Bahan-bahan/bumbu-bumbu : 400 gram nangka muda, dipotong-potong 3 lonjor kacang panjang, dipotong-potong 1 buah kepala ikan, dibelah 2 bagian 800 ml santan dari 1/2 kelapa 1/2 sendok teh asam jawa 1 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan 2 cm lengkuas, dimemarkan 1 sendok makan garam 2 sendok teh gula pasir Bumbu Halus: 8 butir bawang merah 2 buah cabe merah keriting 1 buah cabai merah besar 1/2 sendok teh terasi, dibakar 2 butir kemiri, disangrai Cara Pengolahan : Rebus nangka muda sampai setengah matang. Angkat dan tiriskan. Rebus kembali nangka, santan, bumbu halus, serai, lengkuas, dan kepala ikan sampai mendidih. Masukkan kacang panjang,garam dan gula pasir. Masak sampai matang.
Patin Baubar, patin segar yang dimasak dengan tungku yang berasal dari bara api tempurung kelapa. Tentunya hal ini akan menjadikan aroma tersendiri dan emnambah cita rasa. Patin Baubar sangat cocok jika disajikan dengan nasi putih hangat dan Terong Baparung (terong yang dibakar di atas bara api dan dikasih santan). Ditambah sambal acan (sambal terasi). Patin Baubar adalah pepes Ikan Patin yang dibumbui dengan berbagai rempah-rempah kemudian dimasak dengan cara dibakar ditungku dan bara api sampai rempah-rempah tersebut meresap ke Ikan Patin tersebut. Dengan cara masak seperti inilah yang membuat Ikan Patin ini jadi lebih nikmat dan katanya, makanan khas Kalimantan Selatan yang satu ini sangat nikmat disajikan dengan nasi putih hangat saja. erlu diketahui juga, di perairan seperti sungai-sungai di Kalimantan Selatan sangat mudah mendapat Ikan Patin, bahkan sekarang ini banyak warga disana yang membudidayakan Ikan Patin dan warga di Kalimant...
Iwak Wadi yaitu makanan tradisional khas Banjar yang pembuatannya dengan menggunakan Uyah bacurai (garam tanpa yodium)
Bahan: 2 bungkus ragi instant 50 ml air hangat 10 kuning telur 2 butir telur utuh 200 gram gula pasir 2 sdm terigu 150 gram tepung sagu 300 ml santan kental 2 batang sereh memarkan 10 lembar daun jeruk Cara Membuat: - Campur ragi dengan air hangat, aduk rata dan diamkan selama 20 menit. - Santan kental rebus bersama batang sereh dan daun jeruk hingga mendidih, angkat, Saring. Dinginkan. - Kocok kuning telur bersama gula pasir hingga mengembang dan kental, masukkan tepung sagu dan terigu aduk rata, tambahkan adonan biang, aduk rata. - Masukkan santan ke dalam adonan sagu, aduk rata dan diamkan selama 2 jam. - Panaskan oven dengan temperatur 180 derajat Celcius. - Siapkan loyang yang sudah dioles. - Tuangkan adonan hingga rata. - Panggang selama 30 menit gunakan api atas bawah, buka ovennya sedikit, bila telah bersarang matangkan dengan api atas saja sebentar, angkat.
Martabak yang terbuat dari sagu yang dihaluskan lalu digoreng kemudian diberi gula merah , Martabak ini memang berbeda dengan martabak yang biasa kita temui yaitu martabak manis atau martabak asin, hal ini karena salah satu makanan pokok Papua Barat adalah sagu. Rasa sagu ini manis dan enak tidak kalah dengan martabak manis atau asin
Bahan: 150 gr tepung sagu aren 50 gr tepung beras 500 ml air 150 ml air daun suji (30 lembar daun suji blender bersama 150 ml air, saring 3 tetes pewarna hijau Kuah gula merah: 250 gr gula merah, iris tipis 300 ml air 5 lembar daun pandan Kuah santan: 750 ml santan dari 1 butir kelapa 1/2 sdt garam 6 lembar daun pandan Cara membuat: 1. Dawet: aduk rata bahan dawet, masak sambil diaduk hingga meletup-letup. Angkat, panas-panas, tuang ke cetakan cendol, tekan cetakan cendol, tampung cendol yang keluar ke dalam baskom berisi air dingin. 2. Kuah gula merah: rebus kuah gula merah sambil diaduk hingga mendidih, saraing, dinginkan. 3. Kuah santan: rebus kuah santan sambil diaduk hingga mendidih, dinginkan. 4. Cara penyajian: Sendokkan cendol ke dalam gelas, tambahkan kuah gula merah dan santan, sajikan dengan es batu. Sumber: http://f...
Porsi : Untuk 8 Buah Bahan: 100 g beras ketan, rendam air 2 jam, tiriskan 150 g pisang ambon, haluskan ½ sdt garam 2 lembar pandan, potong 4 cm 50 g gula merah, sisir 2 sdm santan kental dari 50 g kelapa Daun pisang dan lidi secukupnya Cara membuat: Campur pisang, gula, garam, santan, dan beras ketan, aduk rat. Alasi daun pisang dengan pandan, letakkan adonan. Gulung seperti lontong, sematkan ujungnya dengan lidi. Kukus 30 menit, angkat. Sajikan.
Bahan-bahan untuk Resep Es Selendang Mayang : 60 gr tepung sagu aren 30 gr tepung beras 1/2 sdt garam 200 ml air daun suji 300 ml air Untuk kuah Resep Es selendang mayang : 750 ml santan 1/2 sdt gula pasir 1/2 sdt garam 3 lembar daun pandan, sobek-sobek Bahan gula merah Resep Es Selendang Mayang : 300 g gula merah, sisir halus 300 ml air 1/4 sdt garam Setelah seluruh bahan-bahan disiapkan, berikut tahapan cara membuatnya: Campur 250 ml air bersama tepung sagu aren dan tepung beras, serta sisihkan. Didihkan sisa air, daun pandan, garam, dan gula pasir hingga larut. Angkat dan saring. Jerang kembali campuran air dan daun pandan di atas api kecil, dan masukkan campuran tepung sagu aren, aduk cepat hingga tercampur rata, didihkan. angkat. Tuang ke dalam loyang , dan ratakan. Percikan dengan pewarna merah, ratakan...
Propinsi Banten merupakan satu diantara sentra industri emping melinjo yang relatif besar di Indonesia. Sentra tersebut tersebar di hampir seluruh kabupaten di Banten, salah satunya adalah Kabupaten Pandeglang. Usaha emping melinjo di Kabupaten Pandeglang baru dirintis pada tahun 1960-an. Sebelumnya, biji melinjo yang dihasilkan di daerah ini masih belum dimanfaatkan. Data Dinas Perkebunan Banten, hingga akhir tahun 2004, secara keseluruhan luas lahan melinjo di Propinsi Banten sekitar 6.610 ha dengan produksi 14.011 ton buah melinjo. Dari total luas lahan tersebut, sebagian besar (48%) berada di Kabupaten Pandeglang, sisanya tersebar di Kabupaten Lebak dan Serang. Pada awal-awal produksinya, hasil produksi emping melinjo dari Banten tidak dipasarkan di daerah setempat, melainkan dipasarkan di Jakarta. Potensi bahan baku biji melinjo yang banyak tersebut, menempatkan Pandeglang sebagai sentra industri emping yang penting. Data dari Dinas Perindustrian,...