Adat Nusantara
304 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Sopi Rote
Makanan Minuman Makanan Minuman
Nusa Tenggara Timur

Sopi merupakan minuman khas dari Nusa Tenggara Timur. Terbuat dari fermentasi air nira yang diambil dari pohon aren/enau. Sopi mempunyai kadar alkohol yang tinggi sehingga minuman ini sulit untuk dijual bebas secara legal. Minuman ini selalu hadir pada setiap upacara-upacara adat. --- Sopi, minuman khas Flores dan Indonesia bagian timur lainnya. Sopi dihasilkan dari fermentasi enau atau aren, yang dalam bahasa ilmiah disebut arenga pinnata. Proses pembuatannya memakan waktu cukup panjang.   Air pohon enau atau sageru, dimasukkan ke wadah, dicampur dengan bubuk akar husor. Gunanya, supaya air itu tidak mengental menjadi gula merah. Setelah itu, air sageru dimasak hingga keluar uap.   Uap-uap yang jadi air dimasukkan ke bambu. Air itu didiamkan beberapa hari sampai kadar alkoholnya tinggi. Setelah dirasa cukup, air yang sudah menjadi sopi itu dipindahkan ke dalam botol.   Sopi bagi masyarakat Flores layaknya sebuah simbol kebersamaan....

avatar
hokky saavedra
Gambar Entri
Compang Manggarai
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Nusa Tenggara Timur

Compang Tugu yang dibuat di tengah halaman rumah yang berfungsi sebagai altar dalam upacara adat Manggarai. Altar terbuat dari tumpukan batu dan ditengahnya terdapat sebuah pohon. Altar tersebut dikelilingi halaman dan pemukiman penduduk. Lokasi compang biasanya merupakan pusat desa. Rumah adat dan kampung tradisional seperti ini, saat ini dapat ditemui di kampung Ru'I di Sano Nggoang, Kampung Balo di Kuwus, dan Pacang Pu'u di Macan Pacar, Nusa Tenggara Timur.

avatar
hokky saavedra
Gambar Entri
Tari Leke
Tarian Tarian
Nusa Tenggara Timur

Tari ini mengambarkan pesta para masyarakat etnis Sikka Krowe sebagai ungkapan syukur atas keberhasilan. Biasanya ditarikan pada waktu malam hari yang diiringi musik gong waning dengan lantunan syair-syair adat.

avatar
erik estrada
Gambar Entri
Tarian Bebing
Tarian Tarian
Nusa Tenggara Timur

KAMPUNG Hokor terletak di wilayah selatan Kabupaten Sikka. Berjarak 39 kilometer dari Kota Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, Pulau Flores. Kampung Hokor berbatasan dengan Kampung Sikka dan Pomat. Sedikit berbeda dengan topografi kampung lain di Sikka, Hokor adalah kampung berbatu, diapit oleh dua buah bukit, Bukit Ilin Lhorat dan Ilin Pigang. Karena itulah Hokor sering mendapat julukan Kampung Watu Apar, kampung berbatu. Daerah berbukit dan berbatu ini memang semula (dahulu kala) merupakan wilayah 'pengungsian' orang-orang Hokor, yang lari dan mencari keamanan dari perang antarkampung, tetapi selanjutnya dipilih sebagai tempat menetap (kampung) dengan nama Hokor. Nama kampung ini (Hokor), bila dicermati secara harfiah, tidak akan ditemukan arti dan padanannya dalam bahasa Sikka. Diduga nama ini berasal dari kata bahasa Sikka, yakni "hogor" yang berarti bangun. Dugaan lain menyebutkan nama ini berasal dari nama sejenis burung yang bernama "Hokok", yang pada awa...

avatar
erik estrada
Gambar Entri
Foy Pay
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

Alat musik tiup dari bambu ini dahulunya berfungsi untuk mengiringi lagu-lagu tandak seperti halnya musik Foy Doa. Dalam perkembangannya waditra ini selalu berpasangan dengan musik Foy Doa. Nada-nada yang diproduksi oleh Foy Pai : do, re, mi, fa, sol. Foy Pay hampir mirip dengan Foy Doa yang juga merupakan alat musik jenis tiup seperti seruling. Biasanya Foy Pay juga dimainkan bersamaan dengan Foy Doa untuk mengiringi musik-musik tradisional Nusa Tenggara Timur dalam berbagai acara adat atau untuk acara hiburan.

avatar
Sniffer
Gambar Entri
Knobe Khabetas
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

