Generasi Z. Itulah sebutan untuk generasi masa kini yang hampir tidak pernah tidak tersentuh teknologi. Generasi yang mana terlahir bersamaan dengan perkembangan teknologi. Generasi dimana orang orang sibuk berkutat dengan gadgetnya, bahkan anak anak kecil pun. Bermain game, melihat video, lembaga, hingga belajar pun dilakukan pada gadgetnya. Anak anak kecil pun secara otomatis jarang menghabiskan waktu bermain di luar rumah. Dan banyak sekali yang tidak tahu betapa serunya bermain permainan tradisional, salah satunya "ucing sumput". Ucing sumput ini adalah permainan tradisional sunda yang permainannya bersembunyi dan mencari. Permainan ini biasanya terdiri dari 2 orang atau lebih. Anak anak biasanya melakukan gambreng atau hompimpah untuk menentukan siapa yang jadi kucingnya. Lalu setelah terpilih, si kucing pun menghitung sesuai dengan kesepakatan. Sementara itu yang lainnya bersembunyi. Setelah selesai menghitung kucingnya pun mencari temannya yang lain. Teman yang...
Makalah ini bercerita tentang salah satu permainan/perlombaan di daerah Minangkabau
Permainan ini sudah tidak asing lagi karena sudah ada sejak nenek moyang kita dahulu. Namun saat ini permainan tersebut sudah jarang dimainkan, baik di desa atau di kota. Yang akan saya bahas kali ini yaitu permainan tradisional berupa egrang yang ada di Jawa Barat khususnya di daerah tempat tinggal saya Kabupaten sukabumi yang di kenal dengan nama egrang (jajangkungan). Permainan Egrang cukup terkenal di daerah tempat tinggal saya. Permainan ini sering dilakukan oleh anak-anak usia 7 sampai 13 tahun(anak SD, SMP). Tetapi tidak jarang anak yang duduk di bangku TK pun sudah bisa memainkannya dan orang dewasa pun ikut memainkannya. Permainan egrang ini dipandang sebagai permainan yang menyenangkan, menantang, dan tidak memakan biaya yang mahal untuk membuat alat permainan tersebut. Cara bermain Egrang yaitu diawali dengan 2 anak atau lebih dari garis start, Jika sudah ada aba-aba mulai maka para pemain akan berlari dengan menggunakan Egrang tersebut jika terjatuh di tengah jalan mak...
Gotri Legendri adalah permainan daerah yang sering dimainkan oleh anak-anak asal Solo, Jawa Tengah. Peserta permainan ini terdiri dari minimal 4 orang, dan pada zaman dahulu, permainan ini dimainkan dengan menggunakan pecahan-pecahan genting atau batu, dengan salah satu kepingannya berukuran lebih besar dari yang lainnya. Di awal permainan, seluruh peserta akan duduk melingkar dengan masing-masing anak memegang batu sambil menyanyikan lagu Gotri. Seiring berjalannya lagu, batu akan digeser berputar. Lalu, saat lagu selesai, anak yang terakhir kali memegang batu atau kepingan yang paling besar akan dihukum. Jenis hukumannya beragam sesuai kesepakatan para pemain, namun hukuman yang umumnya digunakan adalah menyanyi di depan pemain lain. Alat bantu permainan dapat diganti dengan balok atau benda yang bentuk geometri atau warnanya berbeda. Hal ini bertujuan untuk sekaligus mengenalkan kepada para pemain, yang umumnya adalah anak-anak, mengenai bentuk-bentuk geometri ataupun war...
