1.687 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Riwayat Gambar Cadas #DaftarSB19
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sulawesi Selatan

Di Indonesia,  gambar cadas  merupakan suatu hasil kebudayaan yang berkembang pada masa berburu tingkat lanjut, dan ditemukan di daerah Sulawesi Selatan, Kepulauan Maluku, Papua, Kalimantan dll. Gambar cadas merupakan bukti sejarah bahwa manusia pada zaman prasejarah mampu mencurahkan ekspresinya ke dalam lukisan. Menurut Kosasih (1983) lukisan gua di Indonesia berkembang pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut. Jadi ada persamaan dengan gambar cadas di Eropa, yaitu pada tahap yang sama, berburu dan meramu. Menurut H.R. Van Hekeren (1972, dalam Permana 2008) kemungkinan besar kehidupan gua di Sulawesi Selatan berlangsung sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Pada 1950, H.M. Heeren-Palm menemukan gambar cadas di Sulawesi Selatan tepatnya di Leang Pattae. Di gua ini ditemukan cap-cap tangan dengan latar belakang cat merah, barangkali ini merupakan cap tangan kiri perempuan. Cap-cap tangan ini dibuat dengan cara merentangkan jari-jari tangan di dinding gua...

avatar
rendra pratama
Gambar Entri
Candi Gunung Arjuna #DAFTARSB19
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Kompleks Percandian Gunung Arjuna sejak jaman dahulu sudah dijadikan tempat pemujaan sejak jaman Kerajaan Singasari dan Majapahit. Sehingga percandian di Gunung Arjuna banyak menganut agama Budha.  Kompleks Percandian Gunung Arjuna terletak di sebelah barat laut Kota Malang merupakan tempat yang cukup bersejarah di daerah Malang. Dilereng-lereng di gunung Arjuna yang berketinggian mencapai 3.339 mdpl tersebut banyak sekali terdapat sebuah arca maupun candi peninggalan dari kerajaan Majapahit. Situs-situs yang kuno dan bersejarah ini banyak sekali berserakan mulai dari kaki gunung sampai dengan puncak gunung arjuna. Hal ini dibuktikan dengan ditemukan sebuah candi seperti Candi Bhatara Guru, Candi Kembang, Candi Lepek, Candi Madrin, Candi Wesi, Candi Hyang Semar, Candi Makutarama, Candi Patung Lesung, Candi Rancang Kencana, Candi Rhatawu, Candi Sepilo, Candi Watu Ireng, Candi Laras, Gua Gambir, Indrikilo, dan Satria Manggung.

avatar
Nurzaa_sy
Gambar Entri
Candi Jawar Ombo #DAFTARSB19
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Candi di Malang selanjutnya adalah candi Jawar Ombo. Candi Jawar Ombo berlokasi di Desa Mulyoasri, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.  Candi Jawar Ombo mempunyai sebuah keunikan yaitu terdapat sebuah empat umpak batu yang masing-masing memiliki lubang di bagian tengahnya pada lantai candi ini. Bentuk kaki dari candi ini yaitu berupa sebuah pelipit setengah lingkaran dan bentuk segi empat, keempat sisi dari batutersebut dihiasi dengan relief-relief yang menggambarkan sebuah teratai dan tapak dara. Pintu masuk dari candi terdapat sebuah arca batu yang sedang memegang gada, yang diperkirakan oleh para arkeolog sebagai Dwarapala. Mengingat, bahwa sebuah gada merupakan ciri khas dari arca Dwarapala. Arca Dwarapala merupakan sebuah arca yang umumnya terdapat di setiap candi yang menganut Hindu-Budha.

avatar
Nurzaa_sy
Gambar Entri
Prasasti Huludayeuh. Prasasti yang jarang di Ekspos #DaftarSB19
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Prasasti Huludayeuh   Secara administrasi Situs Huludayeuh berada di Kampung Huludayeuh, Desa Bobos, Kecamatan Sumber,  dengan ketinggian  ± 73 m dari permuakaan air laut. Sungai yang mengalir di daerah ini adalah Sungai Cimanggung.Wilayah ini merupakan daerah pegunungan, sedang sekitar prasasti berupa pesawahan rakyat yang subur dan produktif, dengan menggunakan sistem sengked (bertingkat). Situs Huludayeuh berada ± 15 km sebelah baratdaya dari Kota Cirebon atau ± 7 km  sebelah utara dari Situs Kawali, Kabupaten Ciamis. Untuk mencapai lokasi situs dari kedua daerah tersebut (Cirebon dan Kawali) dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat hingga Desa Bobos. Selanjutnya menelusuri jalan setapak berupa pematang sawah sejauh ± 150 meter. Kemunculan situs ini berawal laporan Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cirebon yang tertuang dalam Surat Nomor 1516/...

avatar
Muhammad Rezha Agustian
Gambar Entri
Sureq Galigo #DaftarSB19
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sulawesi Selatan

