Piarya merupakan jenis makanan tradisonal yang tumbuh di daratan pulau Masela Kabupaten Maluku Barat Daya. Jenis makanan tradisional ini dalam bentuk biji-bijian yang diambil dari bijih mangga pau yang tumbuh sebagai vegetasi alam di pulau Masela khusunya di Desa Telalora. Jenis makanan tradisonal ini biasanya di konsumsi setelah bijih mangga pau tersebut di iris halus-halus kemudian di rendam di air laut agar zat garam mengilangkan zat getah yang ada pada bijih tersebut selama 1 minggu kemudian di ambil dan di di jemur hingga kering dan di campur dengan jagung untuk di konsumsi. masyarakat mengkonsumsinya sebagai bahan lokal yang dapat membuat masyarakat bertahan dalam musim gagal panen. Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=4838
Untuk membuat sopi biasanya dipilih pohon Koli atau Lontar yang sudah menghasilkan buah. Biasanya batang yang menghasilkan buah dipotong kemudian airnya yang disebut nira akan keluar. Air nira ini yang kemudian ditampung dalam sebuah bambu yang telah disiapkan. Kemudian air nira ini diturunkan dari pohon Koli dan dibawa pulang untuk nantinya disuling atau dimasak untuk mengambil air yang mengandung kadar alkohol. Proses penyulingannya yaitu dengan cara dimasak sampai uap air yang mengandung alkohol naik ke atas. Air yang mengandung kadar alkohol yang sudah terpisah kemudian ditampung dalam sebuah bambu (zaman dahulu), sekarang telah memakai botol. Air yang pertama keluar itu yang biasanya mengandung kadar alkohol paling tinggi. Sopi yang telah siap ini kemudian akan disimpan untuk waktu yang tidak menentu dan akan dikeluarkan ketika kampung atau orang tersebut akan melakukan sebuah upacara adat. Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&a...
Masakan dari ceker atau kaki ayam yang diolah menjadi sup menjadi makanan favorit keluarga, namun ceker ini juga tak kalah enak bila diolah dengan kuah santan. Ceker yang digulai dengan santan ini akan terasa lebih nikmat apabila cekernya dimasak hingga empuk. Bahan dan Bumbu Gulai Ceker Ayam: ½ kg ceker ayam 60 ml santan kental 1 sdm minyak untuk menumis 4 sdm kecap manis Bango ½ sdt garam ½ sdt merica ½ sdt Royco ayam 400 ml air Haluskan: 4 buah cabe merah, buang biji 4 butir bawang merah 3 siung bawang putih 1 sdm ketumbar 1 cm pala 1 cm lengkuas Cara Membuat Gulai Ceker Ayam: Bersihkan ceker, potong kuku dan rendam dengan air perasan jeruk nipis hingga 15 menit lalu rebus hingga 30 menit, angkat dan tiriskan. Tumis bumbu halus hingga harum, tuang air dan santan kental, aduk rata. Masukkan ceker, beri garam, meric...
Fulit istilah dalam bahasa etnis Baham, merupakan nama dari cara pengolahan sagu (makanan pokok lokal penduduk Papua). Yaitu pengolahan sagu dengan cara dibakar dengan media bambu tipis (buluh). Dalam teknik pengolahan ini, mula-mula tepung sagu disaring dengan menggunakan saringan kemudian dijemur pada sinar matahari, sesuadah itu tepung sagu yang halus itu kemudian dimasukan kedalam satu ruas buluh yang panjangngnya sekitar 35-50 cm dan dibakar dengan panas api sedang sampai matang. Jika telah matang maka buluh tersebut dapat dibelah dan isi sagu yang telah matang tersebut dapat dimakan atau diiris-iris, dijemur dan disimpan sebagai bekal untuk dimakan bersama lauk ikan atau sayur. Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=1540
Herijab adalah istilah lokal khas etnis Baham, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat utuk menyebut teknis/cara pengawatan ikan. Pengertian dari kata Herijab adalah teknik atau cara mengawetkan/memasak ikan dengan cara diasar/diasap namun sebelumnya dijepit dengan menggunakan kayu atau bambu dari arah ekor ikan ke arah kepala secara simetris. Cara Pengolahan: Langkah-langkahnya adalah ikan dicuci/dibersihkan kemudian dejepit dengan menggunakan kayu atau bambu berukuran sedang, ujung kayu dimasukan melalui insang kemudian ditarik secara simetris keara ekor kemudian diikat. Setelah dijepit ikan-ikan tersebut kemudian diasap diatas perapian dengan ketinggian sekitar 40 s/d 50 cm dengan panas api sedang sampai matang. Adapun tujuan dari menjepit ikan tersebut adalah agar ikan tesebit tidak mudah rusak pada saat diasar/diasap, selain itu kayu penjepit tersebut berfungsi sebagai pegangan baik pada saat melakukan pengasapan maupun pada saat mengangkut/mendistribusikannya....
