Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kue Sulawesi Barat Sulawesi Barat
Tetuq
- 13 Juli 2015

Tetu kuliner mandar

Tetuq, adalah penganan yang juga ditemui di Mandar, Sulawesi Barat,  ini adalah kuliner yang terbuat dari paduan tepung terigu (gandong) dan golla mamea (gula aren) yang diramu dan dikemas dalam kotak daun pandan berukuran kecil,  rasa santan gurih yang dominan  membuatnya menjadi lezat dan nikmat untuk dijadikan penganan diantara makanan utama. Di Indonesia, penganan ini mungkin lebih dikenal dengan nama "kue perahu", ia juga banyak ditemukan di disajikan di daerah Palu, Sulawesi Tengah. 
 
Adapun cara membuat Tetu ini seperti yang telah dijelaskan oleh salah satu rekan saya "Rahmi Fajriah" dalam adalah sebagai berikut (resep  ia sadur dari ibunya) :
 
1. Buatlah terlebih dahulu kotak pandannya yang lebih mirip "lopi-lopi" atau perahu kecil, untuk hasil yang maksimal pilihlah daun pandan wangi yang agak tua, kemudian dijemur atau sebentar agar ketika dilipat  tidak mudah retak.  
2. Lalu kemudian potonglah daun pandan seukuran yang anda suka, sejengkal tangan mungkin bisa kemudian dilipat dan direkatkan dengan menggunakan "paper klip" dan bagian daunnya ditusuk menggunakan lidi yang runcing.
3. Lalu dasar kotak pandan tadi ditaburi gula putih atau  atau gula aren, tergantung selera anda, dicampur juga boleh jika anda lebih suka ada rasa kombinasi. Di daerah Mandar, Sulawesi Barat, tetu lebih banyak menggunakan gula aren.
4. Adonannya yang merupakan paduan tepung terigu dan santan kelapa  
5. Adonan terigu+santan tadi lalu dituang ke dalam kotak pandan sekitar 2/4 dan sisakan 1/4 buat topingnya yang merupakan santan kental
6. Kukus  kotak pandan tersebut sampai setengah matang, kemudian siramkan santan kental ke permukaan adonan yang telah masak setengah  matang tersebut.
7. Salah satu rahasia tetuq yang sempurna adalah terletak pada lapisan santan gurih di permukaannya. Caranya? agar santannya gurih, campurkan seujung sendok teh garam makan ke dalam santan kentalnya.
8. Lalu, lanjutkan kukus sampai benar-benar matang. Cara mengeceknya? Anda dapat menusukkan sebilah lidi yangbersih
9. Tips yang lain adalah jika ingin lebih wangi, anda dapat menambahkan essence/powder vanilla pada campuran santannya. Anda juga bisa menambahkan potongan-potongan kecil buah nangka di permukaan paling atas sebagai topping untuk sensasi berbeda.
 
Bisa dibeli di:
MAMA Toko Kue dan Es Krim 
Jalan Serui No.19, Pattunuang, Wajo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90173
(0411) 3617453
 
 
Sumber: http://tommuanemandaronline.blogspot.com/2013/03/cara-membuat-tetu-kue-khas-mandar.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kain tenun bukan hanya sekadar produk tekstil biasa di Indonesia
Motif Kain Motif Kain
Aceh

Kain tenun bukan hanya sekadar produk tekstil biasa di Indonesia Identitas dan Asal-Usul Kain tenun di Indonesia merupakan warisan budaya yang melampaui fungsi sebagai produk tekstil konvensional [S1]. Objek ini merepresentasikan hasil karya tangan yang memuat narasi sejarah panjang serta nilai-nilai budaya yang luhur [S4]. Keberadaannya telah menjadi bagian integral dalam aspek sosial, ekonomi, hingga spiritual masyarakat Nusantara selama ribuan tahun [S1], [S4]. Secara geografis, tradisi menenun tersebar luas di hampir seluruh wilayah Indonesia, di mana setiap daerah mengembangkan karakteristik, motif, dan filosofi yang unik [S1], [S3]. Keberagaman ini didukung oleh teknik pembuatan yang spesifik serta keterampilan perajin yang diwariskan secara turun-temurun [S1], [S4]. Beberapa wilayah yang memiliki tradisi tenun dengan kekhasan motif dan makna yang menonjol antara lain Toraja, Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Bali [S2]. Setiap motif yang dihasilkan bukan sekadar ele...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Indonesian parents often use traditional games to educate their children about character building
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Indonesian parents often use traditional games to educate their children about character building Identitas dan Asal-Usul Permainan Bentengan diklasifikasikan sebagai permainan tradisional anak yang telah berintegrasi dalam budaya lokal Indonesia [S2]. Teks bebas mencatat bahwa aktivitas ini telah dimainkan sejak era kolonial Belanda [S1]. Ensiklopedia daring mengonfirmasi bahwa permainan tradisional Nusantara umumnya memiliki akar akulturasi yang kuat [S2]. Meskipun tidak teridentifikasi secara spesifik mengenai wilayah kelahirannya, permainan ini tersebar luas sebagai warisan bermain anak pra-modern [S2]. Perbandingan antara kedua sumber menunjukkan bahwa [S1] berfokus pada konteks historis kolonial dan mekanisme permainan, sedangkan [S2] lebih menekankan pada akar akulturasi budaya dan fungsi sosialnya secara umum. Kedua sumber memiliki batasan masing-masing: [S1] tidak menguraikan variasi regional, sementara [S2] bersifat umum tanpa mendetailkan mekanisme spesifik Bentengan....

