Wanita
79 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tari Saman
Tarian Tarian
Aceh

Tari Saman adalah salah satu tarian daerah Aceh yang paling terkenal saat ini. Tarian ini berasal dari dataran tinggi Gayo. Syair saman mempergunakan bahasa Arab dan bahasa Aceh. Pada masa lalu, Tari Saman biasanya ditampilkan untuk merayakan peristiwa - peristiwa penting dalam adat dan masyarakat Aceh. Selain itu biasanya tarian ini juga ditampilkan untuk merayakan kelahiran Nabi Muhammad. Pada kenyataannya nama "Saman" diperoleh dari salah satu ulama besar Aceh, Syech Saman. Tari Saman biasanya ditampilkan menggunakan iringan alat musik, berupa gendang dan menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah. Tarian ini dipandu oleh seorang pemimpin yang lazimnya disebut Syech. Karena keseragaman formasi dan ketepatan waktu adalah suatu keharusan dalam menampilkan tarian ini, maka para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi...

avatar
Budaya Indonesia
Gambar Entri
Tari Tarek Pukat Aceh
Tarian Tarian
Aceh

Deskripsi : Makna dari tarian ini adalah, kebersamaan dan saling tolong menolong dari seluruh negara untuk Aceh dan Nias. Sehingga, Aceh dan Nias kembali tersenyum, Setiap wanita dalam tarian ini memegang tali yang satu sama saling sambung menyambung, dan kemudian terbentuk jaring seperti laba-laba. Kontributor Youtube : montir

avatar
Budaya Indonesia
Gambar Entri
Tari Aceh Dara Meukipah
Tarian Tarian
Aceh

Deskripsi : Tari Aceh Dara Meukipah adalah tarian yang menceritakan seorang wanita yang sedang berkipas.

avatar
Budaya Indonesia
Gambar Entri
Tari Bines
Tarian Tarian
Aceh

Tari Bines Salah satu tarian suku Gayo (baca; Tarian Gayo) Tarian ini muncul dan berkembang di Aceh Tengah namun kemudian dibawa ke Aceh Timur. Menurut sejarah tarian ini diperkenalkan oleh seorang ulama bernama Syech Saman dalam rangka berdakwah. Tari Bines dimainkan oleh wanita dengan cara duduk berbanjar sambil menyanyikan syair yang berisikan dakwah atau informasi pembangunan. Para penari melakukan gerakan - gerakan itu pelan kemudian berangsur - angsur menjadi cepat dan cepat sekali dan akhirnya berhenti seketika secara serentak. Tarian ini masih sering di adakan dalam acara2 adat di tanah Gayo terutama di kab: Gayo Lues. Tari Bines ditarikan oleh para wanita dengan cara duduk berjajar sambil menyanyikan syair yang berisikan dakwah atau informasi pembangunan. Para penari melakukan gerakan dg perlahan kemudian berangsur-angsur menjadi cepat dan akhirnya berhenti seketika secara serentak. Sejarah Sekilah sejarah tentang asal mula kesenian Tari Bines yang lahir dari see...

avatar
agus deden
Gambar Entri
Celempong
Alat Musik Alat Musik
Aceh

Celempong adalah alat kesenian tradisionalyang terdapat di daerah Kabupaten Tamiang.Alat ini terdiri dari beberapa potongan kayudan cara memainkannya disusun diantarakedua kaki pemainnya.Celempong dimainkan oleh kaum wanitaterutama gadis-gadis, tapi sekarang hanyaorang tua (wanita) saja yang dapatmemainkannnya dengan sempurna.Celempong juga digunakan sebagai iringantari Inai. Diperkirakan Celempong ini telahberusia lebih dari 100 tahun berada di daerahTamiang.Keanekaragaman alat musik tradisional yangterdapat di Aceh merupakan salah satuidentitas dari masyarakat Aceh. Oleh karena itu menjadi tugas masyarakat Acehuntuk tetap dijaga, dipelihara kelestariannya. sehingga tidak menjadi punah. Hal ini tentunya juga peran dari pemerintah daerah dan pihak-pihak terkaituntuk mendukung dan bersama-sama memperkenalkan kepada generasi mudabetapa tingginya nilai-nilai budaya bangsa yang diwariskan oleh nenek moyangterdahulu. Serta juga sebagai salah satu daya tarik wisata bagi wisatawanNusa...

avatar
agus deden
Gambar Entri
Pakaian Pedie Aceh
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Aceh

