Apem Panggang Labu Siam (s umber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Apem Parangi (s umber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Apem Parsanga (s umber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Arem Jali (s umber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Rawon pada umumnya dikenal masyarakat sebagai makanan khas dari khas Jawa Timur. Makanan Betawi di Jakarta juga ada yang mirip sekali dengan rawon, meski isian lauknya menggunakan ikan, yang dikenal dengan nama kuah pucung. Begitu juga di Pekalongan yang disebut garang asem. Sementara, penampilan serupa juga hadir di Makassar dengan nama Palu Kalua. Ciri khas masakan rawon adalah menggunakan keluak, begitu pula di daerah lain, meski dengan sebutan yang berbeda. Rawon memang menjadi kuliner terkenal di Jawa Timur, dan yang terkenal adalah rawon Nguling yang ada di Desa Nguling Kabupaten Probolinggo, dan sudah membuka cabang usaha kuliner di Malang, Jakarta dan daerah lainnya. Sejarah rawon sendiri belum memiliki asal-usul yang jelas. Banyak penjual yang tidak tahu bagaimana awal mula rawon. Namun, beberapa orang mencoba berspekulasi bahwa makanan ini adalah makanan para raja dahulu, tetapi bisa jadi makanan ini juga berasal dari rakyat. Karena biasanya makanan rakyat lebih mudah...
Keladi sendiri dengan bahasa ilmiahnya Cololasia Esculenta, merupakan jenis tanaman umbi yang dapat ditemukan di tanah lembab, maupun berair dan berlumpur. Diperkirakan tumbuh menyebar di Asia Tenggara. Ciri-ciri tanaman adalah berdaun tunggal berwarna hijau, berbentuk seperti perisai, ibu tulang daun membesar, dengan batang berukuran panjang, padat berisi dan berongga, sehingga membuat tanaman ini mudah untuk beradaptasi di air yang tergenang. Satu pohon keladi biasanya memiliki 2–5 helai daun keladi. Ditinjau dari segi sejarah, aspek sosial dan fungsinya dimasyarakat, sayo’ keladi merupakan salah satu menu makanan tradisional keseharian yang dikenal dalam kehidupan masyarakat Pontianak, dikarenakan jenis tanaman ini banyak tersedia di alam belantara Pontianak, dan cita rasa sayur terasa enak untuk dijadikan lauk ketika makan nasi. Sayo’ keladi diperkirakan telah dikenal oleh masyarakat sejak dibukanya lahan di Simpang Tiga Sungai Kapuas, sebagai perkampungan...
DAWET AYU BANJARNEGARA Minuman khas Kabupaten Banjarnegara ini sudah ada sejak masa kolonial Belanda. Dawet merupakan minuman tradisional yang terbuat dari tepung kanji dan pewarna dari pandan atau daun suji serta, di cetak seperti mi memanjang dan memiliki tekstur yang kenyal seperti agar-agar. Dawet Ayu sendiri biasanya diracik dengan kuah santan segar yang baru diperas, ditambah dengan es batu dan lelehan gula jawa serta buah durian atau Nangka sebagai pelengkapnya. Kata "Ayu" pada minuman Dawet Ayu dalam bahasa Jawa berarti "Cantik", asal muasal pemberian sebutan ini oleh masyarakat Banjarnegara ditujukan terhadap penjual dawet ayu yang memiliki anak cantik, atau penjualnya yang cantik. Ragangan atau gerobak dawet ayu biasanya terbuat dari dua keranjang dawet dan dipikul. Di pikulan gerobak terdapat dua tokoh pewayangan, yaitu Semar dan Petruk. Inilah keunikan yang khas dari penjual Dawet Ayu Banjarnegara. Pada jaman dahulu pembuatan pikulan tak sembarangan,...
Buntil adalah kuliner khas dari kabupaten Banjarnegara. saking terkenalnya Banjarnegara juga diseut sebagai kota Buntil, makanan yang erahan dasar daun singkong atau talas ini dengan isian berupa parutan kelapa dan juga rempah menjadi primadona sejak era kerajaan jawa hingga kolonial bahkan sampai saat ini. rsanya yang gurih dan enak serta daun pemungkusnya yang dapat dimakan sekaligus juga menjadi keunikan kuliner yang satu ini. Saking enaknya orang-orang Belanda juga membawa until untuk di sajikan di Belanda dan saat ini juga menjadi salah satu kuliner dari Indonesia yang paling digemari di Belanda. kuliner ini dapat kita jumpai di Restoran-restoran serta rumah makan di Banjarnegara, serta tempat tempat umum seperti pasar tradisional dan juga pinggir jalan. Gilar-gilar
Ondol-Ondol adalah salah satu kuliner lokal dari Banjarnegara Beragan dasar ubi atau Ketela. masyarakat iasanya mengolah ondol untuk makanan cemilan. rasanya gurih dan renyah dengan tambahan daun bawang serta rempah menambah rasa dari Ondol-ondol ini. kuliner yang satu ini mungkin hanya terkenal di wilayah Banjarnegara. Disebut Ondol karena bentuknya yang bulat bulat, maka disebutlah oleh masyarakat dengan seutan Ondol-Ondol yang erarti Bulat-Bulat. walau Biasanya kulier di wilayah Banyumasan cinderung sama, namun yang satu ini tak di temui di kabupaten lain dan sekarang di kecamatan Wanayasa, untuk melestarikan kuliner yang satu ini di Buatlah sebuah tradisi budaya Bentang seribu meter Ondol. selain Bentang ondol acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni Budaya serta pengajian atau Ngudi Kawruh Bareng yang menambah kebersamaan antar warga dan Masyarakat.