Bentuk alat musik ini sama dengan busur panah. Cara memainkannya ialah, salah satu bagian ujung busur ditempelkan di antara bibir atas dan bibir bawah, dan kemudian udara dikeluarkan dari kerongkongan, sementara tali busur dipetik dengan jari. Merupakan kebiasaaan masyarakat dawan di pedesaan apabila pergi berook tanam atau mengembala hewan mereka selalu membawa alat-alat musik seperti Leku, Heo, Knobe Kbetas, Knobe Oh, dan Feku. Sambil mengawasi kebun atau mengawasi hewan-hewan, maka musik digunakan untuk melepas kesepian. Selain digunakan untuk hiburan pribadi, alat musik ini digunakan juga untuk upacara adat seperti, Napoitan Li'ana (anak umur 40), yaitu bayi yang baru dilahirkan tidak diperkenankan untuk keluar rumah sebelum 40 hari. Untuk menyonsong bayi tersebut keluar rumah setelah berumur 40 hari, maka diadakan pesta adat (Napoitan Li'ana)

avatar
Sniffer
Gambar Entri
Leko Boko / Bijol
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Timur

  Perkembangan Musik Foy Doa, Awal mulanya musik Foy Doa dimainkan seara sendiri, dan baru sekitar 1958 musisi di daerah setempat mulai memadukan dengan alat-alat musik lainya seperti : Sowito, Thobo, Foy Pai, Laba Dera, dan Laba Toka. Fungsi dari alat-alat musik tersebut di atas adalah sebagai pengiring musik Foy Doa. Alat musik petik ini terbuat dari labu hutan (wadah resonansi), kayu (bagian untuk merentangkn dawai), dan usus kuskus sebagai dawainya. Jumlah dawai sama dengan Heo yaitu 4, serta nama dawainya pun seperti yang ada pada Heo. Fungsi Leko dalam masyarakat Dawan untuk hiburan pribadi dan juga untuk pesta adat. Alat musik ini selalu berpasangan dengan heo dalam suatu pertunjukan, sehingga dimana ada heo, disitu ada Leko. Dalam penggabungan ini Lelo berperan sebagai pembei harmoni, sedangkan Heo berperan sebagi pembawa melodi atau kadang-kadang sebagai pengisi (Filter) Nyanyian-nyayian pada masyarakat Dawan umumnya berupa improvisasi dengan menuturkan tentang...

avatar
Sniffer
Gambar Entri
Ammu Kowa
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Nusa Tenggara Timur

Sabu -Raijua merupakan salah satu pulau yang berada paling selatan di kepulauan Nusa Tenggara Timur. Kabupaten sabu-Raijua didiami oleh suku Sabu . Kabupaten ini terdiri dari 3 pulau yaitu Sabu, Raijua dan pulau Dana. Menurut tulisan Nico L Kana,  suku Sabu beraslah dari daerah India yang berlayar dengan perahu hingga menemui pulau ini dan kemudian tinggal menetap dipulau ini. Rumah pertama yang didirikan adalah perahu yang dibalik dan ini menjadi dasar bentuk serta filosofi arsitektur suku Sabu. Pada perkembangannya bentuk rumah suku sabu berbentuk lonjong dengan atap yang menyerupai perahu yang dibalik .  Selain itu bagian-bagian dalam rumah juga dinamai sesuai dengan bagian-bagian dalam perahu. Pada bagian dalam rumahnya rumah-rumah Suku Sabu selalu membagi rumahnya menjadi 3 bagian yaitu 1) bagian yang dianggap sakral yang biasanya digunakan oleh kaum wanita ;2) bagian netral yang digunakan untuk menerima tamu atau menjadi kamar serta 3) bagian paling luar yang ber...

avatar
Immoldida
Gambar Entri
Kain Tenun Ikat Flores
Motif Kain Motif Kain
Nusa Tenggara Timur

Kain tenun ikat flores merupakan salah satu budaya kain tenun ikat yang berasal dari flores, Nusa Tenggara Timur. Flores terdiri dari berbagai macam suku dengan adat kebudayaan yang berbeda-beda, demikian pun dengan motif-motif kain tenunnya. Pada jaman dulu kain tenun ini merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk barang seserahan apabila ada acara-acara penting seperti acara pernikahan sampai acara kematian. Untuk satu kain tenun ini, lama pengerjaan bisa 1 – 2 bulan. Proses pembuatan kain tenun ini dilakukan secara manual, dari proses ikat untuk pembentukan motif, proses pencelupan warna yang dilakukan berulang-ulang karna satu warna saja butuh waktu selama 2-3 hari untuk pengeringan. Kemudian benang2 yang sudah diikat ini akan ditenun untuk menjadi sebuah kain sarung. Dengan perkembangan jaman sekarang ini, kain tenun ikat makin banyak digemari karna sudah adanya perkembangan motif dan warna. Kain tenun ikat flores banyak digemari karna bisa dipakai sebag...

avatar
Roby Darisandi