2.369 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Piso Surit
Tarian Tarian
Sumatera Utara

Piso Surit   Piso dalam bahasa karo sebenarnya berarti pisau dan banyak orang mengira bahwa Piso Surit merupakan nama sejenis pisau khas orang karo. Sebenarnya Piso Surit adalah nama sejenis burung yang suka bernyanyi. Kicau burung ini bila didengar secara seksama sepertinya sedang memanggil-manggil seseorang dan kedengaran sangat menyedihkan. Tarian Piso Surit adalah tarian yang menggambarkan seorang gadis yang sedang menantikan kedatangan kekasihnya. Penantian tersebut sangat lama dan menyedihkan dan digambarkan seperti burung Piso Surit yang sedang memanggil-manggil. Lagu Piso Surit Diciptakan Oleh Djaga Depari salah seorang tokoh masyarakat karo sekaligus komponis nasional pada masa orde lama. #OSKMITB2018  

avatar
OSKM18_16318016_Glossa Sinuraya
Gambar Entri
Tari Remo
Tarian Tarian
Jawa Timur

Tari Remo atau yang juga bisa disebut Tari Remong adalah sebuah tarian yang berasal dari Jawa Timur. Tarian ini biasa digunakan menjadi tarian pembuka dari pertunjukan Ludruk. Kedua pertunjukan ini selalu menjadi paket pertunjukan yang tidak bisa dipisahkan. Setelah Indonesia merdeka, Tarian ini semakin lama semakin berkembang. Tarian ini juga sering dipertunjukan untuk tari penyambutan tamu-tamu istimewa, seperti pejabat, orang asing, dan lain sebagainya. Tari Remo bercerita tentang kepahlawanan seorang pangeran yang berjuang dalam medan pertempuran. Tarian ini awalnya hanya khusus dibawakan oleh kaum lelaki. Akan tetapi, pada jaman sekarang banyak kaum perempuan yang tertarik untuk mempelajari dan membawakanya. Walaupun yang membawakan adalah kaum perempuan, kostum yang digunakan tetap sama seperti yang digunakan oleh kaum lelaki. Dibutuhkan kecekatanan dan konsentrasi penuh bagi penari jika membawakan Tari Remo. Gerakan yang berubah-ubah dalam tempo waktu yang cepat, mele...

avatar
OSKM18_16418281_Aldo Afayed
Gambar Entri
Tari Cakalele - Tarian Prajurit Perang Maluku
Tarian Tarian
Maluku

Tari Cakalele adalah tarian tradisional sejenis tarian perang yang berasal dari daerah Maluku Utara. Tarian ini umumnya ditarikan oleh pria namun terkadang juga ditarikan oleh sebagian kecil kaum wanita sebagai pengiring suasana. Tarian ini seringkali dibawakan sebelum pergi berperang sebagai penyemangat para pasukan perang. Namun seiring berjalannya waktu pada saat ini tarian ini dibawakan pada kegiatan upacara adat masyarakat disana. Bagi masyarakat maluku, tarian ini merupakan wujud apresiasi dan penghormatan masyarakat terhadap para leluhur atau nenek moyang mereka.Tarian ini juga menggambarkan jiwa masyarakat maluku yang pemberani dan tangguh. Hal tersebut dapat dilihat dari pedang yang dibawa saat menari tarian cakalele dan ekspresi mereka ketika menarikannya. Dalam tarian cakalele biasanya diiringi oleh alat musik diantaranya tifa, gong dan bia ( semacam keong yang ditiup). Irama yang dihasilkan dari harmonisasi alat musik ini merupakan irama yang bertempo cepat dan meningkatk...

avatar
Yusufalfialfayyadh
Gambar Entri
Tayuban atau Ronggeng Dombret
Tarian Tarian
Jawa Barat

Indonesia merupakan negara dengan banyak budaya yang dapat menjadi ciri khas dari masing-masing daerah yang semakin lama mulai terlupakan oleh generasi-generasi muda melek teknologi.  Salah satunya adalah Tayuban yang berasal dari kota Cirebon, Jawa Barat. Tayuban atau sering disebut Ronggeng Dombret ini pada jaman dahulu merupakan tarian yang lahir di lingkungan Keraton untuk menghormati tamu-tamu sultan dan juga acara-acara penting diiringi dengan gamelan dan lagu yang sama dengan pertunjukan wayang kulit. Namun, seiring berjalannya waktu, tayuban sudah mulai menyebar di lingkungan masyarakat Cirebon dan menjadi tarian umum yang sering ditampilkan saat menjelang masa panen tiba atau Mapag Sri, hiburan untuk pernikahan, hiburan untuk khitanan, nadran (upacara adat nelayan di daerah Cirebon dan Indramayu), sedekah bumi (upacara adat bagi para petani), acara kebahagiaan, acara syukuran, dan lain-lain. Tarian ini dilakukan oleh para wanita yang memakai kebaya dan selendang di l...

avatar
OSKM18_16618417_Nadira Tsamara Dewi
Gambar Entri
Tari Tarek Pukat
Tarian Tarian
Aceh

     Indonesia menyimpan banyak sumber daya , baik manusia maupun alam. Bukti menunjukkan Indonesia memiliki budaya yang beraneka ragam, seperti makanan, tarian, rumah adat, baju adat, dan sebagainya. Sayangnya, tak sedikit yang mengetahui budaya-budaya indonesia setempat, khususnya orang orang perkotaan yang sibuk dengan karir dan sampai lupa menjaga dan melestarikan kebudayaan negara Indonesia.      Indonesia memiliki lebih dari 30 provinsi dengan populasi terpadat di Jawa Barat. Terdapat banyak sekai kebudayaan Jawa Barat, tetapi kali ini saya akan menjelaskan salah satu budaya tarian khas Nanggroe Aceh Darussalam, yaitu Tari Tarek Pukat .      Menurut Wikipedia, tarek berarti "Tarik", dan pukat adalah sebuah alat para nelayan untuk mencari ikan di laut dikarenakan nelayan adalah mata pencaharian orang Aceh, khususnya Aceh Utara. Tari Tarek Pukat mempunyai filosofi proses nelayan mencari ikan. Tarian yang...

avatar
OSKM18_16918173_Muhammad Fahrell Adlinizar
Gambar Entri
Tari Kreasi " RONGGENG MENOR"
Tarian Tarian
Jawa Barat

SAMPURASUN!! PUNTEN sadayana. Apa kabarnya? Pada kesempatan kali ini saya akan memberi info tentang sebuah tarian yang berasal dari daerah asal saya yaitu Kota Bekasi. Yaitu “Tari Ronggeng Menor” yang dimana sang penggagas tarian ini adalah guru saya sendiri sewaktu sekolah menengah atas di SMA Negeri 4 Kota Bekasi Ibu Dini Irma Damayanthi,S,sn Ronggeng sendiri ialah  jenis kesenian  tari  yang berkembang di Tatar Pasundan. Ronggeng itu adalah penari wanita yang dilengkapi selendang yang dikalungkan di leher sebagai kelengkapan menari. Sedangkan kata menor berarti mencolok cara berdandannya atau berhiasnya dengan berpakaian warna terang dan berwarna-warni. (Tim Redaksi KBBI, 2013: ) Tari ini adalah sebuah kreasi baru yang mengangkat tarian rakyat Jawa Barat yang berada di wilayah Kota Bekasi sebagai pintu gerbang budaya Sunda dan Betawi. Tarian ini menggambarkan sosok penari ronggeng wanita yang lebih ekspresif, lincah dan energik denga...

avatar
OSKM18_1618009_Kukuh Panji Dewantara
Gambar Entri
Tari Cokek
Tarian Tarian
Banten

