3.354 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ritual Peusijuek (Tepung Tawar)
Ritual Ritual
Aceh

                Tradisi Peusijue k, atau di daerah Melayu disebut Tepung Tawar, adalah sebuah ritual atau prosesi adat dalam budaya masyarakat Aceh yang dilakukan pada hampir untuk semua kegiatan di dalam kehidupan. Secara etimologi, ritual Peusijuek diartikan sebagai ritual untuk mendoakan agar diberi ketentraman dan diberi keberkahan oleh Tuhan dalam hidup ( Peusijuek = Membuat sesuatu menjadi dingin). Tradisi Peusijuek ini masih dipraktikkan oleh sebagian besar masyarakat Aceh. Ritual ini dilakukan ketika ada kegiatan penyambutan rumah baru, memulai sebuah usaha, terlepas atau selesai dari bencana, terlepas atau selesai dari sengketa, merayakan kelulusan, memberangkatkan orang pergi haji atau penyambutan sepulang dari haji, sunatan, kembalinya keluarga dari perantauan, dan masih banyak lagi.                  Pada masyarakat perdesaan, ritual ini sudah biasa dilakukan bahkan dilakukan un...

avatar
OSKM18_16418285_FASHHAN Hanif Al Mutahajjid
Gambar Entri
Upacara Toki Pintu
Ritual Ritual
Sulawesi Utara

Upacara Toki Pintu merupakan salah satu dari rangkaian upacara pernikahan adat Manado. Upacara Toki Pintu adalah bagian dari Upacara Maso Minta. Kata Toki Pintu sendiri memiliki arti "Mengetuk Pintu", dimana upacara ini diawali dengan memastikan bahwa kediaman pengantin wanita dalam keadaan sepi dan sunyi. Semua jendela dan pintu harus tertutup dan lampu dimatikan. Lalu rombongan pengantin pria menghampiri kediaman mepelai wanita dipimpin oleh seorang wali/utusan dengan membawa mas kawin berupa kain bentenan, buah-buahan, aneka makanan khas Manado, umbi-umbian, dan seperangkat busana/kosmetik seperti sepatu atau perhiasan. Lalu wali pihak pria akan mengetuk pintu tiga kali. Diketukannya yang pertama dan kedua, pintu tidak akan dibuka. Baru pada ketukan ketiga pintu akan dibuka, dan disambut oleh wali pengantin wanita. Ini adalah simbol bahwa si pengantin wanita bukanlah perempuan murahan. Setelah itu diadakan dialog dalam bahasa daerah Minahasa. Kemudian Pengantin pria mengetuk...

avatar
Oskm18_19918021_Ezra
Gambar Entri
Budaya Mattekkeng
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Budaya Mattekkeng/ Mappattekkeng (terjemahan bebasnya menggunakan tongkat) dalam masyarakat Bugis merupakan upacara tradisional yang dilakukan ketika anak/bayi sudah berumur ±1 tahun atau sudah bisa berdiri dan melangkah sendiri tanpa bantuan. Upacara ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur kedua orang tua dan keluarga besarnya, yang ditandai dengan menyediakan ketan putih yang dibungkus dengan daun kelapa yang masih muda atau sering disebut Janur Kuning. Adapun prosesi pembuatannya yaitu ketan putih yang telah dimasak dan diberi santan kemudian dibungkus dengan daun Janur Kuning dan diikat tali dari daun lontar kering sehingga menyerupai sebuah tongkat. Tongkat ketan tersebut selanjutnya dimasak kembali sekitar 3 jam. Ada 2(dua) ukuran tongkat ketan yang disediakan yaitu (1) tongkat ketan dengan panjang ±1 meter dan diameter ±3 – 3,5 cm dan (2) tongkat ketan dengan panjang ±20 cm dan diameter ±2 cm. Tongkat ketan ini kemudian dikenal...

avatar
OSKM18_16918241_Ahmad Baiquni Khawaritzmi
Gambar Entri
Saur Matua Mauli Bulung
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Adalah aksioma bahwa setiap orang di dunia pada akhirnya akan meninggal dunia. Dalam suku Batak, setiap orang yang meninggal, tua maupun muda, memiliki 'status' masing-masing. Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan mengenai Saur Matua Mauli Bulung. Saur Matua Mauli Bulung adalah status seseorang yang meninggal setelah memiliki anak laki-laki dan anak perempuan. Kematian dengan status ini dianggap sebagai kematian yang ideal. Seluruh anak-anaknya haruslah sudah berkeluarga dan memberikan keturunan. Hingga akhir hayatnya, seluruh keturunannya tidak ada yang meninggal mendahului dirinya. Oleh karena itu, orang yang meninggal dengan menyandang status Saur Matua Mauli Bulung umumnya berumur sangat tua. Dalam upacara kematiannya, tubuh mayat diletakkan dalam peti dengan posisi kedua tangan diletakkan sejajar di samping tubuh. Hal ini menandakan bahwa orang tersebut tidak lagi menanggung beban atau tanggungan. Dalam petinya, diletakkan serangkaian bunga yang dinamakan ompu-omp...

avatar
OSKM_16718262_Kharyn Emmanuelle Sitorus
Gambar Entri
Upacara Kebo Ketan
Ritual Ritual
Jawa Timur

