 175 Km dari pusat kota Provinsi Banten. Kondisi jalan menuju lokati tersebut cukup baik dan dapat ditempuh dengan kendaraan apapun. Kebudayaan Kawasan ini dipimpin oleh seorang Kepala Adat, yang penunjukannya melalui proses wangsit dari karuhun. Dikawasan ini sudah penggantian kepala adat dan telah terjadi 4 generasi yaitu generasi pertama oleh dipimpin oleh Embah Buyut yang berusia ± 350 tahun, generasi kedua...
Bumi Nusantara ini kaya akan budaya, juga kaya akan benda pusaka yang legendaris dan tak tergerus zaman, salah satunya adalah Golok Ciomas. Golok Ciomas adalah salah satu benda pusaka legendaris, khususnya di kalangan masyarakat Banten karena merupakan salah satu senjata andalan para pendekar Banten. Berbeda dengan golok pada umumnya, Golok Ciomas masuk dalam kategori benda pusaka karena bukan sekedar senjata tajam tetapi juga memiliki daya magis yang melekat di balik keindahan dan ketajamannya. Salah satu keunikan Golok Ciomas adalah waktu pembuatannya. Golok Ciomas hanya dibuat pada bulan mulud menurut kalender Jawa atau bulan Rabi’ul Awal dalam kalender Hijriyah. Melihat sejarahnya, tradisi pembuatan yang diturunkan secara turun-temurun ini demi menjaga kelestarian kearifan lokal warga Pondokkaharu Banten sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi yang telah membawa ajaran islam yang lahir pada tanggal 12 bulan Rabi’ul Awwal. Golok Ciomas memang sangat ind...
Debus merupakan kesenian bela diri dari Banten yang mempertunjukan kemampuan manusia yang luar biasa. Misalnya kebal senjata tajam, kebal air keras dan lain- lain. Kesenian ini berasal dari agama Islam, terutama pada abad ke-16 pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin (1532-1570). Perlakuan menyeramkan seperti mengiris lidah dengan gergaji, makan api, memasukkan jarum ke pipi, mengunyah kaca, dan sebagainya dilakukan semata-mata untuk menunjukkan iman dan keyakinan kepada Tuhan. Pada zaman Sultan Ageng Tirtayasa (1651--1692) Debus menjadi sebuah alat untuk memompa semangat juang rakyat banten melawan penjajah Belanda pada masa itu. Kesenian Debus saat ini merupakan kombinasi antara seni tari dan suara. Debus dalam bahasa Arab berarti tongkat besi dengan ujung runcing berhulu bundar. Bagi sebagian masyarakat awam kesenian Debus memang terbilang sangat ekstrim. Pada masa sekarang Debus sebagai seni beladiri yang banyak dipertontonkan untuk acara kebudayaan ataupun upacara...
Dogdog lojor merupakan instrumen musik khas dari daerah Banten Selatan. Instrumen ini dimainkan dengan cara ditabuh, sehingga mengeluarkan bunyi 'dog... dog...'. Bunyi itulah yang menjadi asal muasal nama alat musik ini. Adapun ‘lojor’ berarti panjang, sesuai bentuknya yang memiliki panjang hampir 1 meter. Alat musik yang terbuat dari kayu ini berbentuk silinder memanjang. Bagian tengahnya dibuat berongga, dengan salah satu sisinya ditutup dengan membran dari kulit kambing. Kulit kambing ini direnggangkan dengan cara diikat dengan seutas tali dari kulit bambu. Tingkat kerenggangan dari kulit kambing ini menentukan bunyi yang dihasilkan. Dogdog lojor diduga berkembang pertama kali dari Kabupaten Lebak, sisi selatan Banten. Instrumen ini menjadi salah satu pengiring dalam ritual adat masyarakat setempat seperti seren taun atau ruwatan. Tabuhan dogdog lojor dibawakan oleh sejumlah pemain secara riang gembira sebagai wujud rasa syukur akan hasil panen...
Pria : Untuk pria menggunakan baju lengan panjang dengan kain berwarna batik sebagai bawahannya. Pelengkapnya adalah ikat pinggang dan blangkon serta menggunakan sandal selop biasa. Wanita : Sedangkan untuk wanita, umumnya menggunakan beragam, perhiasan seperti gelang emas atau perak asli. Untuk pakaiannya menggunakan baju kebaya yang dipadan dengan kain batik.