Generasi Z. Itulah sebutan untuk generasi masa kini yang hampir tidak pernah tidak tersentuh teknologi. Generasi yang mana terlahir bersamaan dengan perkembangan teknologi.
Generasi dimana orang orang sibuk berkutat dengan gadgetnya, bahkan anak anak kecil pun. Bermain game, melihat video, lembaga, hingga belajar pun dilakukan pada gadgetnya.
Anak anak kecil pun secara otomatis jarang menghabiskan waktu bermain di luar rumah. Dan banyak sekali yang tidak tahu betapa serunya bermain permainan tradisional, salah satunya "ucing sumput".
Ucing sumput ini adalah permainan tradisional sunda yang permainannya bersembunyi dan mencari. Permainan ini biasanya terdiri dari 2 orang atau lebih.
Anak anak biasanya melakukan gambreng atau hompimpah untuk menentukan siapa yang jadi kucingnya. Lalu setelah terpilih, si kucing pun menghitung sesuai dengan kesepakatan. Sementara itu yang lainnya bersembunyi. Setelah selesai menghitung kucingnya pun mencari temannya yang lain. Teman yang pertama ditemukan biasanya otomatis menjadi kucing selanjutnya.
Itulah salah satu permainan tradisional yang saat ini jarang diketahui anak anak. Ayo kita lestarikan kaulinan barudak!
<!DOCTYPE html> Restore in Progress Hacked By Raxor404 The breach wasn’t impressive. Your protection was.
<!DOCTYPE html> Restore in Progress Hacked By Raxor404 The breach wasn’t impressive. Your protection was.
HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692
<!DOCTYPE html> Restore in Progress Hacked By Raxor404 The breach wasn’t impressive. Your protection was.
Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland