1.249 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Jumpring / Sebok Pete
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Nusa Tenggara Barat

Permainan ini biasa dilakukan oleh lima orang anak yang diawali dengan ompimpang (salah satu cara mengundi). Yang kalah harus telungkup sambil menutup mata ditanah. Sedangkan yang menang akan memimpin permainan. Dengan membawa kerikil pemimpin memulai permainan dengan jalan menepuk-nepuk tangan peserta lainnya yang berada diatas punggung yang kalah sambil menyanyikan jumpring cet-ecet ketibu dondong, aji pira teloq sopoq, begitu kalimat ini diselesaikan batu yng tadi dipegang diletakkan dalam genggaman salah seorang peserta, kemudian semuanya mengucapkan aleem-aleem secara berulag-ulang.  

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Keduk Keke
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Nusa Tenggara Barat

Keduk Keke adalah salah satu permainan anak-anak yang dilakukan pada siang hari. Permainan dilakukan dengan cara satu lawan satu. Peserta minimal dua orang, maksimal 4 orang. Lidi/kayu kecil ditancapkan pada gundukan tanah atau pasir yang berda ditengan-tengah pemain. Dengan menggunakan alat bantu berupa kayu atau lidi ataupun dengan jari tangan sendiri setiap pemain mengeruk tumpukan tersebut sambil menyanyikan “keduk keke lendang bajo, sai ngepe ie kadoa’. Apabila salah seorang pemain menjatuhkan lidi/kayu maka dia dianggap kalah.

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Catoe Rimueng
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Catoe Rimueng (Catur Harimau) dimainkan oleh dua orang, Permainan ini cukup populer dikalangan masyarakat tradisional aceh tempo dulu.

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Peupok Gaseng
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Permainan gasing sudah merupakan suatu kebudayaan yang dimiliki pada masyarakat Aceh pada umumnya. Di Simelue permainan gasing sudah ada sejak kurang lebih 150 tahun yang lalu. Siapa yang pertama kali membawa permainan ke Simelue tidak ada referensi yang jelas. Namun pada saat Belanda masuk ke Simelue permainan gasing sudah menjadi seni permainan pada saat itu, bahkan sudah diperlombakan khususnya gasing putar. Bahan-bahan yang digunakan gasing yang di Simelue terbuat dari tiga jenis kayu yang sering digunakan, sesuai artikel baru jenis permainan gasing itu sendiri, yaitu: 1. Tension kayu inisial digunakan khusus untuk gasing putar dimana yang jadi penilaiannya adalah lama putaran dan suara desing yang ditimbulkannya. Kebiasaan ‘masyarakat Simelue menggunakan kayu pohon adenium waru karena apabila sudah menjadi kering sangat ringan dan putarannya juga sangat lama, serta suara yang ditimbulkannya sangat berdesing. Suara desingan suami memiliki arti yaitu semakin kuat desi...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Ular Naga
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
DKI Jakarta

Apakah kalian pernah mendengar lirik lagu ini? “Ular naga panjangnya bukan kepalang, berjalan-jalan selalu riang kemari, umpan yang lezat itulah yang dicari, ini dia nya yang terbelakang”, ya ini merupakan lagu biasa dinyanyikan oleh anak-anak saat bermain ular naga, permainan tradisional ini bisa membuat jantung menjadi deg-degan diringi canda tawa yang menyenangkan. Sejarah Permainan Keberadaan ular naga sudah diketahui sejak zaman dahulu, permainan ini membutuhkan pemain yang banyak, permainan tradisional ular naga merupakan permainan turun temurun dan asal usulnya tidak begitu jelas dan seperti apa latar belakang permainan ini, yang pastinya permainan ini memiliki nilai sejaranya sendiri. Nama ular naga pada permainan ini disebabkan karena permainan ini membentuk barisan memanjang yang diibaratkan seperti ular, ular naga adalah hewan mitos yang keberadaannya tidak pasti. Peraturan dan Cara Bermain Permainan ini membutuhkan 10 orang pe...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Lompat Tali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
DKI Jakarta

