303 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Gedung Societeit Concordia
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Gedung Merdeka yang sebelumnya bernama Gedung  Societeit Concordia  dikenal oleh dunia sebagai tempat diselenggarakkannya Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Dulunya gedung ini hanya sebuah kedai kopi kecil yang sering digunakan para meneer dan Noni Belanda anggota Societeit Concordia sebagai tempat nongkrong. Pada 1895 anggota Societeit Concordia memiliki gedung khusus dimana pribumi dan sembarang orang tidak bisa masuk begitu saja. Kemudian gedung mulai diperluas menjadi lebih megah dengan fungsi sebagai ruangan umum. Gedung ini sempat dijadikan tempat pesta ataupun tempat perkawinan. Pada 1921 Wolff Schoemaker merombak gedung ini dengan gaya art deco yang menunjukkan struktur dan fungsi gedung. Gedung semakin terlihat kokoh dengan pilar-pilar besar di depan pintu masuk. Pada 1940 gedung ini mengalami perubahan gaya arsitektur menjadi International Style sehingga gedung menampilkan kesan menarik dan tidak kaku.            ...

avatar
OSKM_19918149_Bobby ITB_2018
Gambar Entri
Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Wajah Baru Harta Karun Pusaka Cirebon Benda-benda pusaka peninggalan kerajaan di Jawa Barat dan Cirebon kini sudah tersimpan di Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon. Museum ini diresmikan pada tanggal 10 Juni 2017 oleh Presiden Joko Widodo dan Sultan Arief Natadiningrat, S.E. Pemilihan tempat museum ini didasarkan karena Cirebon merupakan pusat peradaban kerajaan tertua. Maka dari itu, museum ini didirikan di Cirebon. Museum ini didirikan dengan maksud untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kekayaan budaya yang dimiliki khususnya Cirebon. "Museum ini didirikan untuk menjaga dan melestarikan benda-benda peninggalan pusaka" ujar Abdi Dalem Keraton. Museum pusaka tersebut merupakan museum keraton pertama yang bernuansa modern di Indonesia. Tampak dari luar, bangunan ini berdiri kokoh diselimuti oleh cat putih. Sedangkan di bagian dalamnya, museum dilengkapi fasilitas modern seperti pendingin ruangan, audio visual, ruang kafetaria, dan ruang cindera mata. Te...

avatar
OSKM18_16718042_Kintan Rachmi Satyodriyani
Gambar Entri
Keunikan Rumah Budaya Betawi Setubabakan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Sejak dahulu, budaya Betawi selalu menjadi cerminan kota Jakarta, Depok dan wilayah sekitarnya. Dan salah satu keunikan budaya Betawi adalah Wilayah Setubabakan. Setubabakan terletak di Jagakarsa, Jakarta Selatan ini memiliki ciri khas Betawi yang mudah terlihat karena penghuni-penghuni disana mempertahankan berbagai aspek budaya Betawi. Salah satunya rumah betawi yang yang dihias dengan pintu-pintu kayu dan teras diwarnai hijau yang menunjukan ciri-ciri budaya Betawi. Penduduk disana selalu menjaga keunikan adat Betawi dengan mempertahankan desain rumah mereka walaupun diluar wilayah mereka penduduk lain sudah menggunakan desain rumah modern. Tentunya ini menjadi keunikan tersendiri mengingat Jakarta dan sekitarnya sudah menjadi kota modern. Di sisi lain, hal ini merupakan pembuktian bahwa mulai dari pakaian, rumah, tradisi dan adat lainnya, penduduk Setubabakan sangat menjunjung tinggi adat budaya mereka. OSKMITB2018

avatar
Oskm18_16818057_nigel
Gambar Entri
Pedati Gede Pekalangan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Pedati Gede Pekalangan adalah kereta pengangkut barang yang penggunaannya disesuaikan dengan pemakaiannya. Artinya, Pedati Gede Pekalangan menggunakan sistem bongkar pasang. Ukuran perakitan Pedati Gede Pekalangan disesuaikan dengan kebutuhan daya angkut pemakaian. Pedati tersebut menggunakan roda sebagai alat gerak. Jumlah roda kira-kira 12 buah dengan enam buah roda lebih kecil ukurannya. Pedati Gede Pekalangan digunakan untuk mengangkut bahan bangunan untuk membangun Masjid. Pedati Gede Pekalangan juga digunakan sebagai perangkat dakwah Islam.   sumber: wawancara kepada ayah   #OSKMITB2018 #OSKM2018

avatar
OSKM18_16418177_[Dionardy] Suryahartanto
Gambar Entri
Gedung Societeit Concordia
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Gedung Merdeka yang sebelumnya bernama Gedung  Societeit Concordia  dikenal oleh dunia sebagai tempat diselenggarakkannya Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Dulunya gedung ini hanya sebuah kedai kopi kecil yang sering digunakan para meneer dan Noni Belanda anggota Societeit Concordia sebagai tempat nongkrong. Pada 1895 anggota Societeit Concordia memiliki gedung khusus dimana pribumi dan sembarang orang tidak bisa masuk begitu saja. Kemudian gedung mulai diperluas menjadi lebih megah dengan fungsi sebagai ruangan umum. Gedung ini sempat dijadikan tempat pesta ataupun tempat perkawinan. Pada 1921 Van Galen Last dan Wolff Schoemaker merombak gedung ini dengan gaya art deco yang menunjukkan struktur dan fungsi gedung. Gedung semakin terlihat kokoh dengan pilar-pilar besar di depan pintu masuk. Pada 1940 gedung ini mengalami perubahan gaya arsitektur menjadi International Style sehingga gedung menampilkan kesan menarik dan tidak kaku. Pada masa penjajahan Jepang gedun...

