3.359 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Bako
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Bako adalah istilah dalam bahasa minang yang berarti keluarga dari pihak ayah. pihak bako ini wajib berpartisipasi dalam beberapa adat yang dijalani oleh seorang anak minang untuk mengisi acara serta melaksanakan suatu kegiatan. Adat-adat tersebut diantaranya adalah perkawinan, kematian, khitanan, memotong rambut anak beberapa hari setelah dilahirkan, ataupun saat diangkat menjadi datuk. Contohnya saat perkawinan adalah sebelum menikah ada proses yang disebut babako / meminang. Meminang tidak hanya mempertemukan orang tua kedua belah pihak namun juga keluarga Ayah dari masing-masing mempelai. Disini pihak bako memiliki hak untuk menyetujui atau tidak dengan calon pasangan hidup anaknya masing-masing. Jika setuju maka mereka turut andil dalam waktu pelaksanaan pernikahan. Selain itu contoh lain yaitu saat setelah disunat tradisinya disebut 'manyilau anak bako', dalam acara ini keluarga bako khususnya para wanita membawa berbagai macam makanan. Namun yang unik adalah cara membawa mak...

avatar
OSKM18_16718222_Puti Annisa
Gambar Entri
Nincak Endog
Ritual Ritual
Jawa Barat

Nincak endog atau bahasa Indonesianya menginjak telur merupakan salah satu ritual dari prosesi pernikahan dengan adat sunda. Prosesi nincak endog tersendiri membutuhkan bahan-bahan yaitu : Batu Pipisan Telur Papan penumpu yang dibalut kain putih Batang bambu muda Kendi berisikan air Handuk Dalam prosesnya ada tiga tahapan yaitu awal, inti, dan akhir.             Dalam nincak endog diawali dengan mempelai wanita membakar ujung depan harupat lalu apabila mempelai pria sudah datang harupat tersebut dibuang. Setelah itu acara pun masuk kedalam intinya yaitu mempelai pria akan memecahkan telur tersebut dengan cara menginjak papan bambu yang di bawahnya terdapat telur mentah. Lalu mempelai wanita pun bertugas untuk membasuh kaki dari mempelai pria menggunakan air dari kendi dan membersihkannya menggunakan handuk. Prosesi ini diakhiri dengan memecahkan kendi secara bersamaan, yaitu...

avatar
OSKM18_16918086_Yoga
Gambar Entri
Ritual Ruwat
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Diruwat (jawa) atau diruat (sunda) merupakan ritual yang berasal dari adat istiadat Jawa. Istilah ruwat berasal dari kata 'Ngaruati' yang artinya menjaga dari kecelakaan Dewa Batara. Ruwat umumnya dilaksanakan ketika: anak yang ditimpa penyakit, anak tunggal yang tidak memiliki adik maupun kakak, terkena sial, kesulitan mencari jodoh, susah mencari kehidupan, mempunyai tanda Wisnu (tanda putih pada badannya, dll). Pada umumnya, pangruwatan Murwa Kala dilakukan dengan pagelaran pewayangan yang membawa cerita Murwa Kala dan dilakukan oleh dalang khusus memiliki kemampuan dalam bidang ruwatan. Pada ritual pangruwatan, bocah sukerta dipotong rambutnya dan menurut kepercayaan masyarakat Jawa, kesialan dan kemalangan sudah menjadi tanggungan dari dalang karena anak sukerta sudah menjadi anak dalang. Karena pagelaran wayang merupakan acara yang dianggap sakral dan memerlukan biaya yang cukup banyak, maka pelaksanaan ruwatan pada zaman sekarang ini dengan pagelaran wayang...

avatar
OSKM18_16918362_FAUZAN Abdurrahim
Gambar Entri
Tepung Tawar
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Tepung tawar merupakan sebuah upacara adat Melayu, namun utamanya sering dilakukan oleh orang Melayu Deli. Biasanya dilakukan ketika adanya acara spesial, seperti pernikahan, khitanan, memberikan nama kepada anak, syukuran, dll. Nama tepung tawar berasal dari salah satu bahan yang digunakan di dalam resep tepung tawar tersebut, yakni berupa tepung beras yang dicampurkan dengan air. Dikarenakan sebagian besar Melayu Deli menganut agama Islam, biasanya acara tepung tawar dilakukan dengan adanya lantunan shalawat Nabi. Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam upacara tepung tawar itu berupa: Bunga/kembang setaman Beras kuning/nasi kuning Daun sidingin-dingin (Cocor bebek) Air Tepung beras Balai-balai (Tempat duduk) Bahan-bahan yang disebutkan di atas memiliki makna intrinsik di dalamnya, seperti berikut:  Bunga setaman digunakan sehingga yang ditepung tawari tersebut menjadi harum namanya.  Beras kuning meru...

