Makanan Minuman
Makanan Minuman
Tradisi Lampung Lampung
Tradisi Nyeruit
- 21 Agustus 2018

Berbicara soal makanan seperti tidak akan ada habisnya. Makanan selalu indentik dengan ke khasan suatu daerah. Dengan kata lain melalui makanan semua golongan dapat bersatu. Kehidupan selalu berhubungan dengan pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Begitupun makanan khas akan menjadi indentitas bagi suatu daerah.Terkadang makanan akan menjadi sebuah julukan yang diberikan pada salahsatu daerah tersebut. Tradisi yang menarik selalu ditampilkan disetiap cara mengolah dan mengonsumsinya. Salahsatunya tradisi yang khas memasyarakat di Lampung ialah "Nyeruit".

Bumi Lampung mewarisi makanan khas yang tak ternilai harganya, dimana masa yang berkembang ini tetap menjadi primadona didalam masyarakat. Tradisi berkumpul keluarga yang bertujuan menyatukan dan bersilahturahmi satu sama lainnya. "Nyeruit" merupakan sebutan masyarakat saat menyantap bersama sambal seruit.

Olahan makanan yang dapat dikatakan mudah sekali dalam pembuatannya. Seruit sering kali disantap saat berkumpul bersama keluarga besar, namun tak jarang juga disajikan dalam acara sakral lainnya, seperti pernikahaan dan berbagai macam hajatan besar seruitrutin disediakan.

Santapan ini terdiri dari olahan sambal pedas yang berbahan dasar cabai, mangga, terasi, ikan bakar, tempoyak (fermentasi durian) yang dikombinasikan. Lalu ditambahkan ikan bakar yang sebelumnya hidup di air tawar. Kemudian terong bakar yang disatukan dalam sambal. Sebelum dihidangkan, bahan-bahan tersebut harus tercampur rata.

Ada cara tersendiri dalam mencampur olahan sambal ini yang menjadi istilah penghormatan kepada salahsatu anggota yang tertua. Keluarga yang mencapai umur paling tua di keluarga selalu diberikan kesempatan untuk menyatukan semua olahan sambal tersebut sampai kalis. Dengan menggunakan jari-jarinya, hal ini sebagai alternatif cara untuk memberikan rasa hormat yang lebih terhadap orang tua.

Makanan ini sangat bebas dari penyedap rasa buatan pabrik, terlihat dari bahan-bahan yang digunakan. Sehingga aman dikonsumsi oleh setiap kalang usia di masyarakat. Manakala seruit terlengkapi dengan protein, vitamin C dari buah mangga, sayuran seperti terong melengkapi serat dalam tubuh kita. Rasa yang sudah terjamin tak terkalahkan dengan makanan buatan restoran. Tidak hanya itu seruit dipastikan halal serta terjamin akan kualitas gizinya. Makanan yang diramu secara kekeluargaan dengan penuh keramaian memberikan rasa yang lezat khas masakan rumah.

Seruit sering didampingi dengan menu khas Lampung lainnya, seperti ikan pindang, pepes ikan, sayur asam, lalapan dan tahu/tempe. Sambal seruit juga terkenal akan rasanya yang pedas, maka dari itu dihidangkan dengan ditemani nasi panas. Kenikmatan akan semakin terasa dengan suasana kekeluargaan. Nyeruitdapat memabangun kerukunan satu sama lain, serta memperteguh ikatan tali persaudaran. Keluarga akan saling bercengkarama saat menikmati makanan khas bumi dua jurai ini.

Eksistensi dari tradisi nyeruitdapat dikatakan mulai memudar. Persaingan ketat antara makanan khas darerah lain bahkan luar negeri sekalipun telah meluas. Masyarakat Lampung yang semakin maju dengan gaya hidup kekinian membuat seruit kalah eksis dibanding makanan bergengsi di restoran barat di kota Mulei-Meghana ini. Dibandingkan lagi dengan ramuan-ramuan yang didibutuhkan sangat beragam, sehingga membutuhkan waktu dan tenaga untuk mengolahnya. Bagi masyarakat yang menginginkan keprakitasan tentunya kan melupakan tradisi ini. Hal ini menjadi terutama menurunnya ketenaran sambal seruit untuk dikonsumsi di masyarakat Lampung.

Tradisi nyeruit tidak begitu akrab lagi seperti dahulu, dengan berbagai faktor lainnya yaitu kesibukkan masing-masing keluarga sehingga aktivitas ini kerap kali ditinggalkan. Namun pemerintahan Lampung cepat tanggap dalam permasalahan ini. Dengan mengangkat kegiatan nyeruit dalam acara ceremonialtahunan, event-event pemerintahan serta perlombaan-perlombaan mengenai cara mengolah seruit. Bahkan, untuk melestarikan tradisi yang mengakar ini, pelajaran tentang budaya Lampung dijarkan sejak di bangku kelas 8 Sekolah Menengah Pertama.

Satu Atap Dua Perbedaan, menjadi semboyan tanah Lampung. Mengintip dan membuka celah sedikit untuk melihat keanekaragamannya. Melirik budaya tentu Lampung kaya akan pernak-pernik keberagaman. Istilah satu atap dua keluarga layaknya sebutan saja. Bukan hanya sekedar perumpamaan tetapi memang dibuktikan dengan keseharian masyarakatnya.

Pendatang dan penduduk asli saling melebur menimbulkan keberagaman. Akulturasi budayapun menyatu. Hampir setengah penduduk Lampung terdiri dari masyarakat pendatang. Daerah ini sering menjadi tujuan perantau untuk menetap serta menambah riuh rendah alam bumi Lampung.

Walaupun tergolong daerah tujuan untuk merantau, serta berbaurnya masyarakat pendatang dengan pribumi. Bukan berarti seruit tidak digemari. Banyak perantau-perantau yang penasaran dengan rasa lezat dari olahan tradisional ini. Bahkan, saat di luar kota sekalipun mereka yang pernah menetap di Lampung dan merasakan seruit akan merindukan serta mengingat kembali daerah ini. Seruit belum menyebar keseluruh nusantara, sehingga banyak yang bertannya-tanya serta penasaran apabila menyebut kata seruit adalah makanan khas lampung.

Kekayaan akan budaya serta yang mendominasi mencoba dipertahankan di Lampung. Baik itu secara sebuah kenangan yang berjalan panjang seiring waktu berputar. Lampung melengkapi keberagamaan Indonesia melalui ciri khasnya. Tradisi, bahasa, tulisan, makanan, wisata serta pesona lainnya menambah keemasan sebuah catatan tersendiri. Pelestarian makanan khas yang terus dilakukan dan peghormatan terdalam pada pesonanya budaya dan tradisi itulah hal yang terbaik untuk dilakukan demi menjaganya dari kelunturan. Kekhasa Lampung untuk Indonesia sampai akhir masanya.

Sumber: https://www.kompasiana.com/riskaimilda/590c75cecd927343288b456e/mengenal-tradisi-nyeruit

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu