Permainan Tradisional
Permainan Tradisional
Permainan tradisional Jawa Barat Jawa barat
Kaulinan barudak - Ucing sumput
- 15 Agustus 2018

Generasi Z. Itulah sebutan untuk generasi masa kini yang hampir tidak pernah tidak tersentuh teknologi. Generasi yang mana terlahir bersamaan dengan perkembangan teknologi.

Generasi dimana orang orang sibuk berkutat dengan gadgetnya, bahkan anak anak kecil pun. Bermain game, melihat video, lembaga, hingga belajar pun dilakukan pada gadgetnya.

Anak anak kecil pun secara otomatis jarang menghabiskan waktu bermain di luar rumah. Dan banyak sekali yang tidak tahu betapa serunya bermain permainan tradisional, salah satunya "ucing sumput".

Ucing sumput ini adalah permainan tradisional sunda yang permainannya bersembunyi dan mencari. Permainan ini biasanya terdiri dari 2 orang atau lebih.

Anak anak biasanya melakukan gambreng atau hompimpah untuk menentukan siapa yang jadi kucingnya. Lalu setelah terpilih, si kucing pun menghitung sesuai dengan kesepakatan. Sementara itu yang lainnya bersembunyi. Setelah selesai menghitung kucingnya pun mencari temannya yang lain. Teman yang pertama ditemukan biasanya otomatis menjadi kucing selanjutnya.

Itulah salah satu permainan tradisional yang saat ini jarang diketahui anak anak. Ayo kita lestarikan kaulinan barudak!

OSKMITB2018

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Sekaten adalah Upacara Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Asal-usul dan sejarah serta fungsi,
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Sekaten adalah Upacara Peringatan Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Asal-usul dan sejarah serta fungsi, makna, dan nilai budaya Identitas Ritual Sekaten adalah rangkaian upacara tahunan yang diselenggarakan oleh Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi) [S1][S3]. Ritual ini berlangsung selama delapan hari, dimulai pada tanggal 5 Rabi'ul Awal (Mulud dalam kalender Jawa) dan berakhir pada tanggal 12 Rabi'ul Awal dengan upacara penutup bernama Garebeg Mulud [S3]. Nama "Sekaten" sendiri berasal dari adaptasi istilah Arab syahadatain , yang merujuk pada dua persaksian (syahadat) dalam Islam [S1]. Komunitas pelaksana Sekaten adalah institusi keraton sebagai pusat ritual, dengan melibatkan masyarakat luas dalam prosesi dan perayaan [S2]. Lokasi utama penyelenggaraan adalah Yogyakarta, meskipun tradisi serupa juga dilaksanakan di Surakarta [S1]. Upacara ini bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan laku budaya-religius...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Penenun kain gringsing di Desa Tenganan
Motif Kain Motif Kain
Bali

Penenun kain gringsing di Desa Tenganan Identitas dan Asal-Usul Tenun Gringsing diklasifikasikan sebagai salah satu contoh wastra Indonesia yang memiliki makna dan simbol tersendiri [S2]. Kain tradisional ini tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga mengandung nilai filosofis dan merepresentasikan dimensi budaya masyarakat [S2]. Dalam konteks motif etnik, Gringsing dikenal sebagai kain yang sarat makna dan cerita budaya [S5]. Sentra produksi utama kain ini terletak di Desa Tenganan, Bali [S4]. Komunitas penenun di desa tersebut memegang tradisi pembuatan kain dengan teknik dobel ikat penuh [S4]. Istilah Geringsing merupakan serapan dari bahasa Bali yang merujuk pada objek budaya ini [S3]. Proses pembuatan kain ini melibatkan teknik rumit yang membedakannya dari jenis kain lain seperti batik [S2]. Status kain ini adalah sakral dan menyimpan sejarah serta filosofi tridatu dalam pola yang dihasilkan [S4]. Keberadaannya diakui sebagai bagian dari warisan budaya tekstil Nu...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Fado Sumber kebudayaan
Alat Musik Alat Musik
Maluku

Fado Sumber kebudayaan Identitas dan Asal-Usul Tifa adalah alat musik perkusi tradisional yang berasal dari kawasan Timur Indonesia, khususnya Kepulauan Maluku dan Papua [S4]. Sebagai instrumen pukul, tifa memiliki fungsi sentral dalam praktik musik dan ritual budaya masyarakat setempat, membedakannya dari alat musik dawai atau tiup yang dominan di wilayah lain nusantara [S3]. Secara morfologi, tifa dibuat dari sebatang kayu yang dikosongi bagian dalamnya dengan salah satu ujung tertutup, umumnya menggunakan kulit rusa yang telah dikeringkan sebagai membran untuk menghasilkan resonansi [S4]. Konstruksi ini serupa dengan kendang, namun tifa memiliki karakteristik akustik dan konteks budaya yang spesifik bagi komunitas Papua dan Maluku [S4]. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tangan atau alat pemukul khusus yang disebut gaba-gaba [S4]. Tifa memiliki variasi jenis berdasarkan ukuran dan fungsi dalam ensambel musik tradisional [S3]. Meskipun sumber resmi yang...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
id – Apakah kamu pernah mendengar cerita rakyat Sangkuriang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

id – Apakah kamu pernah mendengar cerita rakyat Sangkuriang Lead Kisah Di tanah Jawa Barat, terbentang sebuah legenda yang begitu memikat, mengisahkan cinta terlarang dan tragedi yang membentuk lanskap alam. Cerita rakyat Sangkuriang, salah satu dongeng paling masyhur di Indonesia, bukan sekadar hiburan semata, melainkan sebuah narasi yang sarat akan nilai moral dan kearifan lokal [S1, S3, S4]. Legenda ini, yang berakar kuat dalam budaya Sunda, telah diwariskan turun-temurun, mencerminkan kekayaan dan kompleksitas tradisi yang terus hidup [S2, S7]. Kisah Sangkuriang ini mengundang kita untuk menyelami misteri hubungan rumit antara ibu dan anak, sebuah cinta yang terlarang, serta konsekuensi dari ambisi yang membara [S2, S10]. Lebih dari sekadar romansa, legenda ini menyimpan simbolisme mendalam yang relevan hingga kini, menginspirasi karya seni dan bahkan mempengaruhi pariwisata [S4]. Sangkuriang bukan sekadar dongeng pengantar tidur, melainkan cerminan perjalanan budaya yang pe...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Mengenal papeda dan asal usulnya Papeda adalah makanan khas dari Papua yang terbuat dari sagu yang direbus hin
Makanan Minuman Makanan Minuman
Papua

Mengenal papeda dan asal usulnya Papeda adalah makanan khas dari Papua yang terbuat dari sagu yang direbus hin Identitas Kuliner Papeda merupakan makanan pokok yang berasal dari wilayah Papua dan menjadi simbol identitas bagi masyarakat di Indonesia Timur [S1]. Bahan utama penyusun hidangan ini adalah tepung sagu yang diolah menjadi bubur kental melalui proses perebusan [S2]. Keberadaan papeda telah dikenal sebagai bagian dari tradisi kuliner lokal sejak ratusan tahun yang lalu, menjadikannya warisan kuliner yang signifikan [S1]. Ciri khas fisik papeda terletak pada teksturnya yang lengket dan kenyal, menyerupai sifat lem saat disantap [S1]. Teknik pembuatan yang diterapkan cukup sederhana, yaitu mencampurkan sagu yang telah diolah dengan air kemudian direbus hingga matang sempurna [S2]. Proses ini memastikan konsistensi makanan yang sesuai dengan standar konsumsi masyarakat setempat [S2]. Dalam praktik konsumsi, papeda sering kali dipadukan dengan lauk pauk seperti ikan tongk...

avatar
Kianasarayu