3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Perayaan Padungku
Ritual Ritual
Sulawesi Tengah

Padungku merupakan suatu bentuk adat istiadat atau kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat Morowali Utara dan Poso sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah. Padungku dilaksanakan sekali dalam setahun, dan waktunya berbeda-beda antara wilayah yang satu dengan yang lainnya sesuai hasil kesepakatan masyarakat setempat. Biasanya, sebelum merayakan Padungku, diawali dengan ibadah ucapan syukur di Gereja dengan membawa buah sulung hasil panen setiap masyarakat dalam satu periode tanam. Buah sulung yang dikumpulkan dapat berupa beras maupun gabah. Dalam acara Padungku, terdapat beberapa makanan khas yang wajib dan selalu ada, seperti Nasi Bambu, Burasa, Winalu, dan Pongas (tape). Nasi Bambu adalah makanan khas yang dibuat dari beras pulut, yang dicampur santan dan berbagai rempah-rempah, yang kemudian dibakar di dalam batangan bambu yang telah dilapisi dengan daun pisang pada bagian dalamnya. Makanan ini merupakan menu khas yang paling dicari...

avatar
OSKM_16318192_Frank Leonard Tansaulu
Gambar Entri
Apitan (sedekah bumi)
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Apitan atau bisa disebut "Sedekah Bumi" adalah wujud rasa syukur masyarakat khususnya desa cikawung terhadap hasil panen yang diperoleh. Adapun prosesi apitan itu sendiri adalah dengan penyembelihan satu ekor kambing sama halnha seperti qurban akan tetapi dalam prosesi apitan daging kambing yang sudah disembelih kemudian dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan ke warga masyarakat. Biasanya acara apitan diselenggarakan tiap RT menggunakan uang iuran. Selain sebagai wujud rasa syukur apitan juga menjadi pemererat silaturahmi antar warga khususnya dalam satu RT karena prosesinya dilakukan secara gotong royong. Bagi para lelaki tugasnya adalah menyembelih dan membersihkan daging kambing sementara para ibu ibu yang memasaknya.

avatar
Abagung
Gambar Entri
Upacara Ngaben dan Tata Caranya
Ritual Ritual
Bali

Upacara ngaben adalah ritual yang dilakukan oleh umat beragama Hindu dengan membakar mayat yang telah mati. Upacara tersebut ditujukan untuk seluruh umat beragama Hindu. Upacara ngaben adalah ritual yang sifatnya wajib untuk dilakukan, meskipun biaya yang dibutuhkan untuk satu kali upacara cukup mahal. Meskipun begitu, sekarang di Bali di beberapa daerah terdapat ngaben massal bagi orang-orang yang kurang mampu. Bagaimanapun caranya, upacara ngaben harus dilakukan karena bersifat wajib. Upacara ngaben juga tidak bisa dilakukan pada sembarang hari. Sebelum melakukan upacara, harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan pemangku agama setempat. Upacara ngaben diawali dengan jenazah ditutup kain putih dan kain kuning. Pada jenazah tersebut diletakkan barang-barang berharga milik beliau. barang-barang tersebut biasanya adalah cincin, perhiasan, dan sejenisnya. Setelah itu, jenazah dimandikan. Masing-masing keluarga wajib menyentuh anggota keluarganya yang meninggal tersebut, bahkan ik...

avatar
OSKM18_16918045_Muhammad Rizky Pratama Hakim
Gambar Entri
Sungkeman
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Sungkeman merupakan sebuah ritual yang berasal dari Jawa yang dipakai di berbagai acara di Jawa. Sebagai contoh kita dapat menemukan budaya sungkeman anak kepada orang tuanya pada saat menjelang pernikahan. Namun di beberapa daerah di Jawa Tengah seperti Magelang khususnya di desa Njoso, sungkeman merupakan kegiatan rutin pada saat Idul Fitri. Yang membedakan budaya Sungkeman di Magelang dengan beberapa daerah lain adalah sungkeman tidak hanya dilakukan antara anak dan orang tuanya melainkan juga ke para tetangganya. Di Magelang, sehabis sholat Ied warga akan berbondong-bondong mengelilingi kampung. Setiap rumah pasti sudah menyiapkan berbagai toples kue dan camilan lebaran untuk tamu yang datang. Di Magelang khususnya di desa Njoso, para sesepuh akan didatangi oleh masyarakat sekitar. Warga akan mengantri dengan berjongkok sambil menunggu giliran sungkeman. Pada saat sungkeman kepada sesepuh, warga biasanya meminta maaf dan mengucapkan minal aidzin wal faidzin. Setelah itu, par...

avatar
OSKM18_16718273_Elvira Okta Nurisa
Gambar Entri
Gasiang Tangkurak
Ritual Ritual
Sumatera Barat

