Bahan: 1. Ikan tongkol 1 ekor (700 gram), buang insang dan isi perutnya, bersihkan 2. Bawang putih 4 butir 3. Bawang merah 4 butir 4. Kunyit 1/2 jari 5. Cabai merah 8 buah Poin 2 sampai 5 ditumbuk menjadi bumbu 6. Lengkuas 1 jari 7. Serai 1 batang Poin 6 & 7 dimemarkan 8. Daun jeruk 5 lembar, dirajang halus 9. Santan 1 liter 10. Garam dan lada secukupnya Cara membuatnya: 1. Iris ikan menjadi beberapa bagian. 2. Tumis bumbu dengan mentega bersama lengkuas dan serai, aduk rata. Masukkan ikan lalu aduk kembali, beri garam dan lada. 3. Tuangkan santan lalu kecilkan api sampai santan menyusut. Hidangkan Catatan: Ikan Tongkol bisa diganti dengan ikan segar yang sejenis Sumber: Buku variasi masakan Manado
Bahan: 1. Ayam kampung 1 ekor, bershkan, potong menjadi 8 bagian 2. Cabai merah 6 buah 3. Cabai rawit merah 6 buah 4. Bawang merah 6 butir 5. Bawang putih 2 siung 6. Jahe 1/2 jari 7. Kunyit 1/2 jari 8. Kemiri 6 buah Poin 2 sampai 8 ditumbuk = bumbu 9. Daun lemon cui 10 lembar, diremas 10. Daun bawang 1 batang diiris 11. Daun kemangi 2 tangkai, dipetik 12. Santan 3 gelas 13. Garam dan lada secukupnya Cara membuatnya: 1. Tumis ayam bersama bumbu, beri garam dan lada. Sambil diaduk, tuangkan santan, lalu kecilkan api. 2. Tambahkan semua bahan daun sampai santan menyusut. Hidangkan Catatan: Ayam kampung = 6-7 ons per ekor (ayam remaja = belum bertelur = dagingnya lunak) RM yang menyediakan: Beautika Manado Jl. Hang Lekir No. 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, (021) 722 6683 Beautika Manado Jl. Abdul Muis No. 70, Tanah Abang, Jakarta Pusat,...
Karak kaliang dibuat dari tepung ubi pilihan ini merupakan salah satu makanan tradisional minangkabau yang sangat digemari banyak orang, rasanya yang gurih renyah membuat ketagihan. Ada dua ukuran karak kaliang, ukuran besar sebesar ibu jari dan ukuran kecil, ukuran kecil besarnya kecil sedikit dari kelingking jari orang dewasa. Makanan ini dibuat dari ubi kayu yang diparut dengan campuran bumbu seperti bawang putih, garam, merica dll. Pembuatannya dilakukan sebagai berikut : Bahan: Ubi kayu Garam Merica Bawang putih Cara Kerja Ubi kayu dikupas Cara Pengolahan: Cuci sampai bersih Bahan-bahan di atas sampai benar-benar bersih Lakukan pemarutan dengan parutan halus Ubi hasil parutan ditambah air secukupnya kemudian diperas sehingga diperoleh air pati Air pati didiamkan sekitar 20 menit kemudian dibuang airnya sehingga diperoleh tapioka basah Ampas hasil pemarutan dikeringkan sekitar 1 hari (Jangan...
