Makanan Minuman
Makanan Minuman
kuliner Sulawesi Tenggara wakatobi
Tombole (Kumpe-Kumpe) - Wakatobi - Sulawesi Tenggara
- 27 Februari 2018
WAKATOBI adalah salahsatu kabupaten di Sulawesi Tenggara yang terkenal dengan keindahan terumbu karangnya. Wakatobi merupakan gugusan dari nama Pulau_pulau besar penyusunnya, yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Selain keindahan lautnya yang bisa dinikmati, Wakatobi juga memiliki beragam jenis kekayaan lainnya mulai dari kebiasaan adat, tarian adat, dan masih banyak lainnya termasuk dengan makanan khasnya yang salah satunya ada yang disebut dengan TOMBOLE.
 
Salah satu gugusan penyusun nama kabupaten Wakatobi  yaitu Binongko, juga termasuk daerah yang masyarakatnya sangat lihai membuat TOMBOLE sebagai salah satu makanan khasnya ini. Di Binongko, bertani ubi kayu dan singkong sudah merupakan sumber utama penghidupan dan juga sebagai makanan pokok. Pada dasarnya kondisi alam di sini tidak memungkiknan unutk bercocok tanam seperti padi, dll. Hanya jagung namun tergantung pada musim penghujan. Sehingga cukup beragam kreativitas masyarakat dahulu di pulau ini untuk menciptkan jenis makan yang terbuat dari singkong . seperti kasuami dan Tombole. di Binongko,  nama TOMBOLE ini juga disebut dengan KUMPE-KUMPE. Masyarakat Binongko secara umum lebih mengenalnya dengan sebutan Tombole, namun penamaannya khusus di Popalia (Togo Binongko) lebih melekat disebut Kumpe-Kumpe. 
 
Di Binongko, sebagai suatu kebisaan turun temurun. Ada yang dikenal dengan istilah SAUFARA, yaitu kebiasaan memperingati munculnya bulan safar dengan membuat TOMBOLE. Jadi ketika bulan safar akan tiba, masayarakat Binongko sudah akan mempersiapkan segala bahan untuk membuat Tombole sebagai makanan khas yang paling unik dan khas juga rasanya. Namun satu poin pentingnya, kebiasaan ini selalu dilakukan tepat pada hari rabu, di awal bulan safar.

Seperti berikut:

 

1.       Singkong atau ubi kayu.

2.       Daun pisang.

3.       Bahan tambahan, seperti kelapa, gula (gula merah, gula pasir, sesuai selera), garam. Jika perlu penyedap rasa. Wajib: bawang merah.

 

CATATAN:

Pada dasarnya Tombole ini tidak dimasak, digoreng atau dikukus.jadi wajib tahu Bahwa Tombole proses pematangannya menggunakan batu yang telah panas ( dibakar). Artinya tombole ini dibakar dengan batu yang telah dibakar dalam tanah yang digalikan.

Selain mempersiapkan bahan diatas untuk membuat tombole,juga perlu dipersiapkan secara matang untuk tempat membakar tombole ini. Yaitu:

 

1.     Mula-mula membuat galian tanah seukuran -/+ 1 meter atau disesuaikan,

2.     Mengumpulkan batu seukuran 5x7, jumlah disesuaikan.

3.     Daun pisang.

4.     Kayu bakar.

Disamping mempersiapkan hal diatas, juga perlu dibuat tombolenya. Caranya seperti berikut:

 

1.     Siapkan singkong atau ubi kayu.

2.     Kupas kulitnya, cuci hingga bersih lalu parut agar halus

3.     Selanjutnya, peras airnya atau dibuat menjadi kaopi atau opi (dalam istilah bahasa Binongko). Yaitu agar lebih mudah, bungkus atau masukan singkong yang telah diparut kedalam karung lalu ikat agar tidak terlepas, lalu dijepit dengan balok kayu yang ukurannya sesuai, Lihat gambar:

 

 

 

4.     Jika menggunakan singkong, meski tidak terlalu lama dijepit seperti cara diatas tidaklah masalah, boleh hanya dalam waktu 3-4 jam saja atau lebih, asal perhatikan.

5.     Jika menggunkan ubi kayu, maka perlu berhati-hati, perhatikanlah dengan teliti. Jika tidak betul-betul kering atau terpisah dengan airnya maka ada kemungkinan bisa keracunan. Alangkah baiknya lakukan penjepitan hingga 7-9 jam atau lebih.