' gasiang batali jo kain kapan dipatang kamih malam jumaaik gasiang tangkurak nan den mainkan putuihnyo gasiang putuih ma'ripaik'   Diatas adalah mantra dari ritual perdukunan Minangkabau yang bernama Gasiang tangkurak . Gasiang tangkurak jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti gasing tengkorak. Namun jangan pernah menganggap gasing ini sebagai gasing biasa, karena gasing ini memiliki kekuatan mistis yang luar biasa. Ritual gasiang tangkurak ini dalam dunia perdukunan Minangkabau termasuk dalam tindakan yang ekstrem. Ritual ini dipercaya dapat menguasai korban baik jasmani maupun rohani secara menyeluruh. Sebagai contoh adalah seseorang yang patah hati datang kepada seorang dukun untuk membuat orang yang menolak cintanya itu menjadi jatuh cinta kepada dirinya. Kemudian orang itu dapat memberi sesembahan kepada dukun tersebut harta berupa emas ,dsb. Jika gagal maka dikembalikan, namun jika berhasil maka korban te...

avatar
OSKM18_16518249_Muhamad Hudan Widzamil
Gambar Entri
Manjagit Parompa
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Manjagit Parompa [Manjagit = Menerima, Parompa = Kain ulos berbentuk selendang untuk menggendong] adalah ritual dimana orang tua seorang wanita memberikan kain yang disebut Parompa Sadun saat sang wanita di anugerahi anak pertama. Parompa Sadun ini bertuliskan nama anak tersebut yang lalu diselempangkan di bahu kedua orang tua bayi. Pada waktu upacara ini dihadiri pihak-pihak yang disebut Dalihan Natolu, yaitu pihak dari keluarga suami (Kahanggi), keluarga dari pihak istri (Mora) dan keluarga dari pihak saudara wanita suami (Anak Boru).  Pemberian kain ini disertai nasihat dan doa dari semua pihak yang hadir secara bergantian agar kelak menjadi anak yang berguna yang merupakan perwujudan rasa syukur keluarga besar akan kehadiran anggota keluarga baru. Manjagit Parompa ini hanya dilakukan pada anak pertama. Istilah Manjagit Parompa biasa disebut juga Mangalehen Parompa. Beda Manjagit dan Mangalehen adalah, Manjagit sang wanita dapat mengambil parompa ke orang tuanya, sed...

avatar
Oskm18_16818229_anintan
Gambar Entri
Tradisi Jembulan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tradisi Jembulan merupakan tradisi kedaerahan yang biasa dilaksanakan di kabupaten Sragen dan sekitarnya sebagai bentuk wujud syukur terhadap hasil panen yang melimpah dari Tuhan oleh sebagian besar masyarakat yang berprofesi sebagai petani. Tradisi ini dilaksanakan atas dasar mitos untuk mengikuti suatu hal yang memiliki dampak buruk apabila tidak dilaksanakan. Selain itu, tradisi ini juga mengandung nilai-nilai kebudayaan, pendidikan, religi yang tersirat dalam pelaksanaannya. Adapun perlengkapan-perlengkapan yang dibutuhkan untuk melaksanakan ritual ini, seperti makanan tumpeng gunungan yang disusun bertingkat-tingkat serta gapura. Pada makanan tumpeng gunungan, bagian atas diletakkan buah dan makanan pasar seperti jadah, wajik, pisang, dan roti yang ditusuk dengan lidi yang ditancapkan pada batang pisang. Sedangkan pada bagian bawah, diletakkan makanan seperti nasi dan ayam. Tradisi Jembulan juga perlu dipersiapkan dua buah gapura yang diberi jenis kelamin laki-laki dan pere...

avatar
Oskm18_16718125_adhi
Gambar Entri
Becukor
Ritual Ritual
Lampung

Becukor merupakan prosesi adat yang biasanya dilaksanakan oleh masyarakat lampung guna merayakan kelahiran seorang bayi yang telah berumur 2 bulan. Ritual becukor dilaksanakan dengan memotong rambut bayi yang berumur 2 bulan, adapun tujuan dari ritual becukor ini adalah untuk mensucikan bayi tersebut dari kotoran yang masih menempel di rambut si bayi. Tidak hanya itu, ritual becukor ini dilangsungkan sebagai bentuk ungkapan syukur orang tua karena sudah diberi keanugerahan oleh Allah swt berupa bayi yang telah dilahirkan.

avatar
Oskm18_166180160_radhean
Gambar Entri
Adat Adok (Pemberian Gelar) - Desa Tanjung Raya Marga Haji
Ritual Ritual
Sumatera Selatan

Adat Desa Tanjung Raya marga Haji yang paling unik adalah Adok (Pemberian Gelar). Adok diberikan setelah pasangan suami istri resmi menikah. Adok maksudnya sama dengan pemberian sebuah nama oleh ketua adat berdasarkan silsilah keturunan dan Adok tersebut akan selalu dipakai atau dipanggil dalam kehidupan sehari hari sebagai pengganti nama aslinya karena Adok memiliki makna asal keturunan orang tersebut. Contoh : Ibnu Otslan setelah menikah akan diberikan adok Raden Tumenggung oleh ketua adat. Adok tersebut diberikan karena dia menyandang keturunan anak tertua dari desa tersebut. Dan untuk acara pemberian Adok tersebut, diadakan layaknya seperti pesta dengan mengundang tokoh tokoh kampung dan sanak keluarga. #OSKMITB2018

avatar
OSKM_16618319_Giffary Alfatah Abiyu Otslan