1.686 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kubur Tempayan Anyer Lor
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Banten

nyer Lor secara adminitrastif berada di Kampung Kapuh, Desa Lor, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang. Sekilas Anyer Lor nampak seperti tempat biasa pada umumnya, yang terlihat juga hanya rumah-rumah penduduk. Ternyata, lokasi tersebut pernah menjadi tempat kubur tempayan manusia prasejarah. Penemuan tempat kubur tempayan berawal dari peneilitian HR Van Heekeren dan Basuki pada 1955 silam. Pada penelitian tersebut ditemukan rangka manusia yang ditempatkan dengan posisi jongkok di dalam keramik lokal tipe tempayan. Oleh karena itu, sistem penguburan tersebut dikenal dengan penguburan tempayan. Tidak hanya sistem tempayan, penelitian arkeologi pada 1979 juga menemukan adanya sistem penguburan di luar tempayan. Rangka-rangka yang ditemukan dari sistem penguburan tersebut berupa rangka orang dewasa dan anak-anak. Dikutip dari laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, kedua sistem penguburan tersebut biasanya disertai dengan bekal kubur berupa periuk kecil (dulang), pedupaan, kendi, sedangk...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
PRASATI KEDUKAN BUKIT
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Selatan

Asal Daerah/Kota: Palembang Propinsi: Sumatera Selatan Deskripsi: Ditemukan pertama kali oleh M. Batenburg tanggal 29 November 1920 di Kedukan Bukit, Sumatera Selatan, di tepi sungai Tatang. Berbentuk batu tulis dengan dimensi 45 X 80 cm. Kontributor: Dulsini   Isi Prasasti: Teks (bahasa Melayu Kuno): svasti Å›rÄ« Å›akavaŕşātÄ«ta 605 (604 ?) ekādaśī Å›u klapakÅŸa vulan vaiśākha dapunta hiya nāyik di sāmvau mangalap siddhayātra di saptamÄ« Å›uklapakÅŸa vulan jyeÅŸÅ£ha dapunta hiya maÅ•lapas dari minānga tāmvan mamāva yam vala dualakÅŸa dangan ko- duaratus c...

avatar
Roro
Gambar Entri
Naskah Kuno Layang Buana Wisesa
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Naskah Kuno Layang Buana Wisesa Dari Garutpedia   Nama Pemegang naskah : Adang. Tempat naskah : Kp. Cieunteung Desa Mekarluyu Kec. Sukawening. Asal naskah : warisan. Ukuran naskah : 16 x 21 cm. Ruang tulisan : 15 x 17 cm. Keadaan naskah : baik. Tebal naskah : 79 Halaman. Jumlah baris per halaman : 15 baris. Jumlah baris halaman awal dan akhir : 14 dan 17 baris. Huruf : Arab/Pegon. Ukuran huruf : sedang. Warna tinta : hitam. Bekas pena : tumpul. Pemakaian tanda baca : ada. Kejelasan tulisan : jelas. Bahan naskah : kertas bergaris. Cap kertas : tidak ada. Warna kertas : putih kecoklat-coklatan. Keadaan kertas : tipis halus. Cara penulisan : timbal balik. Bentuk karangan : puisi.   Ringkasan isi :   Konon ada dua orang kakak beradik bernama Buana dan Wisesa. Selam hidupnya antara keduanya selalu saling bertanya jawab masalah hidup dan mereka selalu berfikir mengenai nilai-nilai kehidupan. Buana bertempat tinggal di sebuah Kampung besar yang be...

avatar
Roro
Gambar Entri
L Or 5023
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sulawesi Utara

L Or 5.023 Merupakan sebuah kode untuk Naskah Nagarakretagama disimpan di Leiden dan diberi nomor kode L Or 5.023. Naskah ini diserahkan kepada Republik Indonesia. Konon naskah ini langsung disimpan oleh Ibu Tien Soeharto di rumahnya, sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_naskah_Nusantara  

avatar
Roro
Gambar Entri
Naskah nipah Kuñjarakarna
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Kuñjarakarna  adalah sebuah teks prosa Jawa Kuno yang menceritakan seorang  yaksa , sumber gambar (https://ms.wikipedia.org/wiki/Kunjarakarna) semacam  raksasa  yang bernama Kunjarakarna. Cerita ini berdasarkan  agama   Buddha   Mahayana . Pada suatu hari Kuñjarakarna bertapa di  gunung   Mahameru  supaya pada kelahiran berikutnya ia bisa ber reinkarnasi  sebagai manusia berparas baik. Maka datanglah ia menghadap  Wairocana .  Maka ia diperbolehkan menjenguk  neraka , tempat  batara   Yama . Di sana ia mendapat  kabar  bahwa temannya Purnawijaya akan meninggal dalam waktu beberapa hari lagi dan disiksa di neraka. Kunjarakarna menghadap  Wairocana  untuk meminta dispensasi. Akhirnya ia diperbolehkan memberi tahu Purnawijaya. Purnawijaya terkejut ketika diajak melihat neraka. Lalu ia kembali ke  bumi  dan berpa...

