×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Adat dan Kebiasaan

Provinsi

Sumatera Selatan

Asal Daerah

Palembang

Uya Sahang : Sistem Pembayaran dengan Konsep Murah Hati

Tanggal 08 Aug 2018 oleh Oskm18_16418117_muhammad .

Indonesia memiliki berbagai adat istiadat yang sangat beragam dan memiliki norma - norma tersendiri sehingga setiap daerah memiliki istilah - istilah berbeda. Namun adat istiadat tersebut memiliki kesamaan nilai - nilai luhur sehingga membuat penganutnya memilik nilai moral yang tinggi. Jadi, adat istiadat di Indonesia menjadi salah satu kekuatan harus dilestarikan dan dijaga dengan baik. Salah satu adat di Palembang yang cukup lestari ialah "Uya Sahang".

Uya Sahang merupakan sebuah istilah yang menyatakan adat istiadat seseorang dengan memberi upah kepada tenaga jasa tertentu (biasanya tenaga jasa tradisional). Istilah ini berasal dari kata "Uya" yang berarti garam; dan "Sahang" yang berarti merica. Dikarenakan garam dan merica menjadi mata uang tradisional pada era kuno terutama di Palembang, maka terciptalah istilah Uya Sahang yang menjadi adat istiadat di Palembang.

Uya Sahang berbeda dengan upah jasa, gaji, ataupun laba yang telah dibanderol harga -dan bukan juga tips. Kebanyakan.tenaga jasa tradisional (cth: jasa pijat dan urut panggilan) di Palembang tidak terlebih dahulu menetapkan harga jasanya sebelum mereka bekerja. Setelah bekerja, sang penerima jasa membayar uang jasa secara sukarela, berbeda dengan upah yang sebelumnya telah di negoisasi. Namun uang ini juga bukan berupa tips yang merupakan tambahan sukarela. Uya Sahang lebih mendekati arti upah sukarela yang diterima biasanya berdasarkan oleh beberapa faktor, yakni kepuasan penerima jasa, kemampuan finansial penerima jasa dan/atau pemberi jasa, dan/atau relasi penerima jasa dengan pemberi jasa.

Uya Sahang menjadi sistem pembayaran jasa yang dterima dengan baik oleh masyarakat Palembang disebabkan oleh sifatnya yang sukarela. Penerima jasa merasa tidak dibebani dengan biaya dan pemberi jasa tidak dibebani dengan perasaan dan kepercayaan pembelinya. Oleh karena itu, banyak daerah lain di Indonesia yang mengadaptasi sistem Uya Sahang menjadi sistem pembyaran tradisional di daerah mereka masing - masing.  

Pada era saat ini, Uya Sahang menjadi tidak populer dikarenakan bergantinya usaha jasa tradisional menjadi usaha yang lebih modern dan bahkan berbasis digital. Dengan demikian, adat istiadat serta ritual - ritual daerah yang sudah hampir pudar ini patut kita lestarikan. Dari mengetahuinya dan menceritakannya kepada generasi muda hingga tetap melaksanakan adat istiadat tersebut ialah bentuk pelestarian budaya. Oleh sebab itu, wujud cinta kita terhadap Indonesia salah satunya dengan melestarikan budaya yang dimilikinya.

 

#OSKMITB2018

Uya Sahang dipakai untuk pembayaran jasa pijat dan urut tradisional di Palembang

DISKUSI


TERBARU


Tradisi Sekaten...

Oleh Journalaksa | 29 Oct 2024.
Tradisi Sekaten Surakarta

Masyarakat merupakan kesatuan hidup dari makhluk-makhluk manusia saling terikat oleh suatu sistem adat istiadat (Koentjaraningrat, 1996: 100). Masyar...

Seni Tari di Ci...

Oleh Aniasalsabila | 22 Oct 2024.
Seni Tari Banyumasan

Seni tari merupakan salah satu bentuk warisan budaya yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Cilacap. Tari-tarian tradisional yang ber...

Wayang Banyumas...

Oleh Aniasalsabila | 22 Oct 2024.
Wayang Banyumasan

Wayang merupakan salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang memiliki akar dalam sejarah dan tradisi Jawa. Sebagai seni pertunjukan, wayang te...

Ekspresi Muda K...

Oleh Journalaksa | 19 Oct 2024.
Ekspresi Muda Kota

Perkembangan teknologi yang semakin pesat tidak hanya ditemui pada bidang informasi, komunikasi, transportasi, konstruksi, pendidikan, atau kesehatan...

Refleksi Realit...

Oleh Journalaksa | 19 Oct 2024.
Refleksi Keraton Yogyakarta Melalui Perspektif Sosiologis

Manusia dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Adanya manusia menjadi penyebab munculnya kebudayaan. Kebudayaan sangat penting dalam k...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...