Nelu Bulanin atau Tiga Bulanan adalah salah satu acara adat yang berasal dari Bali. Nelu Bulanin adalah bagian dari Manuseyatnye, yaitu Upacara Kemanusiaan dari Bali. Acara ini dilakukan saat bayi berumur 105 hari atau kurang lebih 3 bulan dalam hitungan pawukon. Tujuan dari acara ini adalah untuk memohon kepada Dewa di Hyang Kemulan atau merajan agar bayi dijauhkan dari segala keburukan. Upacara ini dilakukan di lingkungan rumah, seperti di halaman rumah. Serangkaian acara ini biasanya juga dilakukan bersamaan dengan 6 bulanan. Upacara ini dipimpin oleh Pandita atau Panindita, yang berarti Pendeta. Urutan acara ini adalah sebagai berikut: Tirtha Panglukatan, yang berarti air untuk menyucikan diri. Air ini dipercikkan ke bayi, agar terbersihkan dari kotoran yang ia bawa saat dilahirkan. Apabila sudah disucikan, maka bayi sudah boleh dibawa ke Pure. Potong rambut bayi. Biasanya jika bayi merupakan laki-laki, maka rambut digundul. Tirt...
Orang Gorontalo mempunyai kebiasaan yang saat ini dapat dikatakan sebagai kebiasaan yang buruk, yakni tidur siang. Entah sejak kapan kebiasaan ini dimulai, yang jelas banyak masyarakat di daerah Gorontalo yang menjadikan tidur siang sebagai aktivitas rutin yang dilakukan di siang hari. Tidur siang di Gorontalo disebabkan oleh cuaca di gorontalo yang relatif panas pada siang hari, dikarenakan letak provinsi gorontalo yang sangat dekat dengan garis khatulistiwa. Dahulu, tidur siang ini dilakukan oleh semua kalangan masyarakat, bahkan pendagang-pedagangpun rela untuk menutup toko-toko mereka. Juga sama halnya dengan pegawai negeri yang sedang bekerja, mereka pun terburu-buru pulang hanya untuk tidur siang. Dikarenakan hal tersebut, tidaklah kita terheran-heran melihat jalanan sangat sepi jika berada di Gorontalo pada siang hari. Budaya ini bertahan hingga berpuluh puluh tahun. Namun semenjak masuk zaman modern, budaya ini sudah mulai berkurang dikarenakan...
Upacara adat Mondosiyo merupakan salah satu upacara adat di Dusun Pancot, Kelurahan Blumbang dan Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Upacara adat ini adalah salah satu upacara adat K ejawen. K ejawen sendiri secara garis besar merupakan kepercayaan asli masyarakat Jawa , berisi filasafat tertentu yang dibarengi dengan suatu perilaku yang memang sudah sejak lama ada . Upacara Mondosiyo bertujuan untuk meminta diberikan berkah . Tidak hanya itu, upacara ini pun bertujuan untuk mengekspresikan rasa syukur masyarakat setempat. Upacara Mondosiyo dilaksanakan mulai hari Minggu Pon hingga puncak acara pada hari Selasa Kliwon. Pada hari Minggu Pon , warga setempat mulai mempersiapkan bahan-bahan yang akan digunakan untuk sesajen , seperti beras , kambing , ayam , dan lainnya. Satu hari sebelum puncak acara , yaitu hari Senin Wage , warga setempat yang telah mempersiapkan sesajen dan menyimpannya di rumah sesepuh adat. Pada...
Tabuik adalah perayaan memperingati HariAsyura (10Muharam) yaitu mengenang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad Saw yaitu Saidina Hassan bin Ali yang wafat diracun serta Saidina Husein bin Ali yang gugur dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala,Iraq tanggal 10 Muharam 61 Hijrah(681Masehi). Menurut sejarah, tabuik berasal dari orang india yang bergabung dalam pasukan "islam thamil" di Bengkulu (1826) di bawah kedaulatan "ThomasStanmfordRafles" (inggris). Setelah perjanjian London (17maret1829), Bengkulu dikuasai Belanda dan Inggris menguasai Singapura, hal itu menyebabkan pasukan islam thamil Bengkulu akhirnya menyebar, diantaranya ada yang sampai ke Pariaman. Di Pariaman, tradisi merayakan tabuik tetap mereka adakan dengan menggelar ritual-ritual mengenang kisah kematian tragis Hasan dan Hosein (cucu nab iMuhammad SAW) dalam perang Karbala. Maka sejak saat itu pulalah perayaan tabuik mulai membudaya dan terus digelar...
