Kabupaten Lamongan memiliki beragam masakan dengan bahan ikan bandeng yang terkenal karena rasanya yang gurih. Salah satunya bandeng goreng dengan sambal colo-colo. Dinamakan colo-colo karena sambal pedasnya bercampur dengan rasa asam jeruk nipis. Bandeng colo-colo ini merupakan menu baru yang bisa dinikmati penggemar kuliner di Lamongan. Menu satu ini tak berbeda dengan lalapan bandeng. Hanya saja, sambalnya yang khas membedakan dengan lalapan pada umumnya. Masakan bandeng colo-colo khas Lamongan ini, berawal dari ikan bandeng yang dihasilkan petambak Lamongan sebagain besar berbau tanah. Warga mencoba-coba berbagai resep untuk menghilangkan bau tanah tersebut saat dimasak. Kemudian ditemukanlah resep yang diberi nama colo-colo yaitu bumbu alami yang terdiri dari daun sirih, cabe, serta tomat. Membuat bandeng colo-colo cukup mudah. Pertama, bandeng yang sudah dibersihkan isi perut dan durinya, digoreng hingga matang. Setelah itu, bumbu sambal colo-colo yang didominasi t...
Bahan-bahan: Nangka tua belum masak 1/4 buah Dedak jagung 1 ons Kelapa 1/2 butir Garam 1/2 sdt Kapur sirih 1 sdt Cara membuatnya: Nangka dikupas, hatinya dibuang, dicincang, biji yang tua dibuang. Dicampur dengan dedak jagung yang telah disiram dengan air kapur. Dikukus sampai masak. Kelapa diparut diberi garam. Dimakan dengan kelapa parut. Keterangan: Kadang-kadang dimakan dengan ikan pindang mentah atau sayur kelor. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.
Bahan-bahan: Singkong 1 kg Kelapa 1/2 butir Gula merah 1/2 kg Bumbu: Garam 1 sdm Cara membuatnya: 1. Singkong diparut kasar, dicampur gula merah yang telah diiris halus dan garam. 2. Dikukus sampai matang. 3. Kelapa diparut. 4. Dimakan dengan kelapa parut. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.
Bahan-bahan: Tepung jagung 1/2 kg Kelapa 1/2 butir Gula merah 1/4 kg Garam 1/2 sdt Cara membuatnya: Tepung ditaruh ditampah, dibasahi dengan air, digosok halus, dikukus setengah masak. Kelapa dibuat santan 4 gelas. Tepung dimasukkan kedalamnya dan diberi garam. Dibiarkan sampai santan terserap habil lalu dikukus lagi. Dimasukkan dalam kukusan dan ditaruh di sela-sela irisan gula merah. Keterangan: Waktu menghidangkannya ditambah kelapa parut. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.
Bahan-bahan: Katul 1 ons Kelapa 1/4 butir Gula merah 1/2 ons Cara membuatnya: 1. Kelapa diparut, dicampur sama katul, diaduk dengan sedikit air masak, dibuat adonan. 2. Dicampur gula merah. 3. Dimasak dalam wajan (dialas daun pisang atas bawah) sampai kekuning-kuningan. 4. Dihidangkan dipotong-potong. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.
Bahan-bahan: Jagung pipilan 1/2 kg Gula merah 1/4 kg Cara membuatnya: 1. Jagung disangan. 2. Gula dicairkan diatas wajan, jagung dicampurkan. 3. Dibentuk bulat-bulat. Sumber : (Pengantar) Rizal, J.J. 2016. Mustika Rasa: Resep Masakan Indonesia Warisan Soekarno. Depok: Komunitas Bambu.
Di Tulungagung, yang namanya ngopi dan nyethe adalah hal yang tidak bisa dipisahkan. Nyethe adalah mengoleskan endapan kopi ke rokok. Kopi untuk nyethe disebut dengan kopi cethe. Di Tulungagung, warung yang menawarkan menu kopi cethe ini banyak sekali, sehingga Tulungagung juga terkenal dengan kota warung kopi cethe. Sejarah nyethe bermula saat para petani selesai bekerja dari sawah, kebiasaan mereka mampir di warung untuk ngopi dan bertemu dengan sesama petani lain untuk sekedar ngobrol maupun mendiskusikan hal-hal seputar pertanian mereka. Sambil ngopi dan mengobrol, sesekali rokok yang dihisap diolesi endapan kopi yang ada di cawan. Endapan kopi yang dicethekan ke rokok dan terbakar menimbulkan sensasi tersendiri. Hal ini menambah nikmatnya ngopi sambil ngobrol di warung kopi. Kopi untuk nyethe memakai bubuk kopi yang halus. Untuk merekatkan ke rokok, ditambah sedikit susu cair. Motifnya macam–macam, mulai sulur, tulisan, tribal bahkan tokoh pewayangan juga bisa...
Bahan-bahan : tepung beras 112 kg gula pasir 112 kg. kelapa 1 btr. air kelapa 2 gls. Bumbu-Bumbu: garam 1sdm. essence frambosen 3sdm Cara membuatnya: 1. Kelapa diparut, diambil santannya 4 gelas. 2. Tepung beras dicampur air kelapa, santan diaduk, direndam 1 malam. 3. Paginya ditambah gula pasir, garam, diaduk sampai merata. 4. Dimasukkan dalam cetakan bikang, dibakar sampai matang. RM/Toko yang Menyediakan : Suramadu Resto & Cafe Kafe Alamat: Jalan Raya Tangkel Burneh, Burneh, Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69171 Telepon: (031) 77388079 sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno hal. 1065 .
"Nyambek (Biawak, red), Kodok, Bekicot" itulah kata-kata yang diucapkan Kustiningsih, penjual kuliner ekstrem apabila ada pengunjung yang singgah di Depot Indah, Dusun Klubuk, Desa Sumbersari, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini. Di Lamongan selain terkenal dengan Soto Lamongan, Tahu Campur dan Sego Boranan hingga beberapa makanan laut sebagai kuliner khas, ada satu lagi kuliner unik yang bisa jadi menantang adrenalin untuk mencobanya. Makanan ini tidak lazim dikonsumsi, bisa di katakan cukup 'ekstrem' bagi orang yang hanya sekadar ingin mengetahui rasanya. Bagi sebagian orang awam, Biawak yang biasa di sebut Nyambek oleh orang Lamongan, tentu saja sangat menyeramkan dan menjijikkan dan terlihat aneh jika dijadikan sebagai makanan. Bentuk Biawak cukup menyeramkan karena menyerupai buaya dalam bentuk yang lebih kecil. Memang, bagi sebagian orang tentu tak terbayangkan bila Biawak itu bisa dijadikan makanan lezat. Bahkan menjadi salah...