Matak artinya tidak masak/mentah karena kelapa muda dan beras yang juga dihidangkan pada makanan ini disajikan mentah-mentah. Sekarang Nditak Matah lebih sering ditemukan pada acara-acara resmi seperti pesta penikahan ataupun acara yang berhubungan dengan fase kehidupan seperti melahirkan dan meninggalnya seseorang. Pada acara kelahiran, masakan ini dihidangkan untuk tamu dan untuk ibu yang baru melahirkan. Biasanya dihidangkan pada hari ke-4 setelah melahirkan dan sifatnya dianggap wajib. Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain: 1. Beras 2. Kelapa Muda yang telah diparut 3. Garam 4. Gula 5. Sepotong ayam Cara membuat: 1. Beras direndam selama sekitar 3 jam agar lembek 2. Setelah agak lembek, beras ditumbuk hingga hancur. 3. Siapkan kelapa muda, kemudian parut dan tambahkan gula serta garam sesuai selera. 4. Campurkan dan aduk kelapa yang telah diparut dengan beras dan kemudian adonan tersebut diperas d...
Makanan ini berbahan utama kelapa dan sagu. Masyarakat Singkil biasa menghidangkan makanan ini sebagai cemilan sehari-hari karena prosesnya yang relatif mudah dan singkat. Bahan-bahan yang digunakan antara lain: 1. Sagu 2. Kelapa parut 3. Garam 4. Air Cara membuat: 1. Aduk seluruh bahan hingga merata dan menjadi adonan yang agak kenyal. 2. Letakkan adonan dalam kuali, kemudian teka-tekan adonan tersebut hingga pipih. Ukuran dan bentuk adonan dibuat sesuai selera. 3. Panaskan adonan yang telah dipipihkan tersebut selama kurang lebih 30 detik. Kemudian balikan adonan tersebut agas sisi yang lainnya pun matang. 4. Setelah matang, makanan pun siap dihidangkan. Alamat dan Kontak Penjual: ISTANA KUEH TRADISIONAL ACEH Jl. Cut Nyak Dhien No. 7, Lampisang, Peukan Bada, Lampisang, Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 23232 0823-6588-5500 Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail...
Selain dihidangkan sebagai lauk, makanan tradisional ini pun cocok untuk dijadikan obat alternatif yang alami khususnya obat untuk penderita demam. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah: 1. Cabai merah 2. Kelapa 3. Garam 4. Asam 5. Bawang merah 6. Pucuk rotan (simboling) Cara membuat: 1. Kupas simboling, kemudian cincang simboling hingga berukuran sekitar 5 cm. 2. Rebus simboling yang telah dicincang kira-kira selama 2 jam agar simboling agak kering. Angkat dan diamkan. 3. Siapkan kelapa yang tidak terlalu tua. Kemudian, giling kelapa dan donseng hingga halus. 4. Lalu, siapkan cabainya. Tambahakan cabai, garam, asam dan bawang merah sesuai selera. Giling hingga agak hancur namun tidak terlalu halus. 5. Setelah simboling, gongsengan kelapa dan cabai siap, campurkan bahan-bahan tersebut dan aduk hingga rata. Makanan tradisional ini se...
