Bau piapi adalah ikan yang dimasak dengan cara yang khas dan menggunakan rempah rempah yang khas dari mandar seperti lombok, garam, merica, bawang merah, kunyit, kaloe (asam manga), lasuna mandar (bawang dari mandar) dan ditambah dengan minyak kelapa asli mandar sehingga memiliki bau yang harum. Bau piapi ini biasanya dimasak menggunakan kuali (panci yang terbuat dari tanah liat) dan tungku yang terbuat dari tanah liat. Meskipun pada saat ini bau piapi kadang dimasak dengan menggunakan panci biasa, menggunakan kuali akan mengahasilkan cita rasa yang khas tersendiri. Ikan yang biasa digunakan adalah ikan layang, cakalang (ikan turingang), leppani’ (ikan tongkol), bulalia (ikan selar), dll. Bisa dibeli di RM Sulbar, Jl Cik Ditiro, Kota Mamuju, Sulbar
Penja adalah sejenis ikan yang berukuran sangat kecil yang biasanya ditemukan diperairan laut Sulawesi Barat dan hulu sungai mandar. Dikatakan bahwa umur ikan penja tidaklah panjang dan panjang tubuh ikan ini sekitar 1cm-2cm. Penja yang masih segar bisa langsung dimasak dan bisa juga diberi garam dan dijemur sehinggah akan bertahan lama dan bisa dikirim ke tempat jauh. Bagi sebagian masyarakat mandar yang berada dirantaun, ikan ini bisa menjadi pelepas rindu ke tanah kelahiran mandar loh guys. Ikan ini biasanya dimasak dengan berbagai macam rempah-rempah.dan tentu saja memiliki rasa yang enak dan lezat. Bisa dibeli di: Warung Haji Ridwan Jalan Andi Depu Polewali Mandar source:http://www.dattebasa.com/2017/08/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
Loka sattai dibuat dari pisang yang masih mentah yang dimasak dan diaduk dengan santan dan sedikit garam. Makanan ini juga bisa dijadikan makanan pokok ketika pasokan beras berkurang. Loka sattai juga kadang dijadikan bekal ke sawah, ke kebun dan ke laut bagi para nelayan.
Lawar Kacci atau sambal mangga muda merupakan salah satu makanan khas dari Sulawesi Barat. Lawar kacci terbuat dari mangga muda yang diiris tipis-tipis lalu dicampur dengan garam, lombok, bawang merah, dan kemiri yang sudah ditumbuh Kemudian dicampur dan diaduk dengan santan kental. Lawar kacci biasanya sangat pas dan enak dimakan dengan ikan bakar dan nasi yang masih panas.
Adalah air yang direndam dengan menggunakan potongan kayu yang biasa disebut dolong, kayu yang sama dipakai untuk memperkuat badan perahu. Dahulu minuman ini sangat familiar pada saat acara "to mambaca" (syukuran) atau "pappalikka" mungkin karena saat ini bahan kayunya sudah langka atau kemungkinan generasi yang hidup masa kini telah melupakanya, maka kemudian minuman dolong sudah jarang kita temukan, ada sebagian keluarga yang masih mengkonsumsinya namun lokasinya di desa-desa, secara umum minuman dolong baik untuk kesehatan, salah satu diantara sekian banyak manfaatnya adalah ia dapat mengontrol kadar gula darah pada penderita penyakit diabetes atau kencing manis. Minuman ini tentu saja tanpa bahan pengawet namun dapat membuat hidup kita awet, minuman ini juga tanpa bahan pewarna namun memiliki warna yang indah. Source: http://www.kompadansamandar.or.id/kuliner/599-air-dolong-minuman-harian-di-rumah-kami.html
Katto namanya, makanan suku Mandar yang terbuat dari singkong (ubi kayu) yang dikukus dan dihaluskan, ditaburi parutan kelapa dan disiram dengan gula aren. Mungkin makanan yang satu ini sudah sulit dijumpai, tapi dikampung kami (dusun Apoang, desa Bukit Samang, kec. Sendana, kab. Majene) setiap ada kegiatan selalu menjadi menu andalan, dan benar saja kebanyakan undangan selalu membungkusnya untuk dijadikan buah tangan sepulang dari acara. Makanan dengan olahan singkong, kelapa, dan gula aren mendominasi bahan-bahan utama kuliner di daerah kami, ini karena ketiga bahan ini sangat mudah didapatkan, karena itu bahan makanan untuk kudapan dan penganan tidak pernah jauh-jauh dari ketiga bahan ini. Hanya saja modernisasi terutama di dunia kuliner juga terjadi, banyak orang yang tak lagi ingin pusing dan repot dengan teknik pembuatan kudapan yang memakan waktu panjang, sehingga lebih banyak memilih membeli kudapan yang sudah tersedia dan dijajakan oleh penjual. Jadilah makanan-m...
Orang-orang di suku Mandar menyebutnya dengan nama Puso, alias jantung pisang, atau bunga pisang. Letaknya yang ada di ujung pisang dengan lapisan yang selalu terbuka dengan bagian dalamnya yang akan menjadi buah pisang baru nantinya. Ia kadang disepelekan dan dibuang karena dianggap mengganngu pertumbuhan pisang, namun dibalik itu ia memilki khasiat nutrisi yang sangat baik untuk tubuh. Di daerah Mandar bahan pangan ini dijadikan sebagai bahan untuk sayur dalam hidangan diatas meja, disajikan dan dicampurkan dengan santan. Puso menjadi alternatif bahan makanan yang mudah ditemukan dengan harga yang tidak mahal dan tentu saja rasanya yang gurih dan nikmat menjadi pertimbangan tersendiri. Tidak semua jenis puso cocok digunakan untuk bahan sayur, ada jenis puso yang pahit dijadikan bahan sayur, yaitu jenis puso dari pisang ambon, warga lokal di Mandar menyebutnya “loka tiraq” . Puso dari jenis pisang ini memiliki kandungan tannin yang tinggi, ini yang membu...
Wedang Pokak Madura terbuat dari bahan-bahan menyehatkan yaitu tangkai serai, daun pandan, cengkeh, daun bawang, jahe, merica bubuk, kayu manis, gula pasir, dan air mendidih secukupnya untuk melarutkan bahan-bahan. Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-madura/
Bapatong adalah singkatan dari bakso kupat gentong. Sesuai dengan namanya, satu porsi bapatong berisi bakso, ketupat yang dipotong berbentuk dadu, iga sapi, dan kuah kaldu sapi yang diambil dari gentong atau tempat menyimpan kuah setelah dimasak. Bapatong dapat ditemukan di Jalan Pangrango Nomor 1, Bogor. Sumber: https://tempatwisataindonesia.id/makanan-khas-bogor/ Tempat yang Menyediakan: Baso Kupat Gentong Address: Jalan Pangrango No.1, Babakan, Bogor Tengah, Babakan, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16124 Phone: (0251) 7157160