6.     Saran saya, menggunakan singkong lebih mudah, aman dan nikmat rasanya.

 

Setelah hal diatas, bahan lain yang tidak boleh ketinggalan juga adalah daun pisang. Daun pisang ini digunakan sebagai pembungkus tombole. Bagaimana cara mempersiapkan, seperti berikut:

 

1.       Kumpulkan daun pisang yang bagus dan segar atau tidak layu lalu bersihkan. Pisahkan dengan batang daunnya. Jumlah disesuaikan

2.       Bagi atau iris daun pisang tersebut dalam dua ukuran, yaitu lebar -/+ 12 cm dan -/+ 3 cm. atau ukuran disesuaikan.

 

 

 

Tahap demi tahap sudah dilalui, masuklah pada inti pembuatan. Singkong yang telah dijepit atau sudah menjadi kaopi atau opi (dalam istilah bahasa Binongko) dirubuhkan dalam wadah. Kemudiaan diayak agar halus. Selanjutnya tambahkan parutan kelapa. Ukuran disesuaikan. Tambakan garam, bawang merah yang dipotong halus, jika suka boleh dengan sedikit merica atau tambahkan bahan lain sesuai selera atau penyedap rasa lainnya. Terpenting juga adalah gula. Boleh gula pasir, gula merah. Saran saya yang lebih nikmat dan enak adalah dengan gula merah. Tambahkan secukupnya. Tapi bila gula merahnya sedikit lebih banyak (menurut saya) makin tambah nikmat. Sesuaikan selera yah. Next, semua bahan dicampur hingga rata. Bila sudah, kita masuk tahap semi final membuat tombole.

 

Dari daun pisang yang telah dipersiapkan, dibagi atau iris sesuai intruksi diatas. Maka ambillah daun pisang yang telah dibagi bagi tersebut. Mula-mula letakkan bagian daun pisang yang telah dibagi kecil tersebut diatas daun pisang yang telah dibagi dengan ukuran yang agak besar itu. Dengan posisi tidak sejajar. Artinya bagian yang dibagi atau dipotong agak kecil ini ditarik sedikit keluar sehingga ukuran posisinya lebih memanjang sedikit keluar. Tapi jangan salah, di daun pisang itu gunakan bagian dalammya daun pisang, yaitu yang tampak warnanya lebih muda. Yang lebih tua warnanya berarti bagian luar.

 

Selanjutnya, masukan campuran tombole tadi, istilahnya adonan yah kalau untuk kue.

 

Letakkan diatas daun pisang yang tadi telah diatur posisinya. Kemudian bagian ujung daun pisang yang tadi agak kecil, yang ujungnya sedikit keluar lipat kedalam. Untuk menopang “tombole” ini agar tidak jatuh. Kemudian gulunglah daun pisang  tersebut lalu buatlah sedemikian rupa agar tidak terlepas dalam bungkusannya. Biasanya untuk memudahkan daun pisang ini tidak diisi terlalu penuh, agar setelah membungkus masih ada sisa diujung atas daun pisang yang kemudian dilipat kembali agar tombole tersebut tidak terbongkar saat dibungkus.

 

 

Selanjutnya masuk tahap final. Tombole telah siap untuk dibakar dengan batu dalam galian tanah. jika batu yang telah dibakar sudah panas.  Nah, bongkar kembali batu-batu yang telah dibakar ini. Kemudian diupayakan sedemikian rupa agar tombole ini dapat matang atau dapat dibakar dengan batu yang telah dibakar  tadi. Yaitu mulailah susun tiap-tiap tombole diatas batu-batu yang telah dibakar, lalu ditindis kembali dengan batu yang ditelah dibkar tersebut. Tahap akhir tutup dengan daun pisang dan jangan biarkan tanah atau kotoran apapun masuk kedalam. lalu timbuni dengan tanah atau tutup dengan tanah agar tidak sedikitpun panas dari bara batu yang telah dibakar tersebut keluar kepermukaan tanah. Kemudian tunggu hingga matang, sekitar 30-45menit. Kemudian bongkar kembali dan tombole siap disajikan.

 

Sumber:

http://vitriapalahidu.blogspot.co.id/2016/06/tombole-makanan-khas-wakatobi-dan-cara.html

 

 

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum