Ritual
Ritual
Adat Perkawinan Jawa Timur Tulungagung
Temanten Kucing
- 10 Juli 2014
Upacara Adat Temanten Kucing adalah tradisi masyarakat Desa pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Upacara ini merupakan tradisi di msuim kemarau jika desa dilanda kekeringa. Dengan ritual ini masyarakat berharap Tuhan menurunkan hujan.
 
Ritual Temanten Kucing ini tak bbisa dilepaskan dari upaya warga untuk memohon turunnya hujan ketika musim kemarau panjang di Desa Pelem. Sayangnya perhelatan ritual Temanten Kucing kini tak sesakral ritual serupa yang dilangsungkan pada jaman dahulu. Sekarang ritual ini cenderung makin instant. 
 
Tradisi Temanten Kucing sudah semakin punah. Mitos-mitosnya pun jarang diperhatikan masyarakat. 
 
Temanten Kucing adalah salah satu upacara yang ada di Kab.Tulungagung yang dilestarikan sebagai cagar budaya dan juga sebagai upaya warga Desa Pelem untuk memohon turunnya hujan saat musim kemarau panjang.
 
Menurut Murkidi (56 thn,Dsn.Bangak,Ds.Pelem) Dahulu, pada saat di Desa Pelem terjadi musim kemarau panjang ada seseorang yang menyarankan untuk menyediakan 2 ekor kucing telon jantan dan betina.Tetapi kucing yang lebih memenuhi syarat adalah kucing Candramawa.
Lalu kucing tersebut ditemukan dengan sepasang temanten manusia.Disamping kegiatan ini juga ada Seni Tiban dan acara Selametan(Nyambung Tuwuh).
 
~Menurut Lilik Hariyati (57 thn,Dsn.Bangak,Ds.Pelem) Upacara Temanten Kucing adalah ritual yang dihelat di Desa Pelem untuk memohon turunnya hujan pada saat musim klemarau panjang.Lalu sepasang kucing tersebut dipertemukan layaknya temanten manusia.Tradisi ini rutin digelar di Lereng Pegunungan Coban.
Untuk mengharapkan turunnya hujan, ratusan warga Desa Pelem menggelar ritual Temanten Kucing, yakni upacara yang mempertemukan sepasang kucing jantan dan betina, layaknya tementen manusia yang sedang dinikahkan.
Upacara ini digelar di kawasan wisata Coban Kromo.Dalam upacara ini sepasang pria dan wanita warga setempat mengenakan pakaian adat Jawa dan membawa masing-masing membawa kucing. 
 
Upacara ritual ‘’Temanten Kucing’’ dirintis ratusan tahun silam.Awalnya daerah Desa Pelem dilanda musim kemarau panjang yang membuat warga kebingungan untuk mendapatkan air.
 
Eyang Sankrah tokoh yang membabat Desa Pelem suatu ketika mandi di Telaga Coban, dia mengajak serta seekor kucing Candramawa piaraannya. Sepulang Eyang Sankrah memandikan kucingnya, tak lama berselang di kawasan Desa Pelem turun hujan deras. Itulah sejarah Temanten Kucing. 
 
Dua ekor Kucing dibawa sepasang “Pengantin” laki-laki dan wanita.Dibelakangnya berderet tokoh-tokoh desa yang mengenakan pakaian adat Jawa.Sebelum dipertemukan pasangan Temanten Kucing dimandikan di Telaga Coban.Secara bergantian, kucing jantan dan betina dikeluarkan dari keranji.Lalu satu per satu 
 
Dimandikan dengan air Telaga Coban n yang sudah ditaburi kembang.Usai dimandikan, kucing di bawa ke pelaminan.Di tempat yang sudah disiapkan aneka jajanan .Lalu pasangan kucing jantan dan betina “Dinikahkan”.Sepasang laki-laki dan perempuan yang membawa kucing duduk bersanding di kursi pelaminan.Sementara 2 Temanten Kucing berada di pangkuan penganti laki-laki dan perempuan.upacara pernikahan itu ditandai dengan pembacaan do’a-do’a yang dilakukan oleh sesepuh Desa Pelem.Tak lebih dari 15 menit, apacara selesai.
 
Lalu prosesi “Temanten kucing” dilanjutkan dengan kesenian Tiban dan pargelaran lange tayub.Dalam Seni Trdisional Tiban beberapa warga saling adu kekuatan dengan saling cambuk menggunakan lidi aren yang telah dipilin.Tanpa mengenakan baju sepasang warga bergantian adu cambuk hingga berdarah-darah.Seni tiban merupakan bagian tak terpisahkan dari upacara Temanten Kucing.Ini juga bagian dari ritual memohon turunnya hujan.Setelah Seni Tiban selesai,lalu dilanjutkan dengan langen tayub.Beberapa warga memakai pakaian adat Jawa lalu menari-nari diiringi gendhi-gendhing Jawa.Lalu upacara pun selesai.
 
Persiapan
Alat-alt yang perlu disiapkan adalah:
1) Jarik/ kain panjang:Menggendong kucing yang akan dikawinkan
2) Tiban :Mengiringi kucing yang dikawinkan 
3) Ujung aren :Sebagai cambuk untuk Tiban
4) Bunga :Menghiasi tubuh kucing
5) Pakaian :Dipakaikan pada kucing yang dikawinkan
6) Minyak :Mungharumkan tubuh kucing
7) Sesajen :Pembacaan do’a-do’a pada Upacara Temanten Kucing
 
 
Nilai-nilai penndidikan
Nilai-nilai pendidikan yang ada di Upacara Temanten Kucing sangat penting.Karena untuk melestarikan budaya Tulungagung.Dan mengetahui sejarah Temanten Kucing dan upacara adat yang lain.
Dan dapat kita tahu kalau kekeringan sangatlah susah,maka dari itu janganlah menebang pohon sembarangan dan jangan membuang sampah di sembarang tempat. 
 
Menciptakan Kesejahteraan Warga
Dengan adanya Upacara Temanten Kucing warga dapat hidup sejahtera,karena di saat kemarau tiba kami dapat melaksanakan upacara Temanten Kucing.
Upacara Temanten Kucing masih berlangsung hingga sekarang, karena masih dipercayai untuk menurunkan hujan ketika musim kemarau panjang.
Upacara Tmanten Kucing merupakan budaya yang justru dijadikan objek wisata di Desa Pelem,karena menikahkan kucing jantan dan betina (kucing Candramawa) dapat turun hujan.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis
Motif Kain Motif Kain
Papua

Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Dendam Rajo sang Manusia Harimau Putih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...

avatar
Mahlil Azmi
Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...

avatar
Kianasarayu