Tari Cokek adalah salah satu tarian klasik masyarakat Betawi di Jakarta dan sekitarnya. Tarian ini lahir sebagai akulturasi Betawi-Tionghoa di pinggiran kota Jakarta, yakni di Teluk Naga, Tangerang. Dahulu, sungai Cisadane yang bermuara di daerah Teluk Naga merupakan akses strategis bagi para pedagang Tionghoa untuk menjual barang-barang dagangannya kepada masyarakat Tangerang pada masa itu. Perdagangan di kota ini berkembang dengan pesat. Banyak pedagang yang makmur dan akhirnya membeli tanah di sana. Orang-oran yang memiliki hak atas penggunaan tanah inilah yang kemudian disebut tuan tanah. Mereka mulai menetap di kawasan tersebut dan mulai membaur bersama penduduk asli. Pembauran kedua masyarakat ini pada akhirnya membawa akulturasi bagi banyak aspek dalam kehidupan keduanya. Hingga saat ini hasil akulturasi yang terjadi di antara kedua masyarakat ini masih banyak ditemukan pada bahasa, kesenian, dan kebudayaan masyarakat Betawi Tangerang, salah satunya adalah Tari Cokek. Tari Coke...

avatar
Oskm18_16318178_irfando
Gambar Entri
Tari Zapin (Betawi)
Tarian Tarian
DKI Jakarta

Keunikan yang paling pokok pada tari Zapin betawi ini adalah tidak terlalu menekankan pada gerakan kepala, tangan, tubuh, dan gerakan di bagian badan. Gerakan pada tarian ini terpusat pada bagian kaki dengan memakai 2 pola langkahan, yakni langkahan biasa dan juga langkahan kecil.   Langkahan kaki dengan arah menyudut dan langkahan kaki yang membentuk mata panah adalah ciri yang paling khas di dalam tari Zapin Betawi. Langkahan ini merupakan langkahan pokok di dalam tari Zapin. Adapun untuk gerakan kakinya akan membentuk garis lengkung baik berupa setengah lingkaran, lingkaran penuh, maupun spiral dianggap sebagai variasinya.   Gerakan Tari Zapin Betawi Dalam tari Zapin betawi ada 4 jenis pola gerakan kaki, yakni pola pokok, konde, putaran tiga, dan setengah putaran. Keempat pola langkahan tersebut, sekaligus juga dipakai dalam satu penampilan, artinya pola langkahan ini adalah satu kesatuan. Lamanya melakukan satu pola langkahan kaki ini dihitung ber...

avatar
OSKM18_16618133_BRYANT SANTOSO
Gambar Entri
Pesona Tari Bangilun
Tarian Tarian
Jawa Tengah

Bangilun merupakan seni tari tradisional yang bersifat religius. Tari asal daerah Temanggung ini pada mulanya diciptakan dengan tujuan untuk menyebarkan agama islam lewat budaya.Tari Bangilun tercipta kira-kira tahun 1900 pada saat Indonesia masih dijajah oleh Belanda. Bentuk dari tari Bangilun sendiri menyerupai tari Dolalak dari Purworejo dan tari Angguk dari Kulon Progo. Penari Bangilun terdiri dari Laki - laki dan perempuan. Kostum yang dipakai dalam pertunjukan Bangilun adalah celana panji, baju rompi, topi pet, properti dan pengaman berupa sabuk, sampur dan slempang. Pada perkembangannya, terdapat beberapa kelompok yang mengreasikan kostum tari bangilun sehingga terlihat lebih modern. Kostum tari bangilun modern memakai kain warna - warni juga kaos kaki. Celana panji dan rompi yang digunakan berbahan dasar Bludru. Alat musik yang digunakan dalam pertunjukan bangilun yaitu bedug/jidor, terbang, saron, gong dan versi modernnya dapat ditambah dengan musik keybord. Bangilu...

avatar
OSKM18_16118021_Ulqi