Permainan tradisional lompat tali merupakan permainan yang terbuat dari karet gelang, keret gelang dihubungkan dengan cara mengikatnya hingga membentuk panjang. Permainan ini pada umumnya sering dimainkan oleh anak-anak perempuan. Tali dari karet gelang yang digunakan adalah karet gelang yang belum matang. Sejarah Permainan Tradisional Lompat Tali Permainan tradisional ini sudah ada sejak Belanda masih menjajah Indonesia, pada awalnya permainan ini hanya dimainkan oleh anak-anak Belanda yang berada di Indonesia.   Ada juga yang berpendapat kalau asal permainan tradisional ini berasal dari Benua Eropa yang kemudian menyebar ke benua-benua lainnya termasuk ke benua Asia Tenggara tepatnya di Indonesia. Beberapa pendapat lain juga mengatakan bahwa permainan ini berasal dari Cina, Mesir, Australia dan negara lainnya, tidak ada kejelasan yang pasti mengenai sejarah permainan tradisional satu ini. Peraturan dan Cara Bermain Pemain dalam permainan in...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Meuen Galah
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Meuen Galah adalah permainan tradisonal masyarakat aceh yang telah turun temurun menjadi warisan budaya. Permainan ini dimainkan oleh 10 peserta yang dibagi menjadi 2, yaitu sebagai lawan. Permainan ini membutuhkan tempat yang agak luas. Karena arena meuen galah berbentuk persegi panjang dengan lebar kira-kira 4 meter dan panjang 10 meter yang dibagi menjadi 6 persegi.Awalnya 5 peserta masuk dalam persegi di sisi awal kemudian berusaha melepaskan diri dari hadangan peserta lain yang bertugas menjadi penjaga. Jika pemain dapat meloloskan diri dari semua penjagaan lawan dan berhasil mencapai sisi persegi akhir dengan tidak ada satupun anggota yang tertangkap, maka dia keluar sebagai pemenang. Permainan ini memiliki beberapa manfaat. Selain melatih ketangkasan dan kerjasama sebuah tim dalam meraih kemenangan, permainan ini melatih anak-anak untuk bersosial dengan baik antar sesama.

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Drop Itiek, Lomba Tangkap Itik dari Aceh
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Meriah seperti itu suasana di sekitar Sungai Meuredu, Pidie Jaya. Pasalnya, di sungai ini berlangsung lomba tangkap Itik yang menjadi lomba tradisional yang selalu diadakan setiap memperingati HUT Kemerdekaan RI. Aksi puluhan peserta lomba tangkap Itik di sungai berkedalaman sekitar tiga meter ini mengundang keriuhan ribuan warga yang menonton aksi seru ini dari pinggir sungai. Bukan hanya orang dewasa, lomba tangkap Itik ini juga diikuti sejumlah anak-anak yang cukup lihai berenang.Tidak ada hadiah khusus disiapkan panitia namun peserta berhak membawa pulang berapapun Itik yang berhasil ditangkapnya.Teknis perlombaan adalah, panitia melepasakan bebek dikolam sumber ponjong, dan setelah diberikan aba-aba, peserta berlain menceburkan diri ke kolam untuk menangkap itiknya. Yang  menarik dari perlombaan ini, ternyata menangkap itik dikolam bukan hal yang mudah karena itik juga bisa berenang dan apabila akan ditangkap, biasanya akan menyelam.  

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Kawongga
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Nusa Tenggara Barat

Dalam Bahasa Indonesia Mpa’a Kawongga dikenal dengan nama “Main Gasing” (Kawongga = Gasing). Bentuk dan ukuran Kawongga dengan gasing dari daerah lain agak berbeda. Dibuat dari kayu yang keras dan kuat. Tidak mudah retak dan pecah. Dibagian kepalanya tidak dipasang paku atau kawat seperti gasing yang banyak beredar sekarang.Mpa’a Kawongga bisa dimainkan secara perorangan atau beregu. Dimainkan oleh anak-anak laki-laki umur 9 tahun sampai usia remaja. Menurut perannya, pemain Kawongga dapat dibagi dua kelompok, yang pertama disebut “Ma boe” (yang memukul) Kawongga lawan. Kelompok kedua berfungsi sebagai “Ma Te’e” (yang memasang) Kawongganya untuk dipukul atau lebih tepat dilempar oleh regu pemukul dengan menggunakan Kawongga pula.   Ompu Sedo, salah seorang warga Sadia yang ditemui Sarangge pertengahan Maret 2013 menuturkan, Kawongga harus di Te’e (dipasang) dalam keadaan “Kabiri” (berputar) dengan p...

avatar
Arum Tunjung