3.426 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kerajaan Sunda Galuh
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Di Indonesia sangat banyak kerajaan-kerajaan baik yang bercorak Islam, Hindu ataupun Buddha. Khusus untuk di pulau Jawa ada sebuah kerajaan setelah runtuhnya kerajaan Tarumanegara yang terletak di Jawa Barat yaitu kerajaan Sunda Galuh. Kerajaan ini merupakan kerajaan Hindu terakhir di Tatar Sunda. Yang merupakan sebuah kerajaan kombinasi dari dua kerajaan besar disunda, yaitu kerajaan Sunda dan Galuh Raya. Kerajaan Sunda Galuh didirikan oleh Tarusbawa  pada tahun 591 Caka Sunda (669 M). Menurut sumber sejarah primer yang berasal dari abad ke-16, kerajaan ini merupakan suatu kerajaan yang meliputi wilayah yang sekarang menjadi Provinsi Banten, Jakarta, Provinsi Jawa Barat , dan bagian barat Provinsi Jawa Tengah. Berdirinya Kerajaan Sunda serta “merdekanya” Kerajaan Galuh, sekaligus pula merupakan pertanda berakhirnya era kekuasaan Kerajaan Tarumanegara. Berbeda dengan Kerajaan Galuh, Kerajaan Sunda pada masa awal berdirinya sama sekali tidak pernah menga...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Kerajaan Salakanagara
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Menurut naskah “Pustaka Rayja-rayja I Bhumi Nusantara”, kerajaan di pulau Jawa adalah Salakanagara (artinya: negara perak). Salakanagara didirikan pada tahun 52 Saka (130/131 Masehi). Lokasi kerajaan tersebut dipercaya berada di Teluk Lada, kota  Pandeglang , kota yang terkenal dengan hasil logamnya (Pandeglang dalam bahasa Sunda merupakan singkatan dari kata-kata panday dan geulang yang artinya pembuat gelang). Dr. Edi S. Ekajati, sejarawan Sunda, memperkirakan bahwa letak ibukota kerajaan tersebut adalah yang menjadi kota Merak sekarang (merak dalam bahasa Sunda artinya "membuat perak"). Sebagain lagi memperkirakan bahwa kerajaan tersebut terletak di sekitar  Gunung Salak , berdasarkan pengucapan kata "Salaka" dan kata "Salak" yang hampir sama. Adalah sangat mungkin bahwa  Argyre  atau Argyros pada ujung barat Iabadiou yang disebutkan Claudius Ptolemaeus Pelusiniensis ( Ptolemy ) dari Mesir (87-150 AD) dalam bukunya “Geographike Hypergesis...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Suku Dayak Abal
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kalimantan Selatan

Suku Abal atau Dayak Abal adalah sub-suku Dayak yang berdiam di Desa Kupang Nunding, kecamatan Muara Uya, Tabalong dahulu juga terdapat di Desa Halong Dalam, Desa Aong, dan Desa Suput. Ketiga desa ini merupakan bagian wilayah administratif Kecamatan Haruai, Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan. Kecamatan Haruai yang luasnya 861,27 km2 pada tahun 1990 berpenduduk 21.948 jiwa (mayoritas suku Banjar), tetapi tidak tersedia data jumlah orang Dayak Abal di antara jumlah tersebut. Orang Abal ini mempunyai bahasa sendiri yakni bahasa Abal. Antara sesamanya mereka menggunakan bahasa Abal sebagai bahasa ibu, tetapi dengan orang luar misalnya dengan orang Banjar, atau Dayak Maanyan, Dayak Dusun Deyah yang penduduk asal di kabupaten ini, mereka menggunakan bahasa Banjar sebagai bahasa pengantar. Pengaruh orang Banjar menyebabkan mereka telah lama memeluk agama Islam, dan asimilasi dengan orang Banjar ini terjadi sedemikian rupa sehingga budaya lama mereka sendiri sudah hampir-hampir punah. Sepe...

