Sejenis makanan kecil dari Belitung yang terbuat dari campuran talas dan santan kelapa. CIta rasanya manis sedikit gurih. Lepat talas ini dibungkus dengan daun kelapa dan dikukus hingga matang. Lepat talas khas Belitung terbiuat dari talas Belitung ( Xanthosomasagittifolium) atau nama lainnya adalah kimpul atau bentul. Sumber: Naskah Potensi Wisata Kuliner Dan Spa, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia
Jaja adalah sebutan khas Belitung yang artinya adalah kue. Jadi jaja bujang berselimut adalah sejenis kue seperti dadar dengan isi berupa unti kelapa alias kelapa yang dimasak bersama gula merah dan santan hingga mengental. Keunikan dari jaja bung berselimut ini adalah kulitnya yang tidak boleh mulus seperti dadar gulung. Ini karena adonan tepungnya tidak basah. Tepung yang hanya diperciki air hingga lembab lalu diayak langsung di atas wajan. Kemudian diperciki air lagi agar bulir adonannya tidak terlalu saling menyatu menghasilkan dadar yang berjaring-jaring halus. Sumber: Naskah Potensi Wisata Kuliner dan Spa, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia
Momoh Daging Kendal adalah makanan berbahan dasar jeroan sapi atau kepala dan kaki kambing yang dibumbui dengan berbagai macam rempah-rempah yang dipercaya dapat meningkatkan stamina. Proses memasak dengam bumbu rempah-rempah ini menjadikan jeroan lebih nikmat dan mengurangi kadar kolesterol dalam jeroan tersebut. Inilah resep dan cara membuatnya Bahan-bahan Bawang putih 15 siung Kemiri 3 sdm Jeruk Masak 1/2 buah Cabai merah besar 1/4 kg Kayu manis 2 cm Daun cengkeh 2 lembar Kunyit 2 buah sedang Jahe 1 buah besar Laos 1 buah besar Ketumbar 1/2 sdm disangrai Medica 1 sdt disangrai Kapulaga 1 sdt disangrai Serai 2 helai dimemarkan Garam secukupnya Minyak goreng secukupnya Bawang merah 1/4 kg digoreng Daun salam 4 lbr Gula merah jawa secukupnya Kepala kambing Cara pembuatan Haluskan semua bahan Kepala dan kaki kambing di bakar di tungku t...
Sejenis hidangan penutup yang terbuat dari agar-agar. Bahannya sederhana hanya air, agar-agar, dan gula pasir. Yang unik, dudul agar ini bentuknya memanjang mirip dodol umumnya. Membuatnya pun perlu teknik khusus. Agar-agar direbus bersama air dan gula pasir hingga benar-benar kental. Kemudian ditaruh dalam loyang datar berukuran lebar dan didiamkan hingga dingin. Ditaburi dengan gula pasir lalu digulung. Proses menggulung ini yang membuktikan kepiawaian seorang pembuat dudul agar. Jika tak bisa digulung berarti dudul agar belum benar-benar kental setelah direbus. Gulungan dudul agar tersebut lalu dibungkus plastik dan diikat tali. Sumber: Naskah Potensi Wisata Kuliner dan Spa, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia
Salah satu makanan khas Kutpo Angin yaitu sampok yang berwarna kuning keemasan dengan dibalut parutan kelapa yang menambah nikmat makanan asli orang pedesaan. Dibuat dari bahan dasar ketela pohon alias singkong, tumbuhan yang cukup mudah ditemukan di wilayah Nganjuk baik di musim hujan maupun kemarau. Proses pembuatannya sendiri lumayan rumit di samping perlu waktu dan tenaga ekstra. Bahan : - 500 gr terigu - 500 gr tepung tapioka - 50 gr merang bakar (bisa juga menggunakan daun pisang kepok) - kelapa prut untuk taburan - 8 gelas air - 500 gr gula Cara pembuatan : 1. Bakar daun pisang kering setelah menjadi abu dicampur dengan air. 2. Ditempat lain, campurkan bahan-bahan (tapioka, terigu, dan gula) 3. Masukkan air campuran abu (yang telah disaring) ke dalam wadah bahan bahan (tapioka tepung, gula).. Aduk secara perlahan hingga merata dan saring lagi menggunakan saringan yang lubangnya agak besar 4. Masukk...
Suto Belitung sepintas mirip ketupat sayur, tapi rasanya jauh berbeda. Potongan ketupat yang dipadukan dengan bihun, irisan daging, emping, dan disiram kuah santan kental. Kuah untuk suto Belitung terbuat dari kaldu iga sapi yang dibumbui dengan bumbu kari dan dicampur dengan santan. Cita rasanya gurih. Sumber: Naskah Potensi Wisata Kuliner dan Spa, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia
Gangan ternyata bermacam-macam jenisnya. Selain yang terbuat dari ikan laut, ada juga gangan dari kepiting yang rasanya tak kalah mantap. Ada dua jenis kepiting yang biasa dimasak yaitu kepiting hitam atau kepiting batu, dan kepiting laut yang disebut rajungan. Gangan kepiting menggunakan bumbu yang sama dengan gangan pada ikan, tetapi ditambah dengan santan sehingga cita rasanya pun lebih gurih. Alamat & Kontak Penjual: Rumah Makan Sari Laut Jl. Wahab Azis, No. 29, Tanjung Pandan, Tj. Pandan, Kepulauan Bangka Belitung Telp: (0719) 22257 Sumber: Naskah Potensi Wisata Kuliner dan Spa, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia
Kulit kepiting yang diisi dengan daging kepiting atau rajungan. Rasanya gurih. Kualitas penjual ditentukan oleh kepadatan dari daging kepiting pengisi kulit kepiting dan juga kualitas dagingnya. Karena ada juga pembuat ketan isi ini yang menyumpalnya dengan parutan kelapa sehingga yang lebih dominan adalah cita rasa kelapa dibandingkan dengan rasa kepitingnya. Digunakan kepiting yang tidak terlalu besar. Kepiting yang digunakan umumnya yang berukuran lebar tubuh 6cm. Harga per buahnya pun bervariasi antara Rp.7500 sampai Rp.12000. Semakin banyak daging kepiting yang digunakan sebagai pengisi, makin mahal harga ketam isi ini. Alamat Penjual: My Snack Jl Achmad Rosidi Hamzah No 200, Pangkalpinang, Bangka Sumber: Naskah Potensi Wisata Kuliner dan Spa, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia
Madu hutan Gunung Mutis adalah produk lebah jenis Apis dorsata di kawasan sekitar Cagar Alam Gunung Mutis di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur. Mereka menyerap nectar (sari) bunga pohon Eucalyptus alba saat mekar pada bulan Juni-Juli serta Desember-Januari, membangun sarang di kawasan itu dan memproduksi madu kaya manfaat. Kelestarian produksi madu alam Gunung Mutis tercapai seiring dengan terjaganya kawasan itu. Masyarakat setempat, selaku pemegang kuasa atas wilayah adat yang menjadi tempat tumbuh pohon Eucalyptus alba (disebut juga wilayah “Suf”), telah membangun sistem untuk itu. Sumber: https://www.wwf.or.id/program/inisiatif/social_development/greenandfairproducts/madu_mutis/