Di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sagu diolah menjadi Sinonggi, makanan khas Suku Tolaki. Meski tampilannya hampir mirip dengan Papeda, cara menikmati Sinonggi sedikit berbeda. Sinonggi disantap dengan mencampurkan bubur sagu langsung dengan kuah ikan, sayur dan sambal dabu-dabu. Penikmat Sinonggi bisa melahapnya dengan sayur bening atau sayur santan. Ditambah pula dengan kuah ikan atau kuah daging yang dimasak tawooloho. Tawooloho berarti dimasak dengan daun belimbing asam. Nama sinonggi sendiri berasal dari kata Posonggi, yaitu bahasa Tokaki yang berarti alat mirip sumpit yang digunakan untuk mendulang sinonggi dari wadahnya. Untuk memindahkan sinonggi dari wadah ke dalam piring harus membuat buntalan sinonggi dengan menggunakan sumpit yang disediakan. Masyarakat Tolaki punya cara khas untuk menikmati sinonggi, yang disebut mosonggi, yaitu menyuap sinonggi dengan tangan, menyeruput kuah langsung dari piring atau mangkuk, sambil duduk di lantai. Tradisi mosonggi biasa d...
Tidak seperti biasanya lemang, yang kebanyakan bahan baku dimasukkan ke dalam bambu, melainkan makanan satu ini bernakan lemang—sama seperi lemang yang berisi ketan hitam, putih, atau ketan lainnya, yang membedakan adalah pembungkus dari bahan baku lemang, yaitu tanaman kantong semar. Lemang kantong semar (lokal: Lemang kancung beruk) adalah makanan khas desa Lempur Lekuk 50 Tumbi, Kabupaten Kerinci, Propinsi Jambi. Lemang yang dimasak di dalam kantung semar (Nephentes) ini memiliki rasa yang khas dan merupakan sesuatu yang unik. Kantung Semar sendiri adalah tumbuhan pemakan serangga. Kantung semar hidup dengan cara menjebak mangsanya. Mangsa akan mati saat masuk ke dalam kantung. Katup akan segera menutup dan mangsa tenggelam ke dalam kantung yang berisi air. Lemang ini dapat dimakan langsung atau dengan menambahkan kuah srikaya. Sayangnya makanan ini susah sekali untuk ditemukan, pasalnya masyarakat setempat hanya membuatnya setahun sekali yaitu pada saat Kenduri Seko (...
Penduduk lokal di kabupaten Kerinci memiliki tradisi unik dengan mengumpulkan kawo yakni tunas muda pohon kopi yang malah jadi gulma. Daun-daunan tersebut diambil untuk kemudian diseduh menjadi minuman khas. Kawo ini dalam menghidangkan pun unik karena disajikan di dalam batok kelapa. Untuk mereka yang tak biasa meminumnya mungkin menganggap Kawo mempunyai citarasa yang asing. Masyarakat Kerinci meyakini jika minuman Kawo ini bisa meredakan ketagihan pada kopi, menangkal gangguan asam urat, menghindarkan terjadinya rematik dan bisa memperkuat stamina tubuh. Sehabis bepergian ke sejumlah destinasi wisata di kabupaten Kerinci mungkin Anda harus menjajal minuman air Kawo ini. Alamat Penjual: Jujun, Pulau Tengah, Semerap, Tanjung Pauh, Muak, Lempur Danau, Gunung Raya, Batang Merangin, Siulak, Sungai Manau, Jangkat, Lembah Masurai http://byonickerincinew.blogspot.co.id/2016/02/makanan-dan-minuman-khas-kerinci.html
Pada tanggal 22 maret 2017, bertepatan pada kegiatan Jambore PKK, Bupati Bungo, Kabupaen Bungo, Jambi membuka kesempatan ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok PKK di setiap kecamatan di Kabupaten Bungo untuk menampilkan makanan khasnya masing-masing di kediaman rumah dinas Kabupaten Bungo. Terdapat salah satu peserta PKK, yang menarik perhatian karena menanmpilkan jenis makanan yang berbeda dan asing/belum banyak terdengar, nama makanannya yaitu Bolu Sawit. Ibu Apoh, selaku pembuat bolu sawit, ia menjadikan sait sebahgai bahan pengganti mentega sebagai bahan dasar pembuatan bolu. Sawit yang dipilih adalah sawit yang sudah matang, dipilih kualitasnya yang baik, lalu direbus dan diperas. Bolu sawit yang masih asing ini mengundang perhatian Bupati Bungo, Mashuri, berwacana untuk menjadikan bolu sawit ini sebagai makanan khas Kabupaten Bungo. Ibu Apoh, mengatakan bahwa bolu ini sudah sekitar 5 tahun diproduksi di Kecamatan Pelepat dan kecamatan Jujuan, namun hanya orang-orang...
