Dihimpun dari berbagai sumber sejarah, banyak yang meyakini bahwa Sentono Genthong adalah bekas petilasan. Disebut Sentono Genthong, dikarenakan kawasan ini berisi tulang dan diberi tungku kecil tanpa tiang. Sedangkan penamaan Genthong, merupakan tungku yang terbuat dari tanah liat.
Versi lain, menurut cerita sejarah, pada zaman penjajahan Belanda, sekitar tahun 1871, tulang yang berada di kawasan Sentono Genthong hilang, dan genthong di kawasan tersebut bocor, yang disebutkan hilangnya tulang tersebut diambil oleh salah satu juru tulis di Pacitan bernama Lamrez.
Banyak cerita yang bisa mengungkapkan sejarah kawasan Sentono Genthong, salah satunya adalah cerita yang menyebut Senthono Gentong adalah tumbalnya Pulau Jawa, sebagaimana diceritakan kembali oleh budayawan Pacitan Nur Ichwan. Belum diketahui secara pasti cerita beberapa versi tentang Sentono Genthong tersebut, namun yang jelas kawasan ini adalah bekas tempat tinggalnya nenek moyang di Pacitan. Budayawan lain Pacitan, Djohan Perwiranto juga menyebutkan bahwa kawasan ini merupakan tempat pemujaan para dewa oleh nenek moyang. Hal itu dikarenakan dengan letaknya yang mengarah ke laut selatan, di puncak bukit dan ada jurang di kawasan tersebut. #DaftarSB19
https://pacitanku.com/2018/05/01/sentono-genthong/
SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelama...
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.