avatar
Roro
Gambar Entri
Pustaka Kathosana Rajya Rajya
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Pustaka Rajya-Rajya i Bhumi Nusantara , adalah sebuah karya sastra dalam  bahasa Jawa Kuno  yang berasal dari  Cirebon . Konon karya sastra ini merupakan bagian dari  Naskah Wangsakerta  yang diprakarsai oleh Panitia Pangeran  Wangsakerta .   Isi buku ini terutama mengenai sejarah, dan terutama sejarah kerajaan-kerajaan di bumi Nusantara, seperti disebut dalam judulnya.   Pustaka Rajya Rajya i Bhumi Nusantara dibagi ke dalam lima "parwa" (bab), yang masing-masing berjudul tersendiri:   Pustaka Kathosana Rajyarajya i Bhumi Nusantara Pustaka Rajyawarnana Rajyarajya i Bhumi Nusantara Pustaka Kertajaya Rajyarajya i Bhumi NUsantara Pustaka Rajakawasa Rajyarajya i Bhumi Nusantara Pustaka Nanaprakara Rajyarajya i Bhumi Nusantara   Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Pustaka_Rajya_Rajya_i_Bhumi_Nusantara

avatar
Roro
Gambar Entri
Pancakaki Masalah Karuhun Kabeh
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Barat

Berasal dari Ciamis yang ditulis pada abad ke 18 M,  dalam bahasa Jawa dan huruf Arab Pegon. NASKAH KARYA ORANG LUAR, YANG BANYAK MENCERITAKAN TENTANG SEJARAH SUNDA KLASIK Kidung Sunda / Kidung Sundayana Kidung Sunda adalah sebuah tulisan / naskah  dalam bahasa Jawa pertengahan yang berbentuk syair (tembang), yang kemungkinan berasal dari Bali. Dalam kidung ini diceritakan tentang kisah pencarian  seorang permaisuri Hayam Wuruk dari Majapahit, dan tragedi perang bubat yang memilukan. Kidung Sunda adalah sumber tertulis yang paling terinci dan paling penting dalam mengupas tentang peristiwa Bubat yang memilukan dan memalukan. Sebagai naskah kuno yang terdapat di Bali, Kidung Sunda memberikan yang relative adil dalam mengupas tragedy berdarah di bubat, penghianatan Gajah Mada dan kepahlawanan Sunda yang tanpa pantang menyerah. Dari kisahnya, dengan gaya bahasanya yang lugas dan lancar, tidak berbelit-belit seperti karya-karya sastra,...

avatar
Roro
Gambar Entri
Kakawin Nitisastra
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Kakawin Nitisastra dapat dipandang  sebagai  model  pola  asuh  anak  menurut  perspektif budaya Bali. Dimana  proses  perlakuan  anak  dianggap  sebagai kewajiban agama di samping kewajiban biologis. Demikian terungkap dalam artikel ilmiah berjudul “Citra dan Hak Anak Menurut Kakawin Nitisastra ” yang ditulis oleh I Nyoman Suarka, A.A. Gede Bawa dan Komang Paramartha. Artikel tersebut dipublikasikan dalam Jurnal Kajian Bali, Volume. 06, Nomor. 02, tahun 2016. Dalam artikel tersebut dituliskan bahwa Kakawin Nitisastra  merupakan sebuah karya sastra Jawa Kuna yang diperkirakan dikarang pada abad ke-15 di Jawa. Teks Kakawin Nitisastra merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang menyimpan informasi dan pengetahuan tradisional tentang citra dan hak-hak anak. Hak anak yang dijelaskan dalam teks Kakawin Nitisastra  meliputi hak anak untuk tumbuh dan berkembang, hak untuk mendap...

avatar
Aze
Gambar Entri
Sajak Bebeke Putih Jambul dan Maknanya
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Bali

Sajak bebeke putih jambul (itik berjambul putih) tidak asing bagi orang Bali. Sajak ini bahkan dinyanyikan oleh rare atau anak kecil Bali dalam setiap permainan maupun pelajaran sekolah. Namun apa makna sesungguhnya sajak ini?    Secara lengkap, berikut sajak tersebut:    Bebeke putih jambul - makeber ngaja-kanginan  Teked di kaja kangin - trus ditu ya menceg    Terjemahan dalam Bahasa Indonesia yakni:    Itik berjambul putih terbang ke arah timur-laut  Sampai di timur-laut, di sana mereka mendarat   Terlintas sajak ini begitu sederhana. Namun, sajak ini ternyata memiliki makna tersirat.    Thomas A. Reuter (2005) dalam bukunya Custodians of The Sacred Mountains menyatakan sajak tersebut menggambarkan bagaimana Desa-Desa Bali Aga di Bali yang begitu banyak, walau memiliki perbedaan satu sama lain namun tetap berkumpul dan satu menjadi aso...

avatar
Aze