Anak
178 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Batu Golog
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Barat

Pada jaman dahulu di daerah Padamara dekat Sungai Sawing hiduplah sebuah keluarga miskin. Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain. Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Setiap hari mereka berjalan kedesa desa menawarkan tenaganya untuk menumbuk padi. Kalau Inaq Lembain menumbuk padi maka kedua anaknya menyertai pula. Pada suatu hari, ia sedang asyik menumbuk padi. Kedua anaknya ditaruhnya diatas sebuah batu ceper didekat tempat ia bekerja. Anehnya, ketika Inaq mulai menumbuk, batu tempat mereka duduk makin lama makin menaik. Merasa seperti diangkat, maka anaknya yang sulung mulai memanggil ibunya: "Ibu batu ini makin tinggi." Namun sayangnya Inaq Lembain sedang sibuk bekerja. Dijawabnya, "Anakku tunggulah sebentar, Ibu baru saja menumbuk." Begitulah yang terjadi secara berulang-ulang. Batu ceper itu makin lama makin meninggi hingga melebihi pohon kelapa. Kedua anak itu kemudian berteriak sejadi-jadinya. Namun, Inaq Lembain tetap sibuk me...

avatar
Budaya Indonesia
Gambar Entri
Pura Lingsar
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Nusa Tenggara Barat

Merupakan pura terbesar dan tertua yang dibangun sekitar tahun 1714 M pada masa kejayaan Kerajaan Karangasem oleh Raja Anak Agung Ngurah. Pura ini terletak di Desa Lingsar, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Berada sekitar 15 km dari ibu kota Mataram.

avatar
diki sundari
Gambar Entri
Rumah Adat Sasak
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Nusa Tenggara Barat

Bagi masyarakat Sasak, rumah berada dalam dimensi sakral (suci) dan profan (duniawi). Artinya, rumah adat Sasak di samping sebagai tempat berlindung dan berkumpulnya anggota keluarga juga menjadi tempat dilaksanakannya ritual-ritual sakral yang merupakan manifestasi dari keyakinan kepada Tuhan, arwah nenek moyang (Papuq Baloq) bale (penunggu rumah), dan sebagainya. Rumah adat Sasak pada bagian atapnya berbentuk seperti gunungan, menukik ke bawah dengan jarak sekitar 1,5 x 2 meter dari pemukaan tanah. Atap dan bubungannya (bungus) terbuat dari alang-alang, dindingnya dari anyaman bambu, hanya mempunyai satu pintu berukuran kecil dan tidak ada jendelanya. Ruangannya (rong) dibagi menjadi inan bale (ruang induk) yang meliputi bale luar (ruang tidur) dan bale dalem berupa tempat menyimpan harta benda, ruang ibu melahirkan sekaligus ruang disemayamkannya jenazah sebelum dimakamkan. Ruangan bale dalem dilengkapi amben, dapur, dan sempare (tempat menyimpan makanan dan peralatan rumah tan...

avatar
Burhanuddin Yusuf
Gambar Entri
Perang Api
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Nusa Tenggara Barat

Permainan Perang Api adalah permainan tradisional yang berasal dari Lombokm Barat, Ini dilakukan saat malam  bulan Puasa oleh anak-anak yang selesai beribadah sholat tarawih di Masjid. Kemudian mereka berkumpul di tanah lapang yang berada ditengah sawah. Alat permainan yang dibawa obor, ember, berisi ratusan jagung. Kemudian di tengah sawah obor ditancapkan utuk menerangi selama permainansebelum dimulai biasanya membagi kelompok menjadi dua bagian. Setelah itu langsung berpencar dan membakar tongkol jagung dan melemparkan kepada kelompok lawan. 

avatar
Roby Darisandi
Gambar Entri
Gula Gending
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Barat

Alat musik ini terbuat dari seng dan tekstil. Instrumen ini digunakan untuk menjajakan gula kapas (harum manis) yang terbuat dari gula pasir. Oleh karena itu, alat tersebut kemudian dinamakan gula gending. Tempat penyimpanan gula dalam bahasa Sasak disebut Tongkaq juga berfungsi sebagai instrumen musik. Dimainkan dengan cara menggendong tongkaq, kotak dipukul dengan jari tangan kanan dan kiri sesuai gending/lagu yang dimainkan. Gula gending dimainkan berkeliling ke pelosok kampung sambil menjajakan gula kapas. Gending yang dimainkan berfungsi sebagai daya tarik anak-anak untuk membeli. Jenis gending yang dimainkan antara lain buah Odaq, Tempong Gunung dan sebagainya.