avatar
Nicky Ria Azizman
Gambar Entri
Tokoh Silat Beksi Petukangan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Buku Silat Beksi Petukangan Februari 22, 2019 Mandor Minggu Mandor Minggu adalah salah satu murid dari H. Godjali, yang juga meneruskan dan membuka perguruan silat Beksi. Ayah Mandor Minggu bernama Sinan dan ibunya bernama Julia binti Sidi. Tahun kelahiran Mandor Minggu tidak diketahui secara pasti, namun diperkirakan sekitar tahun 1890-1900, dimana secara usia, tidak terpaut jauh dari usia M. Nur. Menurut penuturan keluarga, tahun wafatnya sekitar tahun 1970. Hingga saat ini, makamnya tidak diberi nisan dan hanya berupa gundukan tanah pada lahan kecil di tengah pemukiman. Lahan kecil yang digunakan sebagai tempat peristirahatannya yang terakhirnya saat ini, dahulu merupakan halaman rumahnya yang megah dan berarsitektur khas Betawi. Secara fisik, perawakannya tinggi besar dan berkulit putih. Selama hidupnya, menurut narasumber, Mandor Minggu telah memiliki 5 istri, yang bernama Asenah, Juriah, Yani, Mardiah dan satu lagi tidak diketahui namanya. Menurut penuturan, selama hidu...

avatar
Kampung silat petukangan
Gambar Entri
Biografi Tokoh Silat Beksi Petukangan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

BIOGRAFI SINGKAT TOKOH SILAT BEKSI PETUKANGAN Kong Simin Murid H. Godjali lainnya dalam silsilah ilmu silat Beksi, adalah engkong Simin (selanjutnya hanya disebut namanya saja untuk mempersingkat tulisan). Dilahirkan pada tahun 1881 dan wafat pada tanggal 22 Oktober 1992. Simin sendiri adalah kakak dari M. Nur, jawara lain dalam silsilah ilmu silat Beksi di Petukangan. Ayah Simin bernama Syua’ib, atau warga lama Petukangan menyebutnya dengan sebuat Aip. Dia adalah pedagang ikan di pasar Kebayoran dan seputaran Petukangan. Suatu ketika saat bertransaksi jual-beli ikan di Pasar Ikan (vish markt), Batavia Lama, Syu’aib dipukuli oleh para centeng Pasar Ikan karena suatu masalah. Simin yang waktu itu masih kecil dan mendampingi ayahnya bertransaksi jual-beli ikan, hanya dapat melihat dan menangis karena tidak dapat menolong ayahnya. Bermula dari peristiwa tersebut, Simin bertekad bulat untuk membalas perlakuan para centeng Pasar Ikan itu kepada ayahnya. Ketika H. Godjali mengajakny...

avatar
Kampung silat petukangan
Gambar Entri
Biografi Tokoh Silat Beksi Petukangan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

BIOGRAFI SINGKAT TOKOH SILAT BEKSI PETUKANGAN Kong Noer Nama M. Nur dalam silsilah ilmu silat Beksi, merupakan salah satu jalur guru dalam mempelajari silat Beksi. M. Nur sendiri dalam silsilah ilmu silat Beksi, merupakan murid langsung dari H. Godjali, Ki Marhalli dan kemudian Ki Mursalim. Menurut penuturan salah satu sumber, M. Nur saja yang sanad keilmuannya, langsung sampai kepada eyang guru awal silat Beksi, yaitu ki Mursalim. M. Nur belajar dan di bawah bimbingan langsung dari Ki Mursalim selama proses belajar silat Beksi dan darinyalah, terdapat jurus lain yang sangat berbeda dari para murid H. Godjali lainnya. M. Nur dilahirkan pada tahun 1901 dan wafat pada tanggal 12 Mei 1993, serta merupakan adik dari Simin. Sebelum menjadi pesilat tangguh Beksi, M. Nur dididik agama secara disiplin oleh kedua orangtuanya, sehingga di kemudian hari, M. Nur dikenal sebagai jawara silat Beksi yang religius. M. Nur mempunyai 6 orang istri dan dikaruniai 7 orang anak. Kedua anaknya menja...

