Amaradiang Balanipa merupakan kerajaan kuno di Mandar yang muncul sebagai bentuk aliansi beberapa kerajaan kecil seperti Amaradiang Napo, Samasundu, Toda-todang dan Mosso.
I. Wilayah
Wilayah kerajaan Amaradiang Balanipa dapat dikelompokkan sebagai berikut:
• Appe Banua Kaiyang dan Sappulo Tallu Ana Banua sebagai wilayah utama Amaradiang Balanipa, yang merupakan awal dari Amaradiang Balanipa dan terdiri dari beberapa wilayah, yakni:
- Banua Kaiyang Napo dengan 3 Ana Banua: Renggeang, Ana Banua Balanipa dan Ana Banua Lemosusu.
- Banua Kaiyang Samasundu dengan 3 Ana Banua: Ana Banua Lembalembang, Ana Banua Salari dan Ana Banua Jamarrang.
- Banua Kaiyang Toda-todang dengan 4 Ana Banua, yaitu Pambusuang, Lombok, Batu, dan Pallis.
- Banua Kaiyang Mosso dengan 3 Ana Banua: Batulaja, Timbo dan Pendulangan.
Sappulo Tallu Ana Banua merupakan wilayah muda yang dipimpin jabatan kerajaan yang dipimpin Dewan Sappulo Sokko Adat.
• Kawasan Palili regions: daerah otonom di bawah Amaradiang Balanipa. Kawasan ini terbentuk dari 7 Banua: Allu, Taramanu, Tubi, Tomadio, Mapili, Nepo and eight Banua Arua namely Sabura, Daala, Lenggo, Batu, Rea, Bunga-Bunga, Paku, Belua dan Tobone.
II. Pemerintahan
• Pemerintah Pusat
o Maradia Balanipa: kepala pemerintahan Balanipa bergelar Arajang.
o Maradia Malolo: jabatan angkatan bersenjata tertinggi.
o Maradia Matoa: jabatan yang merepresentasikan Maradiang di semua aktivitas pemerintahan dan bertanggungjawab dan berkoordinasi dengan pemerintahan daerah seperti Sappulo Sokko Adat dan kepala Ana Banua di Appe Banua Kaiyang dan Palili region.
o Appe Banua Kaiyang: dewan dari 4 wilayah yang membentuk asal mula Amaradiangan Balanipa, yaitu Napo, Samasundu, Toda-todang dan Mosso. Dewan ini memilih dan melantik raja Balanipa.
o Sappulo Sokko Adat: dewan kepala muda Ana Banua yang anggotanya memiliki wewenang khusus sebagai:
- Pabicara Kaiyang: membantu Maradia dalam urusan hukum.
- Pabicara Kenje: menghubungkan Maradia dengan Sappulo Sokko Adat yang lain.
- Pappuangan Limboro: kepala Sappulo Sokko Adat.
- Pappuangan Biring Lembang: membantu Maradia dalam urusan dalam negeri.
- Pappuangan Lambe: menghubungkan antara Amaradiangan Balanipa dengan kerajaan lain.
- Pappuangan Koyong: jabatan urusan keuangan.
- Pappuangan Lakka: menghubungkan Amaradiangan Balanipa dengan kerajaan lain dalam wilayah Pitu Babana Binanga.
- Pappuangan Rui: jabatan penerangan kerajaan.
- Pappuangan Tenggelang: jabatan yang mengurusi kehutanan dan pertanian.
- Pappuangan Luyo: menghubungkan Amaradiangan Balanipa dengan konfederasi Pitu Babana Binanga dan konfederasi Pitu Uluna Salu
o Sawanar: jabatan urusan umum di pelabuhan Balanipa
o Maradia Syara: jabatan urusan keagamaan yang dibantu oleh Maradia Syara, yang juga dibantu oleh beberapa petugas kerajaan: Imang (imam), Katte (pendakwah), Doja dan Bidal (muezzin).
• Pemerintahan Daerah
Jabatan kerajaan bergelar Pappuangan atau Maradia memerintah tiap Ana Banua yang ada dalam wilayah utama Balanipa. Dalam tugasnya, tiap kepala Ana Banua dibantu 2 jabatan kerajaan bergeral Tomabubeng dan Punggawa. Di kawasan Palili, the wakil gelar Maradia memimipin pemerintah daerah Banua.
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...