Permainan yang sering di main kan oleh murid-murid sekolah in saat istirahat adalah permainan yang hampir murid-murid bekasi main sekali atau lebih. Permainan ini dimainkan oleh 2 Team Dan pilih 2 benda (tiang atau pohon) sebagai benteng, Cara untuk memenangkan permainan ini dengan Salah satu anggota kelompok menyentuh benteng lawan Dan Cara untuk menjaga benteng tersebut dengan menyentuh anggota lawan yang ingin menyerang untuk menangkap anggota lawan tersebut. OSKMITB2018
Jika kalian pikir layangan hanya diterbangkan dan di'adu' dengan teman, di tempat kami layangan tidak hanya dimainkan demikian. Mungkin karena asyiknya 'moro langlayang' (mengejar layangan yang putus) menginspirasi anak-anak di daerah kami untuk terus melakukan hal tersebut, hal yang mereka lakukan yaitu menerbangkan kembali layangan yang putus hasil dari 'moro langlayang' tadi. Jadi, awalnya masing-masing anak yang senang bermain layangan suka mengejar layangan temannya yang putus karena kalah saat 'diadu'(melawan layangan lain dengan menggesekan senar/tali layangannya agar salah satu pihak talinya putus) dan saat mendapatkan layangan tersebut, kawan lainnya mengajak untuk 'moro' lagi. Alhasil layangan tadi kembali diterbangkan walau dengan tali yang pendek. Jika ada yang mendapatkannya lagi, ia yang akan menerbangkan layangan itu juga. Lalu yang lain mengejar dan mendapatkannya, diterbangkan lagi. Memang permainannya 'simple' tapi rasa kebersamaan saat bermain, kekeluargaan saat...
Indonesia ini negara yang besar dan mempunyai banyak budaya budaya yang unik. Budaya merupakan ciri bangsa yang harus kita jaga kelestarianya. Indonesia memiliki beberapa kebudayaan yang sangat unik seperti Pasola yang berasal dari Sumba, NTT. Pasola artinya lembing kayu yang digunakan untuk melempar. Pasola berarti melemparkan lembing kayu sambil memacu seekor kuda. Tradisi ini biasanya diadakan setiap setahun sekali tepatnya di bulan Februari. Pasola ini seperti sebuah permainan perang-perangan, silsilahnya sebagai wujud kesedihan seseorang yang telah kehilangan istrinya. Prosesi upacara diawali dengan adat nyale, berupa syukuran dengan datangnya musim panen dan kedatangan banyak cacing dipinggir pantai. Cacingnya pun dijadikan sebuah pertanda, bila cacing itu gemuk warna-warni maka akan medapatkan kebaikan, dan sebaliknya maka akan dapet malapetaka. Dengan datangnya cacing-cacing tersebut, proses pasola akan dimulai. Beberapa orang seperti ksatria akan turut ber...
Sebelum berkembangnya teknologi, bangsa Indonesia masih menggunakan permainan-permainan tradisional menggunakan bahan dasar sederhana, yaitu kertas. Dengan menggabungkan seni wayang dan budaya permainan khas Jawa Tengah, permainan umbul merupakan permainan dengan budaya Indonesia yang kuat karena keunikkannya. Umbul lebih terkenal di kalangan anak kecil sehingga sedikit kurang dikenal oleh orang dewasa. Diambil dari bahasa Jawa, Umbul memiliki arti yaitu “melempar kertas”. Cara bermainnya cukup mudah, yaitu dengan melempar gambar-gambar tokoh wayang yang terbuat dari kertas dengan ukuran 4x6cm. Ada sekitar 50 tokoh wayang yang dapat dipakai dengan 2-4 pemain. Dengan masing-masing pemain memilih 2-3 tokoh wayang, gambar wayang yang kemudian dilempar ke atas bersama-sama dengan satu orang yang ditunjuk untuk melempar. Dilihat dari gambar mana yang jatuh ke tanah (posisi gambar), wayang dengan posisi telentang itulah yang menang. Permainan yang cuku...
Gambul adalah salah satu permainan tradisional populer di kalangan anak-anak Jawa pada tahun 90-an. Permainan ini merupakan permainan yang cukup sederhana dan tidak membutuhkan terlalu banyak alat permainan. Di Jawa Barat, gambul hampir serupa dengan bekel. Namun, jika bekel menggunakan biji besi dengan bentuk khusus, maka gambul hanya menggunakan kerikil-kerikil kecil dan bola karet. Gambul bisa dikatakan sebagai versi sederhana dari bekel Cara bermainnya cukup mudah. Bisa dimainkan sendiri, dua orang, maupun lebih dari itu. Caranya adalah, sebarkan batu kerikil di depan pemain. Lalu, pantulkan bola karet. Ketika bola melambung, maka pemain harus memungut kerikil-kerikil yang disebar sebanyak mungkin. Pemain akan dihitung kalah jika bola karet tidak tertangkap kembali oleh tangan pemain. Lalu, pemain akan bergiliran dengan pemain lainnya. Permainan ini sangat sederhana. Tapi permainan ini cocok untuk melatih kesabaran anak-anak sambil mengisi waktu luang. Terkadang,...