Makanan ini terbuat dari ubi yang dalam bahasa Singkilnya adalah gadong. Rasanya kurang lebih seperti getuk lindri dari Jawa. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah: 1. Ubi 2. Kelapa 3. Gula 4. Garam Cara membuat: 1. Kupas kulit ubi 2. Cincang ubi hingga berukuran kira-kira 5 cm agar mudah ditumbuk. 3. Rebus ubi yang telah dicincang. Tiriskan. 4. Parut kelapa hingga halus. Kemudian tambahkan gula dan garam sesuai selera. 5. Campurkan/buat adonan kelapa parut dan ubi tersebut hingga merata. 6. Bentuk parutan kelapa dan ubi yang telah direbus sesuai selera. 7. Makanan siap dihidangkan. Kue tradisional ini pun dapat digoreng dengan menambahkan tepung terigu pada adonan ubi dan kelapa tersebut. Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=1635
Njekhuk adalah salah satu jenis makanan yang sangat populer di Kutacane khususnya saat musim durian, karena kuliner ini terbuat dari durian. Cara pembuatan Njekhuk itu sendiri sangatlah mudah, yaitu durian yang telah matang dikupas dan diambil bagian dagingnya saja, kemudian masukkan pada wadah yang tertutup dan diinapkan selama 2 hari sehingga daging durian tersebut menjadi asam. Durian yang telah menjadi asam tersebutlah yang dinamakan dengan Njekhuk. Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=6785
Susur adalah makanan wajib yang dibawa pada saat proses pinangan (oleh keluaraga pihak laki-laki). Susur berwarna putih yang berarti putih hati dengan maksud bahwa kedatangan pihak keluarga untuk meminang adalah di dasari dengan niat yang bersih. Susur biasanya disajikan dengan lemang. Jumlah susur pada saat meminang adalah 12 susur. Angka 12 adalah simbol dari niatan pinangan. Selain untuk pinangan, susur disajikan pada saat maulid dan Hari Raya Idul Fitri/ Idul Adha. Bahan makanan: - Beras (yang di tumbuk) - Gula (dari Nira) - Air perasan talas Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=6863
Dalam Bulan Ramadan, ada yang khas di pasar-pasar tradisional di Aceh Selatan, yaitu adanya penjual Seumuleng. Begini penampakan Seumuleng. Seumuleng adalah tunas rotan yang dimanfaatkan sebagai makanan. Seumuleng adalah istilah dalam Bahasa Aceh Selatan untuk tunas rotan. Ada sebagian yang menyebut Gu Seumuleng, tapi mayoritas hanya menyebut Seumuleng saja karena jika dilihat secara Bahasa, ‘Gu’ berarti tunas, dan ‘Seumuleng’ sendiri adalah tunas rotan. Jadi menyebut ‘Seumuleng’ saja sudah cukup tanpa perlu menyebut ‘Gu’ lagi. Uniknya, Seumuleng ini hanya muncul selama bulan Ramadan saja. Padahal tunas rotan sendiri bukanlah tunas yang tumbuh musiman mengikuti musim Ramadan. Tetapi begitulah kebiasaan yang ada di Aceh Selatan secara turun temurun. Jika sudah mulai memasuki bulan Ramadan, para petani mulai berburu tunas rotan di hutan, kemudian menjualnya di pasar-pasar tradisona...
Cileupe Udeung Berikut ini Bahan dan Bumbu Cileupe Udeung untuk 4 porsi: 500 gram udang pancet, dibuang kepala 2 buah asam sunti 2 buah belimbing sayur, diiris 3 lembar daun jeruk 2 1/2 sendok teh garam 1/4 sendok teh merica bubuk 1 sendok teh gula pasir 750 ml air Bumbu Halus: 6 butir bawang merah 2 siung bawang putih 3 buah cabai rawit 2 cm jahe 1 cm kunyit Cara Memasak Cileupe Udeung Campur semua bahan dan bumbu halus. Tambahkan air. Masak sampai meresap. Sumber: http://resepresepmasakan.net/cileupe-udeung.html
Sate ini dinamakan demikian karena pertama kali dijual di Kota Matang Geuleumpang Dua, Kabupaten Bireuen. Bahan utama masakan ini adalah daging kambing atau daging sapi. Proses pembuatannya tidak jauh berbeda dengan sate pada umumnya. Daging yang telah dibersihkan dipotong dadu disematkan pada tusuk sate. Lalu sate direndam dalam adonan bumbu rempah dalam waktu yang lama sebelum dibakar. Sate ini disajikan dengan kuah kaldu kental yang kaya rempah seperti masakan kari. Rempah yang digunakan untuk kuah kaldu terdiri dari kapulaga, bunga lawang, cengkeh, kayu manis, dan merica. Racikan bumbu tersebut menghasilkan aroma yang kuat segar, dan hangat. Cara membuat Sate Matang adalah sebagai berikut: Bahan-bahan : 300 gram daging kambing Bumbu untuk membakar sate: 1 sdt ketumbar 1 siung bawang putih 1 siung bawang merah 1 batang serai 1 ruas jari jahe 1 ruas lengkuas 2 sentimeter kuny...