Pria             : Pria memakai baju jas leher tertutup, ada sulaman keemasan menghiasi kerah baju. Jas ini dilengkapi celana panjang yang disebut cekak musang. Di pinggangnya dipakaikan kain sarung agar berkesan gagah. Kain sarung ini terbuat dari sutra  yang disongket. Sebilah rencong berkepala emas/perak dan berhiaskan permata diselipkan di ikat pinggang. Bagian kepala ditutupi kopiah, yang populer disebut makutup. Wanita        : Wanita mengenakan baju kurung berlengan panjang hingga sepinggul. Kerah bajunya sangat unik, menyerupai kerah baju khas Cina. Bagian bawahnya memakai celana panjang yang dilapisi sarung bercorak yang dilipat sampai lutut. Corak disarung ini bersulam emas. Perhiasan yang dipaki adalah kalung, gelang  tangan, gelang kaki, anting, dan ikat pinggang (pending) berwarna emas.  

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
arbab aceh
Alat Musik Alat Musik
Aceh

Arbab merupakan alat musik tradisional Aceh yang terbuat dari alam. Alat musik arbab ini dibuat dari tempurung kelapa, kulit kambing, kayu dan dawai, sementara busur penggeseknya terbuat dari kayu, rotan atau serat tumbuhan. Terdiri dari 2 bagian, yaitu instrumen induk yang disebut arbab dan penggeseknya yang disebut dengan Go Arbab. Alat musik tradisional Aceh yang dibunyikan dengan cara digesek ini pernah berkembang di daerah Pidie, Aceh Besar dan Aceh Barat. Diperkirakan alat musik Arbab ada pada jaman Belanda. Akan tetapi sayangnya, saat ini alat musik Arbab sudah jarang dan mungkin hampir punah dari Serambi Mekah. Wah.. bahaya nih kalo beneran sudah punah. Nah, biar enggak kehilangan jejak ini dia penampakan dari Alat Musik Tradisional Arbab :   Alat musik Arbab pada zamannya biasa dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu tradisional, bersama Geundrang/Rapai dan sejumlah alat musik trandisional lainnya, di mana Arbab berperan sebagai instrumen utama...

avatar
Yulius Dwi Kristian
Gambar Entri
Amat Rhang Manyang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Dikampung Pasie, berdekatan dengan Paya Senara daerah Krueng Raya, Nanggroe Aceh Darussalam. Pada zaman dahulu, berdiamlah di tempat tersebut satu keluarga terdiri dari bapak, ibu dan seorang anaknya laki-laki bernama Amat. Amat, sering juga di panggil ” Agam ” ( Dalam Istiadat Aceh, panggilan Agam adalah untuk seorang anak laki-laki maupun perempuan di panggil Inong). Keluarga ini tergolong miskin. Pekerjaan sehari-hari adalah mengolah sabut dan garam. kulit kelapa yang umunya dibuang orang, mereka kumpulkan, lalu direndamkan dalam lumpur. Setelah beberapa lama, rendaman itu diangkat, di bersihkan. Isinya yang sedikit membusuk dibuang sehingga tinggal seratnya saja. Serta ini diolah atau dipintal menjadi jenis tali sabut.  Untuk memasak, mereka menggunakan kulit kelapa, pelepah dan daunnya sebagai kayu api. Sedangkan bagi orang kaya semua itu dibuang atau tidak dibutuhkan dalam kebutuhan mereka, cuma dibutuhkan untuk api unggun dalam kandang lembu mereka untuk...

avatar
Meta Indriyani Kurniasari
Gambar Entri
Atu Belah
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Pada masa dahulu di desa Penerun di Gayo hidup satu keluarga miskin. Keluarga itu mempunyai dua orang anak, yang tua berusia tujuh tahun dan yang kecil masih menetek. Ayah kedua anak itu hidup sebagai petani. Pada waktu senggangnya ia selalu berburu rusa di hutan. Di samping itu, ia juga banyak menangkap belalang di sawah, untuk dimakan apabila tidak berhasil memperoleh binatang buruan. Belalang itu ia kumpulkan sedikit demi sedikit di dalam lumbung padinya, yang sedang kosong karena sedang musim paceklik. Pada suatu hari ia pergi ke hutan untuk berburu rusa. Di rumah tinggal istri dan kedua anaknya. Pada waktu makan, anak yang sulung merujuk, karena di meja tidak ada daging sebagai teman nasinya. Karena di rumah memang tidak ada persediaan lagi, maka kejadian ini membuat ibunya bingung memikirkan bagaimana dapat memenuhi keinginan anaknya, yang sangat dimanjakannya itu. Akhirnya si ibu mengizinkan putranya untuk mengambil sendiri belalang yang berada di dalam lumbung. Ketik...

avatar
Oase