Sureq Laligo adalah nama lain dari La Galigo yang merupakan  sebuah naskah epos yang menceritakan penciptaan manusia. Cerita ini berasal dari suku Bugis di Sulawesi Selatan. Cerita ini ditulis di antara abad ke-13 dan ke-15 dalam bentuk puisi bahasa Bugis kuno, ditulis dalam huruf Lontara kuno Bugis. Versi tertulis hikayat ini yang paling awal diawetkan pada abad ke-18. Sekarang manuskripnya banyak di simpan di Eropa dan Indonesia Hikayat La Galigo telah menjadi dikenal di khalayak internasional secara luas setelah diadaptasi pertunjukan I La Galigo oleh Robert Wilson , sutradara asal Amerika Serikat , yang mulai dipertunjukkan secara internasional sejak tahun 2004. Naskah ini juga sudah di tetapkan sebagai Memory of the World oleh UNESCO. Ukuran keseluruhan karya ini sangat besar (diperkirakan 6000 halaman folio) dan dapat dianggap sebagai karya sastra paling produktif di dunia.   sumber UNESCO. “La Galigo.”  http://www.un...

avatar
Evelyn Clarissa
Gambar Entri
Petilasan Senthono Genthong Pacitan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Dihimpun dari berbagai sumber sejarah, banyak yang meyakini bahwa Sentono Genthong adalah bekas petilasan. Disebut Sentono Genthong, dikarenakan kawasan ini berisi tulang dan diberi tungku kecil tanpa tiang. Sedangkan penamaan Genthong, merupakan tungku yang terbuat dari tanah liat. Versi lain, menurut cerita sejarah, pada zaman penjajahan Belanda, sekitar tahun 1871, tulang yang berada di kawasan Sentono Genthong hilang, dan genthong di kawasan tersebut bocor, yang disebutkan hilangnya tulang tersebut diambil oleh salah satu juru tulis di Pacitan bernama Lamrez. Banyak cerita yang bisa mengungkapkan sejarah kawasan Sentono Genthong, salah satunya adalah cerita yang menyebut Senthono Gentong adalah tumbalnya Pulau Jawa, sebagaimana diceritakan kembali oleh budayawan Pacitan Nur Ichwan. Belum diketahui secara pasti cerita beberapa versi tentang Sentono Genthong tersebut, namun yang jelas kawasan ini adalah bekas tempat tinggalnya nenek moyang di Pacitan. Budayawan la...

avatar
Gandungsenatama123
Gambar Entri
Kertas Kulit Alim #DaftarSB19
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Kulit kayu alim (Aquilaria) adalah bahan utama yang digunakan untuk membuat laklas, alas tulis dalam naskah Batak. Kulit kayu alim yang dipakai bukanlah kulit luar yang sudah kering dan mati, melainkan lapisan dalam yang tidak keras. Proses produksinya memerlukan keahlian khusus yang tidak dimiliki sembarangan orang. Pertama-tama kayu dipanen dan dikeringkan, kemudian dipilih ukurannya yang cocok untuk keperluan menulis. Kemudian setelah kulit kayu dikelupas, kulit luar yang kering dipisah dari kulit dalamnya. Kupasan kulit kayu tersebut bisa mencapai 15 meter dan lebar 60 cm. Kulit kayu alim tidak ditempa seperti daluwang. Jika ukuran panjang lembaran tidak sesuai yang diinginkan, maka lembaran ditempelkan. Kemudian, kedua ujungnya dipotong lurus dan permukaannya diratakan menggunakan pisau. Berikutnya dihaluskan menggunakan dedaunan. Daun yang digunakan biasanya jenis Ficus Ampelas burm. Tahap yang paling sulit dalam memproses kulit kayu alim adalah saat melipat, sebagaimana yang...

avatar
Septia_hermawati
Gambar Entri
Situs Pabeasan #DaftarSB2019
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Situs pabeasan merupakan salah satu prasasti batu yang berada di daerah Kampunh Warunggede, Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Situs berupa batu persegi tersebut belum diketahui usianya. Namun menurut kuncen (juru kunci) situs pabeasan Iin Solihin situs batu tersebut diperkirakan sudah ada sejak jaman kerajaan Padjajaran. Menurut beliau prasasti ini merupakan tempat paniisan/istirahat Nyimas Entang Bandung. Namun menurut pemerintah prasasti ini merupakan simbol kesuburan wilayah sekitarnya. Iin solihin pun bercerita bahwa tempat ini sering didatangi oleh orang yang bersemedi dan tempat berdoa beberapa petani yang hendak memohon kesuburan serta panen melimpah kepada Tuhan.

avatar
Dikdikpebriansyah
Gambar Entri
Prasasti Mandiwunga #DaftarSB19
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Prasasti Mandiwunga adalah salah satu peninggalan sejarah dari kerajaan yang terletak antara Sungai Citarum di sebelah barat dan Sungai Ci Serayu juga Cipamali di sebelah timur, yaitu Kerajaan Galuh. Prasasti ini ditemukan di Desa Cipadung, Kecamatan Cisaga, Ciamis pada tahun 1985. Prasasti yang dituliskan di sebuah batu alam ini mengalami patah pada bagian atas dan ukuran yang ada sekarang yaitu dengan tinggi 70cm, lebar 14-26cm, serta tebal antara 4-5-10cm. Selanjutnya, prasasti ini pertama kali diumumkan oleh Dirman Surachmat dalam forum seminar sejarah di Yogyakarta tahun 1985 tetapi transkripsi dan pembahasannya belum sempurna. Sehingga, pada tahun 1991 ditranskripsi ulang oleh Richadiana Kartakusuma dan hasil transkripsinya disampaikan langsung ke museum setempat. Prasasti Mandiwungan bertulisan lima baris beraksara dan berbahasa gaya Jawa Kuno dengan transkripsi sebagai berikut: masa krsna paksa nawami haryang pon wrehaspati wa ra tatkala sima ri...

avatar
Arsita Dwi Prinandasari