Lendot merupakan makanan khas dari Pulau Karimun. Makanan ini sejatinya merupakan sayuran sebagaimana sayur kangkung dan bayam. Hanya saja perbedaannya terletak pada kuah yang menemaninya. Kuah pada Lendot tidak cair sebagaimana umumnya,tetapi memiliki tekstur lendir. Ya, mirip seperti lem. Dari lendir inilah sehingga warga setempat menyebutnya dengan lendot. https://www.wisatago.com/7-masakan-khas-karimun/
Sejak beberapa tahun belakangan, Kulit Kayu Manis (Cassiavera) asal Kerinci ini memang menjadi komoditi ekspor utama ke AS. Rupanya, tidak banyak yang tahu bahwa di mata dunia, Indonesia merupakan produsen terbesar Cassiavera,bahkan Kerinci merupakan penghasil Cassiavera terbesar di dunia,data tahun 2009 luas area penanaman Cassiavera di Kerinci mencapai sekitar 41.825 hektar. Ada yang paling khas di Kota Sungai Penuh dan Kerinci, yaitu minuman yang memiliki banyak khasiat, Sirup Kayu Manis. Sirup ini, berbahan dasar asli kayu manis, yang kemudian diolah menjadi sirup. Penyajian sirup kayu manis ini, biasanya disajikan bersama dengan teh hangat, yang kemudian disatukan dan diaduk. Setelah meminum sirup kayu manis ini, tenggorokan dan perut terasa begitu hangat. ukan hanya rasa yang menggiurkan, namun khasiat dari sirup ini begitu banyak, diantaranya : Menghangatkan badan Mencegah pegal linu Mencegah reumatik Melancarkan aliran darah Menceg...
Penganan ini menggunakan beras ketan sebagai komposisi utama yang dimasak dengan air nira.
Abuk-abuk yang memiliki cita rasa lezat ini merupakan sejenis kue basah. Bentuknya hampir mirip cone atau kerucut. Sagu merupakan bahan utama dalam proses pembuatan Abuk-abuk. Selanjutnya ditambah parutan kelapa dan inti gula merah. Kemudian dibungkus daun pisang dan dimasak dengan cara dikukus. Rasanya manis dengan ukuran lebih kurang sekepalan tangan orang dewasa. Tekstur makanan ini juga cukup lembut.
Bahan-bahan: 1. Jagung muda 3 buah 2. Daun pisang cukup untuk dua bungkus 3. Santan 2 sendok Bumbu-bumbu: 1. Jahe 1 iris 2. Garam secukupnya 3. Bawang putih 1 belah Cara membuatnya: 1. Jagung dipipil, ditumbuk. 2. Bumbu-bumbu ditumbuk. 3. Jagung yang sudah ditumbuk dicampur bumbu. 4. Santan dimasukkan. 5. Diaduk sampai rata. 6. Adonan dibungkus dengan daun pisang seperti membungkus nagasari. 7. Dikukus. Bisa dibeli di: Restaurant OLAMITA Jalan Kh. Abdullah Syafei No.51B, Tebet, RT.6/RW.9, Bukit Duri, RT.6/RW.9, Bukit Duri, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12822 (021) 22983867 Sumber: Buku Mustika Rasa Soekarno