avatar
Kampung silat petukangan
Gambar Entri
Biografi Tokoh Silat Beksi Petukangan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

BIOGRAFI TOKOH SILAT BEKSI PETUKANGAN H. GODJALI H. Godjali, menurut penuturan lisan, dilahirkan sekitar tahun 1859-1860. H. Godjali sendiri adalah paman dari H. Hasbullah. Ayah H. Godjali, H. Gatong, adalah seorang Bumiputra tuan tanah dan saudagar kaya terkenal di seantero Petukangan. Ibu dari H. Godjali, adalah wanita peranakan Tionghoa bernama Nyi An Ie Ong, tetapi penduduk sekitar menyebutnya Nyi Anyong, karena sulitnya mengucapkan dalam ejaan Mandarin. H. Godjali merupakan anak satu-satunya dari H. Gatong yang berkeinginan kuat belajar silat, sehingga dia diberikan segala apa yang dimiliki oleh ayahnya, tetapi secara disiplin dan teratur. H. Godjali sebelum dikenal sebagai ahli silat, adalah pemusik handal, yaitu sebagai salah satu dari empat personel grup rebana dari kampung Petukangan. Keahlian dan ketenaran grupnya, menjadikannya sering dipanggil ke berbagai daerah di luar Petukangan. Melalui keahliannya ini, dia sampai ke daerah Dadap, Tangerang, dimana dia mendap...

avatar
Kampung silat petukangan
Gambar Entri
Biografi Tokoh Silat Beksi Petukangan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

BIOGRAFI SINGKAT TOKOH SILAT BEKSI PETUKANGAN H. Hasbullah H. Hasbullah dilahirkan di Petukangan pada tahun 1863. Ayahnya bernama H Misin, yang masih merupakan keponakan dengan H. Gatong, sehingga silsilah H. Hasbullah dengan H. Godjali adalah keponakan dengan paman. Pada saat itu jika umur antara paman dengan keponakan tidak jauh berbeda, maka biasanya sang paman dipanggil dengan sebutan abang, bukan ncang. Proses belajarnya H. Hasbullah dalam silat Beksi kepada H. Godjali tergolong unik, sebab H. Godjali yang saat itu telah menguasai jurus dasar silat Beksi, hanya mengajaknya bersama teman sepermainannya, untuk belajar silat Beksi. Saat itu belum ada syarat apapun dari guru kepada muridnya, tetapi dapat berakar kuat jalinan batinnya. H. Hasbullah sendiri telah mempunyai ilmu silat kotek sebelum belajar silat Beksi dari H. Godjali. (KAMPUNG SILAT PETUKANGAN)

avatar
Kampung silat petukangan
Gambar Entri
Mitos Historis Si Pitung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
DKI Jakarta

Mitos - Historis Cerita Si Pitung Lebih banyak “mitos” dari pada “historis” mengenai cerita si-pitung, tapi kedua-duanya muncul bersamaan. Dari “mitos” selau memancarkan cahaya-cahaya dan nilai-nilai norma moral yang baik bagi masyarakat Betawi. Si-pitung menurut para ahli adalah simbol keresahan berkat kesenjangan sosial masyarakat Betawi pada abad ke-19. Cerita si-pitung adalah termasauk khazanah tradisi lisan nusantara “buah-hasil” kecerdasan (kerja produsen intelektual) masyarakat Betawi. Intervensi budaya perlu dibudidayakan karena hal itu adalah sebagai bentuk “intelektualitas” masyarakat itu sendiri. Pahlawan terbaik adalah pahlawan yang hidup didalam hati masyarakat itu sendiri. Pada dasarnya cerita si-pitung diidealkan mengandung nilai-nilai luhur (nga-so-si/ngaji-solat-silat). Proses penyampain dan penyebarannya melalui “ngebuleng-ngerahul” (dongeng Betawi). Konteks cerita si-pitung adalah cerita rakyat bukan cerita sejarah, tapi si-pitung legenda yang betu-betul ada tokoh...

avatar
Abdul Aziz