Mahe Tumi adalah istilah dalam bahasa Baham mata (Iha) untuk menyebut tembakau negeri yaitu tembakau lokal yang diproduksi dan dikonsumsi oleh masyarakat etnis Baham di Semenanjung Onim, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Cara mengkonsumsi yaitu ; Daun tembakau diiris-iris kemudian dikeringkan dengan cara dijemur, untuk mengkonsumsinya digunakan daun khusus yang dilinting sebagainya layaknya rokok. Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=1542
Han adalah makanan tradisional etnis Baham, salah satu etnis yang mendiami semenanjung Onim, wilayah pemerintahan Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Han merupakan nama dari cara pengolahan sagu (makanan pokok lokal penduduk Papua), yaitu pengolahan sagu dengan cara dibakar dengan media daun ofin (sejenis daun pandan yang tumbuh di pantai). Cara Pengolahan: Cara/teknik pengolahan seperti ini sudah lama dilakukan oleh suku bangsa Baham, jauh sebelum penggunaan peralatan memasak dari tanah liat maupun dari logam. Dalam teknik pengolahan ini, tepung sagu yang masih basah/masih baru dibungkus dengan daun ofin kemudian dikaitkan dengan menggunakan lidi dan dibakar pada api, jika daun sudah tampak gosong dan sagu telah matang maka sagu telah dapat dimakan atau disimpan sebagai bekal untuk dimakan bersama lauk ikan atau sayur. Bagi masyarakat suku Bangsa Baham dan pada umumnya masyarakat Papua sagu merupakan makanan tradisional yang banyak dikelola dengan berbagai an...
Pare adalah salah satu nama jenis tumbuhan yang merambat dan memiliki bentuk buah yang menyerupai mentimun namun pare memiliki kulit yang keriput. Pare memiliki ciri khas rasa yang pahit namun banyak disukai oleh banyak orang meskipun tidak semuanya suka. Pare yang terkenal dengan rasa pahitnya, ternyata pare memiliki beberapa manfaat yang baik bagi kesehatan tubuh misalnya seperti, mengusir diabetes, menurunkan berat badan, menangkal sel kanker, melancarkan pencernaan, membersihkan darah, mengatasi asma, kecantikan untuk wanita dan yang lebih canggihnya lagi pare dapat memerangi HIV/AIDS yang konon katanya belum ditemukan obat untuk jenis penyakit yang satu ini. Berbicara tentang pare, makanan ini bisa diolah dengan kuah santan sehingga rasanya semakin sedap meskipun sedikit berasa pahit. Rasa pahit inilah yang mungkin dapat bermanfaat bagi tubuh. Bahan: 200 gr pare segar 500 ml santan kelapa 1 buah tomat merah ( potong-potong ) 2 lemba...
Bru We adalah makanan tradisional orang Abun, dengan bahan dasar sagu dan pisang. Cara Pembuatan: Siapkan sagu dan pisang. Pisang yang digunakan adalah pisang masak. Kuliti pisang dan hancurkan hingga halus kemudian pulung menjadi bulat-bulat kecil. Siapkan bambu berukuran sedang dengan panjang sekitar satu meter. Sementara itu, siapkan perapian di tungku. Setelah semua bahan siap, masukkan sagu ke dalam bambu dan padatkan dengan cara memukul batang bambu. Masukkan pisang dan selingi lagi dengan sagu, lakukan berulang hingga bambu penuh. Tutup lubang bambu dengan daun pisang. Letakkan bambu diatas perapian, hingga benar-benar masak, sekitar 30 menit hingga satu jam Bru We, selain dikonsumsi untuk penganan sehari-hari juga dihidangkan pada saat pesta adat, sebagai hidangan utama. Fungsi sosial dari makanan tradisional ini adalah untuk mempererat rasa solidaritas, selain itu merupakan bagian dari pengetahuan tradisional dalam memanfaatkan alam sebagai sumber daya untuk me...