avatar
OSKM_19918149_Bobby ITB_2018
Gambar Entri
Curug Nangka
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Curug Nangka berlokasi di Kawasan Taman Nasional Halimun Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Berada di kaki Gunung Salak, Curug Nangka terbentuk dari aliran air yang berasal dari Gunung Salak. Sekilas, Curug Nangka terlihat seperti curug pada umumnya. Namun yang istimewa dari curug ini adalah pemandangan alam yang sangat indah saat melakukan perjalanan ke curug ini. Sepanjang perjalanan, terdapat hutan pinus yang sangat indah dan pepohonan yang rindang. Udara yang segar juga menjadi daya Tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke curug ini. Perjalanan ke Curug Nangka harus ditempuh dengan berjalan kaki dari tempat parkir. Untuk itu, disarankan untuk menggunakan sandal trekking jika ingin berkunjung ke curug ini. Setelah melewati tempat parkir, perjalanan dilanjutkan dengan melewati hutan pinus dan pepohonan yang rindang, lalu menyusuri sungai (di dalam sungai, bukan di tepinya) hingga sampai ke curug. Saat hujan, jalanan menjadi licin. Belum lagi air sungai...

avatar
OSKM18_16618090_Alicia Lidwina A
Gambar Entri
Pangguyangan Badak Putih Cianjur
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Situs Pangguyangan Badak Putih atau Pemandian Badak Putih merupakan mata air yang digunakan sebagai mata air utama pada masa awal perkembangan Kota Cianjur. Mata air ini menjadi pusat kegiatan sosial masyarakat pada masanya, terutama bagi para penduduk koloni Belanda. Terletak di Jalan Siti Jenab di bawah pohon beringin besar atau lebih jelasnya di pojok depan Kantor Pegadaian Cianjur. Pada zaman dahulu, keberadaan mata air ini lebih banyak dipergunakan dan dikuasai oleh orang-orang Belanda untuk kebutuhan mereka. Oleh karena itu situs ini dinamai dengan nama Situs Pangguyangan Badak putih, badak putih disini maksudnya adalah sebutan satir untuk penduduk koloni Belanda yang tinggal pada masa penjajahan di Cianjur. Situs ini keadaannya saat ini cukup memprihatinkan sekarang. Karena lokasinya di tengah-tengah kota, situs ini tidak terurus dan cenderung menjadi tempat pembuangan sampah. Hal ini seharusnya menjadi perhatian dari pihak yang terkait untuk menjaga kelestarian situs...

avatar
OSKM_19818120_Renata Monica
Gambar Entri
Masjid Jagabayan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Salah satu masjid yang  famous  di kalangan masyarakat Cirebon adalah Masjid Jagabayan. Masjid yang awalnya menjadi tempat pos jaga perbatasan sebelah utara Kesultanan Cirebon masa Sunan Gunung Jati (1479-1568). Jagabayan sendiri merupakan nama tempat di pojok ujung di sisi di perempatan Jalan Karanggetas. Dan disana terdapat masjid bersejarah bernama Masjid Jagabayan. Nama Jagabayan sendiri muncul pada masa awal sejarah wilayah Kesultanan Cirebon, erat kaitannya dengan nama Tumenggung Padjajaran yaitu Tumenggung Jagabaya. Agama Islam sendiri sudah menyebar luas sampai di Kuningan dan Lurangung. Karena itulah, Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati diangkat menjadi Tumenggung Caruban oleh Pangeran Walangsungsang Cakrabuana. Atas dasar itulah, Syekh Syarif Hidayatullah dengan dukungan para  kamatsu  (wali) memutuskan bahwa Cirebon harus menjadi negara pusat kekuatan agama Islam yang merdeka terlepas dari kekuasaan Maharaja Pakuan Padjajaran....

avatar
OSKM2018_19818004_Salsabila Yurendra Putri
Gambar Entri
Tebing Keraton
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Tebing Karaton yang berlokasi di RT 03 RW 10, Kampung Cihargem Puncak, Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung kini populer sebagai tempat wisata di Bandung. Sebetulnya siapa yang pertama mengetahui soal view Indah di Tebing Karaton? Adalah Ase Sobana (43) atau yang biasa disapa dengan Abah Ase, ia merupakan warga asli Kampung Cihargem Puncak. Sejak kecil, ia sering bermain di kawasan tersebut. Ia juga kerap mengambil rumput di daerah yang memiliki pemandangan yang indah itu. Sedikit cerita tentang Tebing Keraton, A bah Ase   selaku sesepuh Kampung menceritakan bahwa dulunya tempat ini adalah hutan belantara, di mana orang-orang didesa tersebut biasa menyebutnya  Tebing Jontor  dan berada dijalur patahan Lembang. M ula-mula Tebing Keraton ini muncul pada awal Mei 2014 tepatnya pukul 24.00.  Ase mengaku mendapat wangsit. Pada malam hari, saat ia sedang duduk terdiam, di benak Ase tiba-tiba muncul nama "Tebing Karaton".   Pad...

avatar
OSKM18_16018354_Mujahid