avatar
OSKM_16118107_Sulthan Rafi Ibrahim
Gambar Entri
Sambatan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Sambatan adalah kegiatan gotong royong yang biasa dilakukan oleh penduduk desa. Walau terkadang di daerah urban terkadang juga dipraktikan, Sambatan lebih membudaya di daerah rural Jawa, terutama di daerah-daerah terpencil di pegunungan atau di pedalaman.  Konsepnya simpel. Bergotong royong para penduduk membangun/mengerjakan/merenovasi infrastruktur di daerah mereka tinggal, misalnya kebun, jembatan, bahkan rumah salah satu penduduk. Walau kegiatan ini menguras tenaga, para penduduk sukarela memberikan bantuan fisik kepada yang perlu tanpa imbalan uang. Sebagai gantinya, mereka biasa diberi hidangan seperti minuman-minuman segar, snack, dan makanan. Walau tidak sempurna, hasil dari kegiatan Sambatan biasanya tidak beda jauh dari hasil kerja para profesional. Jangka waktu pengerjaannya juga cukup cepat karena jumlah tenaga yang membantu bergantung pada jumlah sukarelawan, yang biasa banyak.   #OSKMITB2018  

avatar
Atha Larik
Gambar Entri
Budaya Cukur Rambut Cina Peranakan (Tionghoa)
Ritual Ritual
Banten

Masyarakat suku Cina Peranakan/Tionghoa yang berasal khususnya dari daerah Tangerang, Banten memiliki ritual tersendiri sebagai bentuk ucapan syukur atas kelahiran seorang bayi. Ritual ini dilaksanakan sebulan setelah seorang bayi lahir, baik laki-laki maupun perempuan. Pertama-tama, sang bayi dipakaikan baju, sepatu, dan sarung tangan berwarna merah serta pernak-pernik berwarna merah (topi, bando, selimut dan sebagainya). Warna merah sendiri melambangkan keselamatan, kesejahteraan dan kebaikan.   Bagian terpenting dari ritual ini adalah pencukuran rambut bayi, yang dilakukan sebagai bentuk pembuangan semua keburukan dan sakit penyakit yang ada pada sang bayi. Sebelum dicukur, bayi difoto terlebih dahulu, dan bayi kembali difoto setelah melakukan pencukuran rambut. Pencukuran juga disertai dengan harapan dan doa untuk kesehatan dan kesejahteraan si bayi. Biasanya ritual ini juga disertai dengan pembuatan aneka ragam kue, seperti onde-onde berwarna mer...

avatar
OSKM2018_16018264_Michella Chandra
Gambar Entri
Dieng Culture Festival
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Di daerah Dieng, Banjarnegara ada sebuah acara tahunan yang bernama Dieng Culture Festival (DCF). Acara ini dilakukan setiap awal bulan agustus. Acara ini mencapai puncaknya pada saat ruwatan/pemotongan rambut gimbal. Upacara atau ritual pemotongan rambut gimbal ini bertujuan untuk mengusir nasib buruk pada si anak rambut gimbal. Anak berambut gimbal ini sudah ada dari dahulu, dimana anak anak tertentu akan berambut gimbal secara alami. Sebelum acara pemotongan akan dilakukan ritual doa di beberapa tempat keramat di Dieng

avatar
OSKM18_16918183_Afrendi Khulafa Laksana
Gambar Entri
OSKM18_16518238_Taufiq
Ritual Ritual
Jawa Timur

GREBEG TENGGER TIRTO AJI Grebeg Tengger Tirto Aji, mungkin banyak dari kita, atau bahkan yang sudah lama tinggal di Malang yang tidak mengetahui upacara adat ini. Hal ini mungkin adalah hal yang wajar karena walaupun upacara ini sudah lama dilakukan, upacara ini baru dipublikasi ke masyarakat luas 5 tahun lalu, atau tepatnya Tahun 2013. Upacara Grebeg Tirto Aji merupakan upacara pengambilan air suci yang dilaksanakan masyarakat Suku Tengger. Upacara ini biasa dilakukan ketika selesai musim panen. Setiap tahunnya upacara ini dilakukan di tempat yang sama, yaitu di Pemandian Mendit, Kabupaten Malang. Prosesi upacara ini dimulai dengan kirab hasil bumi dan dua buah gunungan besar, kemudian didoakan oleh dukun adat. Kemudian dilanjut dengan tari 7 Bidadari sebagai perlambang untuk mengambil air. Setelah tarian selesai, Bupati Kabupaten Malang akan mengambil air suci untuk warga yang disaksikan ketua adat Suku Tengger. Setelah itu, dilanjutkan dengan syukuran yang diisi denga...

avatar
Taufiqhd
Gambar Entri
Gawai
Ritual Ritual
Kalimantan Barat

Gawai adalah sebuah perayaan/syukuran yang diselenggarakan setelah selesai melakukan panen padi pertama oleh Suku Dayak di Kalimantan. Gawai dalam bahasa Dayak adalah " naik dango ". Artinya, membawa panen pertama masuk ke dalam rumah. Pada acara tersebut semua warga bersuka ria dengan memakai baju adat Dayak serta menikmati makanan dan minuman. Salah satu minuman yang disajikan adalah Tuak, minuman khas sejenis arak yang dibuat oleh Suku Dayak sendiri. Semua menari dan menyanyikan lagu daerah. Tidak hanya orang-orang Suku Dayak yang diperbolehkan untuk mengikuti acara tersebut. Orang-orang yang sedang berkunjung juga dapat ikut serta merayakan Gawai. Motto Suku Dayak yang paling bermakna adalah " Adil ka Talino, Bacuramin ka Saruga, Basengat ka Jubata " yang berarti, Adil terhadap sesama, berpedoman pada Surga, dan bernapas pada Tuhan. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_19918040_Evelyne