Niah Awiah adalah bahasa maybrat yang artinya masak keladi. Sebelum memasak keladi, masyarakat mengambil kulit pohon Aku atau gaharu, Panjang kulit Aku/gaharu yang dibutuhkan adalah 1 meter dan lebar 30 cm. Kulit kayu selanjutnya dilipat kedua sisinya hingga membentuk wadah empat persegi panjang dan dijepit dengan menggunakan bambu yang dibelah dua. Wadah yang sudah jadi itu, selanjutnya diisi air dan keladi.lalu ditaruh diatas para-para. Api harus tetap dijaga, agar keladi cepat matang dan siap dihidangkan. Dimasa lampau kegiatan memasak keladi (Niah Awiah ini) dilakukan ketika ada acara-acara kumpul keluarga, sehingga menambah keakraban keluarga dan lingkungan lainnya Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=3203
Aof adalah makanan tradisional orang Maybrat yang disebut Papeda. Proses pembuatan papeda dimulai dengan membersihkan sagu, Sagu diberi air dan disaring. Sambil menunggu sagu mengendap, masak air panas. Setelah sagu mengendap, buang airnya dan tuangkan air panas ke dalam wadah tempat sagu, sambil di aduk, hingga mengental dan bening menjadi papeda. Di Papua, papeda menjadi makanan wajib, sekalipun pada acara-acara besar dan resmi, papeda tetap dihidangkan dengan ikan kuah, kangkung tumis dan lain sebagainya. Papeda membuat suasana menjadi akrab. Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=3204
Keladi yang sudah dicabut, kemudian di bersihkan. Setelah itu disiapkan tungku api untuk membakar keladi (keladi bete atau keladi isi satu). Selanjutnya keladi dirau ( dipanaskan dengan cara ditaruh diatas bara api hingga kering). Bila sudah kering, keladi lalu diisi dibawah abu panas kurang lebih setengah jam hingga satu jam. Bila keladi sudah masak, maka segera semua keladi dikeluarkan dari abu panas dan dibersihkan dengan cara dikikis hingga bersih lalu dihidangkan. Keladi bakar ini, biasa dihidangkan untuk acara pengucapan syukur dan acara-acara besar lainnya seperti peresmian gereja dan lain sebagainya, dengan menggunakan Pakul atau keranjang (Surah). Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=3205
Sebelum memasak, terlebih dahulu harus disiapkan bambu sebagai wadah memasak. Bambu yang digunakan adalah bambu yang cukup umur, artinya tidak muda dan tidak terlalu tua agar bila dipakai memasak bambu tidak mudah rusak dan makanan matang dengan baik. Bambu yang telah dibersihkan dan dicuci kemudian dipotong salah satu ujungnya di bawah ruas/sekat bambu, sehingga ada lubang yang menjadi bagian atas wadah masak untuk memasukkan bahan yang akan dimasak. Lalu pada beberapa ruas dipotong dibawah sekatnya lagi sehingga menjadi dasar/alas tempat menaruh bahan makanan. Setelah bambu siap, daun keladi dimasukkan ke dalamnya kemudian ditutupi atau disumbat dengan daun-daun yang tersisa di bagian atasnya. Bambu kemudian diletakkan atau disandarkan miring diatas api dengan jarak kurang lebih 70 cm yang disanggah dengan kayu. Bila bambu sudah terlihat menyusut dan berwarna sedikit kecoklatan serta air tidak lagi keluar dari bagian atas bambu, itu berarti daun keladi yang dimasak dirasa telah cu...
Makanan tradisional adalah makanan dan minuman yang dibiasa konsumsi oleh masyarakat tertentu, dengan cita rasa khas yang diterima oleh masyarakat tersebut. Papua adalah sebuah propinsi terluas indonesia yang terletak dibagian tengah pulau papua atau bagian paling timur. Membicarakan tentang papua tentu tidak lengkap tanpa kuliner makanan khas papua. Masyarakat kaimana sendiri memiliki makan tradisional yaitu Keladi bakar dalam bahasa yaitu wangse sususn. Pengelolahannya wangse sususn atau keladi bakar sangat simpel, diambil dari kebun lalu dibersihkan dengan cara dicuci setelah keladi bersih dimasukan dalam potongan bambu yang telah disediakan setelah itu dibakar dalam bara api. Menurut informan bapak Asef nyai membakar keladi dalam bambu cita rasanya lain dengan cara membakar keladi secara langsung, menurutnya bakar keladi dalam bambu memiliki citarasa yang lebih enak, dan keladinyapun tidak mudah gosong. Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&deta...
Tau adalah Makanan Tradisional Suku Wamesa, dari Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat Tau, atau juga ada yang menyebutnya Aries adalah makanan tradisional suku Wamesa. Makanan ini terbuat dari sagu dan kelapa parut yang dibungkus dengan daun sagu dan kemudian dibakar di atas bara api. Bahan: *. Sagu Mentah *. Kelapa parut *. Garam *. Daun Sagu Proses Pembuatan Tau: *. Pertama, sagu di tapis, setelah itu sagu dicampur dengan buah kelapa yang sudah diparut isinya dan tambahkan garam secukupnya, kemudian diaduk menjadi satu sampai tercampur merata. *. Kedua, masukan kedalam daun sagu yang sudah dipersiapkan. Ambil adonan sagu yang sudah dicampur dengan kelapa parut di letakan diatas daun sagu secukupnya, kemudian daun sagu dilipat atau digulung setelah itu kedua ujung daun sagu dijepit dengan batang lidi. *. Setelah itu adonan sagu yang dibungkus dengan daun sagu siap di bakar diatas bara api (yang sebelumnya kayu dibakar sampai sisa arangnya). W...