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
canang aceh
Alat Musik Alat Musik
Nusa Tenggara Barat

  Canang adalah alat musik tradisional dari Aceh yang sering dijumpai pada kelompok masyarakat Aceh, Gayo, Tamiang, dan Alas. Masyarakat Aceh menyebutnya "Canang Trieng", di Gayo disebut "Teganing", di Tamiang disebut "Kecapi" dan di Alas disebut dengan "Kecapi Olah". Canang terbuat dari kuningan dan bentuknya menyerupai gong. Hampir semua daerah di Aceh terdapat alat musik canang dan masing-masing memiliki pengertian dan fungsi yang berbeda-beda pula. Fungsi canang secara umum sebagai penggiring tarian-tarian tradisional. Canang juga sebagai hiburan bagi anak-anak gadis yang sedang berkumpul. Biasanya dimainkan setelah menyelesaikan pekerjaan di sawah ataupun pengisi waktu senggang.  

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
MENTIKO BETUAH
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Barat

  Konon, pada zaman dahulu di negeri Semeulue, tersebutlah seorang raja yang kaya-raya. Raja itu sangat disenangi oleh rakyatnya, karena kedermawanannya. Namun, ia tidak memiliki anak setelah sepuluh tahun menikah dengan permaisurinya. Oleh karena sudah tidak tahan lagi ingin punya keturunan, Raja itu pun pergi bersama permaisurinya ke hulu sungai yang airnya sangat dingin untuk berlimau dan bernazar, agar dikaruniai seorang anak yang kelak akan mewarisi tahta kerajaan. Tempat yang akan dituju itu berada sangat jauh dari keramaian. Untuk menuju ke sana, mereka harus menyusuri hutan belantara, menyeberangi sungai-sungai, serta mendaki dan menuruni gunung. Mereka pun berangkat dengan membawa bekal secukupnya. Setiba kedua suami-istri di sana, mereka mulai melaksanakan maksud dari kedatangan mereka. Setelah sehari-semalam berlimau dan bernazar, mereka pun kembali ke istana.  Setelah menunggu berhari-hari dan berminggu-minggu, akhirnya doa mereka terkabul. Per...

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
BATU GOLOG
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Nusa Tenggara Barat

  Pada jaman dahulu di daerah Padamara dekat Sungai Sawing hiduplah sebuah keluarga miskin. Sang istri bernama Inaq Lembain dan sang suami bernama Amaq Lembain. Mata pencaharian mereka adalah buruh tani. Setiap hari mereka berjalan kedesa desa menawarkan tenaganya untuk menumbuk padi. Kalau Inaq Lembain menumbuk padi maka kedua anaknya menyertai pula. Pada suatu hari, ia sedang asyik menumbuk padi. Kedua anaknya ditaruhnya diatas sebuah batu ceper didekat tempat ia bekerja. Anehnya, ketika Inaq mulai menumbuk, batu tempat mereka duduk makin lama makin menaik. Merasa seperti diangkat, maka anaknya yang sulung mulai memanggil ibunya: "Ibu batu ini makin tinggi." Namun sayangnya Inaq Lembain sedang sibuk bekerja. Dijawabnya, "Anakku tunggulah sebentar, Ibu baru saja menumbuk."  Begitulah yang terjadi secara berulang-ulang. Batu ceper itu makin lama makin meninggi hingga melebihi pohon kelapa. Kedua anak itu kemudian berteriak sejadi-jadinya. Namun, Inaq Lemba...

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
sepat ikan
Makanan Minuman Makanan Minuman
Nusa Tenggara Barat

  Berkunjung ke daerah Sumbawa , Nusa Tenggara Barat sepertinya wajib mencicipi makanan ini . Sepat ikan ini adalah sebuah makanan yang rasanya asam-asam segar dan memiliki citarasa yang nikmat . Makanan ini biasanya sangat mudah ditemui saat bulan puasa , namun saat hari hari biasa , bisa ditemukan di warung. Bagi yang ingin membuat sendiri berikut ini resep pemuatanya : Bahan : - 300 gr ikan segar apa saja (bisa diganti udang juga boleh, ayam juga bisa tapi dipotong kecil-kecil),  dibakar atau direbus (lebih enak di bakar) - 1 buah terong ungu, dibakar, kupas, dirobek kasar. - daun kemangi segenggam, ( kalau tidak ada bisa diganti daun basil) - 5 buah cabe rawit merah, siangi ditumbuk kasar ( untuk yang tidak suka pedas atau untuk anak-anak bisa tanpa cabe tumbuk, tapi dibuat sambal terpisah atau cukup cabe rawit utuhan saja) - 1 buah tomat, dibakar - 2 butir kemiri ( opsional, khas taliwang atau sumbawa barat pakai kemiri, sumbawa timur tid...

avatar
Yulius Dwi Kristian