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Songket Palembang: Jejak Sriwijaya dalam Selembar Kain Martabat
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Selatan

Songket Palembang: Jejak Sriwijaya dalam Selembar Kain Martabat Identitas dan Asal-Usul Songket Palembang merupakan kain tenun tradisional yang diakui sebagai warisan budaya tak benda Indonesia sejak tahun 2013 [S1]. Kain ini dikenal luas karena kekayaan historisnya dan menjadi penanda martabat dalam budaya masyarakat Palembang [S3, C5, C6]. Popularitasnya sering terlihat dalam berbagai pameran dan dikenakan oleh tokoh publik [C2]. Asal-usul Songket Palembang kerap dikaitkan dengan masa Kemaharajaan Sriwijaya, yang berpusat di Palembang, Sumatera Selatan [S3, C4]. Sejak masa kerajaan, songket tidak hanya berfungsi sebagai busana, tetapi juga sebagai simbol kedudukan, kehormatan, dan peran sosial seseorang [C7]. Keunikan ini menjadikan Songket Palembang lebih dari sekadar kain indah, melainkan sarat akan nilai sosial dan filosofis yang melekat pada setiap helainya [C8, C9]. Meskipun demikian, belum ada sumber yang secara spesifik merinci sentra produksi Songket Palembang selain...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris: Lebih dari Senjata, Pusaka Jawa yang Mendunia
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Timur

Keris: Lebih dari Senjata, Pusaka Jawa yang Mendunia Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan senjata tikam tradisional yang berasal dari Indonesia, dengan karakteristik bentuk bilah yang asimetris atau berkelok-kelok [S1], [S5]. Secara struktural, keris terdiri atas tiga komponen utama, yakni bilah ( wilah ), gagang ( hulu ), dan sarung ( warangka ) [S1]. Sebagai bagian dari kategori tosan aji —istilah untuk senjata berbahan besi bernilai tinggi yang dimuliakan—keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata perang, tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang dan simbol identitas masyarakat Jawa [S2], [S5]. Museum Nasional Indonesia menyimpan koleksi keris yang merepresentasikan sejarah perkerisan Nusantara, termasuk spesimen dari Cirebon, Jawa Barat, yang berasal dari abad ke-16 [S4], [S5]. Salah satu contoh koleksi yang terdokumentasi adalah keris dengan dhapur Kebo Lajer dan pamor tambal, yang secara historis populer di kalangan masyarakat petani pedesaan sebagai sim...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris: Lebih dari Senjata, Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Aceh

Keris: Lebih dari Senjata, Warisan Budaya Tak Benda Indonesia Identitas dan Asal-Usul Keris Jawa merupakan senjata tikam tradisional yang secara fisik dikenali dari bilah asimetris dengan pola berkelok-kelok atau lurus, serta terbagi menjadi tiga komponen utama yaitu bilah, gagang, dan sarung [S1]. Struktur ini menjadi penanda identitas visual yang membedakannya dari belati atau pisau tikam lainnya di Nusantara [S5]. Material pembuatannya bervariasi, mulai dari logam besi dan baja untuk bilah, hingga kayu, gading, atau logam mulia seperti emas dan perak yang digunakan pada hulu dan warangka [S2]. Pengakuan UNESCO sebagai Karya Agung Warisan Budaya Kemanusiaan Lisan dan Nonbendawi menegaskan posisi keris sebagai warisan budaya yang dilindungi secara internasional [S1]. Secara geografis, keris berakar kuat di Pulau Jawa, dengan sentra produksi dan pengembangan budaya yang terpusat di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur [S5]. Beberapa referensi menekankan bahwa keris merupakan ciri...

avatar
Kianasarayu