Bikin rume merupakan suatu proses upacara tradisional betawi pada saat pembuatan rumah. Masyarakat betawi akan memperhitungkan berbagai aspek dari perencanaan pembangunan agar rumah yang dibangun dapat membawa berkah bagi warga setempat. Pemilik rumah juga harus menentukan bahan-bahan yang akan digunakan seperti jenis kayu untuk pembangunan.
Candi Mendut merupakan candi yang berada di wilayah Magelang yang bercorak Buddha. Candi Mendut ini merupakan candi paling populer di wilayahnya setelah Candi Borobudur. Candi tersebut terletak di kawasan wilayah percandian di Jalan Mayor Kusen Kota Mungid. Candi ini juga dibangun pada masa periode yang sama dengan candi terpopuler yaitu Candi Borobudur tepatnya pada abad ke-8 di masa Dinasti Syailendra. Jika dilihat dari arah mata angin, candi ini terletak sekitar 38 km ke arah barat laut dari Yogyakarta. Candi ini memiliki tiga buah arca Buddha didalamnya. Jika diteliti lebih dekat dinding-dinding candi ini terdapat hiasan-hiasan relief yang terpahat sangat rapi hingga sekarang. Candi yang memiliki bentuk dasar segi empat ini, berketinggian secara menyeluruh sekitar 26,40 m. Di dinding-dinding luar dari candi ini dapat terlihat Jaladwara atau merupakan saluran pembuangan air dari selasar yang pastinya terlih...
Tradisi Ngemblok merupakan upacara adat sebelum pernikahan dimana pihak calon pengantin perempuan memberikan makanan kepada pihak laki - laki dalam jumlah yang banyak sekali dengan maksud untuk membalas lamaran pihak calon pengantin laki - laki. Tradisi Ngemblok ini masih dilakukan di Daerah Rembang tepatnya Di Desa Tegaldowo Kecamatan Gunem. Tradisi ini masih dilakukan masyarakat setempat sampai saat ini. Tradisi Ngemblok di Desa Tegaldowo ini sangat unik karena prosesinya berbeda dengan daerah lain. Mereka akan menikahkan putra-putrinya dengan cara berpesta- pora yang sangat meriah dengan urutan sebagai berikut: Pertama pihak calon pengantin putra akan melakukan proses ketuk pintu atau pra lamaran kepada pihak calon pengantin putri untuk meyakinkan apakah pihak putri menerima pinangan tersebut. Pada saat ini biasanya yang datang hanya kedua orang tua dan calon pengantin putra sendiri. Kedua pihak calon pengantin putri akan membalas lamaran dari pihak calon pengantin pu...
Saya sendiri adalah keturunan dari HB 7 Yogyakarta, jadi ayah saya masih mewarisi Keris dari Kraton, dan berikut pendapat dari ayah saya mengenai pencucian Keris. Keris itu kalo buat para milenial udah gak cocok kalo di kesankan punya kekuatan magis yg akhirnya harus di cuci setiap bulan suro. Jadi di simple kan aja, bahwa keris itu sama kayak hasil karya seni yg di buat dng pashion yg tinggi, makannya dia bisa mengeluarkan aura tertentu, perkara teknis nya emang njlimet itu emang karena di bikin dng pashion bukan karena mistis nya. Dan keris itu di bikin dengan ilmu metalurgi yg mumpuni, ada beberapa logam yg di campur dan di tempa berbarengan dan di bakar dengan teknik tertentu yg itu bikin hasil akhir nya jadi besi yg sangat kuat dan sangat tajam, dan campuran mineral besi nya ini dan teknik produksi nya yg khusus yg memang menghasilkan aura yg bisa terpancar dari keris itu, dan karena di buat dengan passion yg besar hasil nya secara estetika juga sangat indah. Nah proses members...
Upacara Gusaran merupakan suatu budaya yang berasal dari Jawa Barat. Upacara yang menandai telah akhir baliqnya atau memasuki masa remaja seorang perempuan. Gusaran sendiri sering dimaknai dengan disunatnya seorang perempuan yang berusia 9 - 12 tahun dan untuk pertama kalinya mengalami menstruas. Orang zaman dahulu percaya, bahwa upacara ini dapat menangkal kemiskinan, penderitaan, serta menambah rezeki bagi yang disunat. Upacara ini dipimpin oleh tokoh keagamaan atau sesepuh yang tersohor dengan menempelkan suatu uang koin atau batu kuno kepada gigi sang perempuan. Ritual ini dimulai dengan do'a yang dipanjatkan oleh paraji gusar dan diakhiri dengan sholawat serta harapan bagi perempuan tersebut.