Upacara Kebo Ketan adalah salah satu tradisi yang biasanya diadakan setahun sekali. Biasanya diadakan di Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Menurut nasihat Habib Lutfi Yahya, upacara ini adalah bagian dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini diekspresikan di dalam budaya Jawa kontemporer, dan diselenggarakan oleh warga desa Sekaralas dan Sekarputih didampingi LSM Kraton Ngiyom. Narasi yang dikembangkan dimulai dengan kisah Kodok Ibnu Sukodok kawin dengan Peri Setyowati, seorang dhanyang yang menjaga kawasan hutan dan mata-air di hutan Begal, yakni Sendang Marga dan Sendang Ngiyom. Sebagai roh tanpa badan, Setyowati meminta Kodok membantunya menanami kembali hutan yang dahulu berisi pohon-pohon tua namun ludes disaat penjarahan hutan di tahun ’98. Misi dan pamrih perkawinan Kodok dan Setyowati bukan sex, bukan harta, bukan pula mendukung kemusyrikan, sebaliknya dan melainkan, narasi mitos yang diciptakan, berpamrih penyelamatan b...

avatar
OSKM18_16018201_Farida Fikrianisa
Gambar Entri
IKI PALEK Suku Dani
Ritual Ritual
Papua

Setiap tempat tentunya memiliki ritual sendiri dan kepercayaannya masing-masing untuk menunjukkan rasa kehilngan ketika ditinggal keluarga ataupun sanak saudara untuk selama-lamanya. Jika kebanyakan orang di Jawa akan mengadakan pengajian atau doa bersama untuk orang yang sudah meninggal, maka ritual yang dilakukan oleh suku Dani di Papua adalah hal ekstrem.   Suku Dani akan langsung memutus salah satu ruas jarinya ketika salah satu orang terdekat mereka meninggal. Mungkin ritual ini terdengar ekstrem tapi bagi masyarakat Suku Dani tidak ada cara yang lebih baik untuk mengungkapkan rasa kehilangan selain melakukan ritual berbahaya ini. Rasa sakit yang mereka rasakan melambangkan hati dan jiwa yang juga tercabik karena kehilangan.   Bagi Suku Dani keluaraga adalah segalanya dari kehidupan mereka. Sehingga mereka memotong Jari sebagai perwujudan rasa sakit ketika anggota keluarga mereka meninggalpemotongan jari dimaksudkan sebagai lambang kesakitan dan k...

avatar
Oskm18_19718101_regita briliana
Gambar Entri
Jamasan Pusaka Kerajaan Galuh
Ritual Ritual
Jawa Barat

Jamasan Pusaka Kerajaan Galuh adalah ritual untuk membersihkan benda-benda pusaka seperti persenjataan tradisional Kerajaan Galuh dan mahkota raja Kerajaan Galuh. Ritual ini dilaksanakan setiap satu tahun sekali di bulan rabiul awal karena bertepatan dengan maulid nabi sehingga ritual ini selain bertujuan untuk membersihkan benda-benda pusaka juga mempunyai filosofi untuk membersihkan diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Prosesi jamasan sendiri diawali dengan membuka bungkus atau serangka tiap benda pusaka kemudian dimasukan ke dalam air yang sebelumnya sudah disediakan di dalam sebuah wadah khusus yang terbuat dari kayu. Air tersebut diperoleh dari tujuh mata air dari Jambansari, Karangkamulyan, Imbanagara, Cimaragas, Nagaratengah, Cineam, dan Tasikmalaya. Air tersebut juga ditaburi tujuh jenis bunga. Setelah siap, kemudian pusaka tersebut dimasukan ke dalam air lalu digosok menggunakan jeruk nipis. Kemudian dikeringkan menggunakan lap kering lalu diberi minyak wangi dan...

avatar
OSKM18_16918349_M.shaquille dzaki Fayyadh
Gambar Entri
Adat naik rumah Suku Bugis
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Salah satu adat Suku Bugis yang jarang diketahui masyarakat luas adalah adat naik rumah atau adat saat memiliki rumah baru, adat ini juga sudah mulai luntur sedikit demi sedikit. Apabila seseorang memiliki rumah baru, dan memiliki anggota keluarga atupun tetangga yang masih bayi, maka anak bayi yang pertama kali masuk rumah baru tersebut disentuhkan tangannya dengan air yang ditampung di dalam rumah. Masyarakat Suku Bugis percaya bahwa apabila hal ini dilakukan maka tuan rumah bias mendapatkan rezeki yang bagus. Alasan ritual ini karena anak bayi dipercaya sebagai pembawa keberuntungan. Serta air yang sifatnya dingin, air yang dingin sebagai simbol rezeki dingin, artinya rezeki yang banyak, bagus, berkah, dan halal.  

avatar
OSKM_16018336_Nazliah Azzahra
Gambar Entri
Manfaat Bancakan Weton Jawa
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Bancakan weton dilakukan tepat pada hari weton. Dalam tradisi Jawa, khususmya Jawa Tengah, seseorang harus dibuatkan bancakan weton setidaknya sekali selama seumur hidupnya. Namun akan lebih baik jika dilakukan paling tidak setahun sekali. Apabila seseorang sudah merasakan sering mengalami kesialan atau ketidakberuntungan, selalu mengalami kejadian buruk, biasanya dilakukan bancakan weton selama 7 kali berturut-turut, artinya sekali bancakan setiap 35 hari, selama 7 bulan berturut-turut. Manfaat dan tujuan bancakan weton adalah untuk “ ngopahi sing momong ”, karena masyarakat Jawa percaya dan memahami jika setiap orang ada yang  momong  ( pamomong ) atau “ pengasuh dan pembimbing ” secara metafisik. Pamomong bertugas selalu membimbing dan mengarahkan agar seseorang tidak salah langkah, agar supaya lelakune ( kelakuannya ) selalu pener ( benar ), dan pas ( tepat ). Pamomong sebisanya selalu...

avatar
OSK18_19718333_Dinda Pagamundi