Di kalangan bangsawan atau kerajaan, seni tari dikenal mempunyai nilai seni yang tinggi. Hal ini disebabkan gerakan dan aturannya telah ditentukan oleh pihak kerajaan. Salah satu tarian kerajaan berasal dari kerajaan Insana di Nusa Tenggara Timur. Tarian ini bernama Tari Sandang Insana. Kerajaan Insana terletak di Kecamatan Insana, Nusa Tenggara Timur. Kerajaan Insana ini berpusat di daerah yang bernama Oelolok. Kerajaan Insana sangat mengutamakan pendidikan dan kebudayaan bagi masyarakatnya. Tari sandang insana atau tari tenun merupakan wujud ekpresi dan apresiasi seni dari kerajaan Insana terhadap kain tradisional mereka yaitu kain ikat atau tenun ikat. Hal ini dapat dilihat dari beberapa gerakan-gerakan tari sandang insana. Beranggotakan enam penari wanita, tari sandang insana menceritakan tentang pembuatan kain tenun insana mulai dari penanaman hingga proses penenunan. Gerakan-gerakan yang mencerminkan orang sedang menanam benih kapas, memanen kapas, menyiangi, memin...
Kethek Ogleng berasal dari bahasa Jawa, ‘kethek’ adalah kera, sedangkan Ogleng diambil dari suara bunyi yang melatar-belakangi tarian ini yang seperti berbunyi Ogleeeng, Ogleeeng… Tarian ini menceritakan Raden Gunung Sari yang menjelma menjadi kera, dan berusaha mengelabui musuhnya, hingga para penarinya pun selalu bertopeng kera dan menirukan gerakan-gerakan kera, tidak ada gerakan khusus untuk tarian ini, penari hanya menikmati aluran musik dan menari layaknya seekor kera. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/03/tarian-tradisional-wonogiri-jawa-tengah/
Tari Ako Mafo adalah tarian memanen padi sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen masyarakat Labuan Bajo, Flores. [TimIndonesiaExploride/IndonesiaKaya] Sumber: https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/tari-ako-mafo
Tari Lurik Asri menggambarkan seseorang yang nampak anggun, serasi, rapi, dan indah disaat mengenakan lurik. Terciptanya tari Lurik Asri terinspirasi oleh adanya potensi daerah Klaten yang ada di wilayah Kecamatan Pedan, Bayat, dan sekitarnya. Wilayah tersebut merupakan bagian wilayah Klaten penghasil kerajinan lurik. Tari Lurik Asri tidak lepas dari gagasan bapak Sumarsana selaku pendiri Sanggar Bandung Bondowoso, bekerja di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta sebagai staf bagian Pranata Laboraturium Fakultas Seni Pertunjukan dan pengajar karawitan. Bapak Sumarsana kemudian memilih bapak Hartanto untuk menjadi koreografer tari Lurik Asri. Beliau adalah seniman yang bergelut di bidang tari. Ia lulusan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan bekerja sebagai dosen seni tari di ISI Surakarta. Adapun unsur-unsur dalam tari Lurik Asri yang menonjolkan lurik : Gerak : terdapat ragam-ragam gerak meliputi njereng kain, rampak, narik benang, menenun, lamp...
Tari Tahu merupakan refleksi filosofi kehidupan manusia, bagaimana manusia dalam perjalanannya mengalami proses, seperti proses dalam pembuatan tahu robyong berupa pencucian, pemanasan, penggilingan, penyaringan, pencetakan dan penangan akhir; sehingga manusia bisa menuju kesempurnaan jiwa dan raga. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/03/tarian-tradisional-batang-jawa-tengah/
Sebagai daerah wisata populer sudah sepantasnya kalau bali digempur dari sana-sini soal budaya karena sejatinya yang datang ke Bali bukan hanya turis nasional saja, melainkan turis asing dari berbagai macam suku dan bangsa yang memiliki karakter, adat-istiadat, dan kebudayaan yang berbeda. Meski demikian, yang patut diacungi jempol dari Bali karena meski gempuran modernitas begitu masif menerjang namun mayoritas masyarakatnya tak sedikitpun melupakan akar sejarah dan tradisi nenek moyangnya yang sudah sewajibnya dipertahankan sampai kapanpun. Salah satunya ialah Tari Gebug Ende. Apa itu Gebug Ende? Secara gerakan, tarian ini memiliki gerakan yang hampir sama dengan gerakan silat namun yang membedakannya ialah pada sarana yang digunakannya. Tarian Gebug Ende menggunakan Tamiang (Perisai) yang terbuat dari kulit sapi dan rotan sebagai alat pemukulnya. Atraksi tarian ini tak ubahnya seperti perang tanding yang saling berbalas pukulan diantara pesertanya. I...
Tari mojang Jaipong merupakan salah satu tari pergaulan yang berembrio dari seni tari Jaipongan. Tari Jaipong sendiri diciptakan oleh Gugum Gumbira dengan mengadopsi dan memadukan berbagai gerakan dasar dalam seni pertunjukkan ketuk tilu, tari topeng banjet, dan pencak silat. Berbeda dengan tari Jaipong yang biasa ditarikan secara berpasangan, tari mojang Jaipong hanya ditarikan oleh perempuan beranjak remaja dengan mengenakan pakaian tradisional Sunda. Bagian atasnya mengenakan kebaya berwarna cerah, dilengkapi oleh kain batik Sunda pada bagian bawahnya. Hiasan rambut dibuat menarik, dan riasan wajah dibuat minimalis namun tetap mengeluarkan aura cantik mojang sunda. Secara umum, tari mojang jaipong ditarikan oleh 6-8 orang perempuan dengan iringan musik tradisional Sunda dengan tempo yang cepat. Untuk mampu menarikan tari mojang jaipong dengan sempurna seseorang harus menguasai beberapa gerakan, yaitu gerak bukaan, pencugan, gala, dan minci. Gerak bukaan merupakan gera...
Delapan untai tali menjuntai di tengah panggung. Delapan penari memasuki area panggung. Dengan selendang songket yang bekilauan, mereka berputar berkeliling dengan poros juntaian tersebut. Kemudian satu per satu penari mengaitkan selendang songketnya dengan ujung kain-kain itu. Maka saat itulah tarian pilin salapan mulai dipersembahkan. Tari pilin salapan adalah sebuah tarian yang berasal dari daerah Air Bangis, Pasaman Barat. Tarian ini menggambarkan kekompakan dan kesatuan masyarakat setempat, yang menciptakan kehidupan rukun serta damai. Pesan ini disimbolisasikan dengan jalinan delapan untai kain yang membentuk sebuah jalinan anyaman yang rapi. Secara harfiah, 'salapan' bermakna delapan, sesuai dengan jumlah juntaian kain yang digunakan dalam tarian ini. Angka delapan ini memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Pasaman Barat, khususnya warga di wilayah Air Bangis. Dikisahkan dahulu daerah Air Bangis dipimpin oleh delapan orang penghulu, yaitu empat penghulu...
Perkembangan khazanah seni tari di bumi Minangkabau seakan tidak pernah surut meskipun zaman terus berubah. Di samping berbagai tarian tradisional yang tetap lestari hingga kini, berbagai tari kreasi baru pun bermunculan. Salah satu diantara tari kreasi baru dari para koreografer tari Minangkabau adalah tari bersukaria. Tarian ini merupakan karya yang lahir dari proses kreatif para seniman tari asal Kabupaten Solok Selatan. Tari bersukaria mengambil inspirasi dari keceriaan dan energi masa muda para gadis remaja di Minangkabau. Dalam tata gerak yang penuh semangat, para penari mencoba mengekspresikan nuansa tersebut kehadapan para penonton yang menyaksikannya. Tari bersukaria melambangkan aktivitas keseharian para muda-mudi Minangkabau yang digambarkan penuh dengan keceriaan. Hal ini ditafsirkan secara visual dengan sekelompok gadis yang menari secara berpasangan. Dalam ritme gerakan yang cepat, para gadis ini saling berputar, bergerak maju-mundur, melenggak-lenggok secara b...