×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Tarian

Provinsi

Nusa Tenggara Timur

Asal Daerah

Kabupaten Sikka

Tarian Tua Reta Lo’u

Tanggal 26 Dec 2018 oleh Aze .

Pemandangan seorang pria dalam balutan busana tradisional sedang meliuk-liuk di udara dengan bertumpu pada sebatang bambu setinggi 3-4 meter, tentu saja akan mengundang decak kagum.

Apalagi bila sang penari mengayunkan pedang panjang mengkilap. Sementara di bawahnya terdapat beberapa orang penari memegang erat-erat tiang bambu tersebut. Menakutkan sekaligus menakjubkan.

Itulah tarian tua reta lo’u. Tarian ini merupakan tarian tradisional dari Maumere yang menggambarkan teknik perang leluhur orang Maumere dan etnik Sikka Krowe di masa lampau.Tua reta lo’u lebih banyak ditarikan oleh masyarakat adat Hewokloang.

Tarian tersebut terdiri atas 3 tarian yang dikombinasikan yakni tarian awi alu, tarian mage mot dan tarian tua reta lo’u itu sendiri yang ditarikan secara berurutan oleh belasan penari perempuan dan laki-laki.

Biasanya para penari akan diiringi dengan tabuhan irama gong waning dengan berbagai jenis pukuan.

Ketiga tarian tersebut berkaitan dengan ketangkasan perang yang wajib dimiliki oleh setiap laki-laki.

Tarian awi alu menggambarkan latihan ketangkasan tubuh bagian bawah. Pada tahap ini para penari akan melompat diatara tongkat-tongkat kayu atau bambu yang dibenturkan oleh penari lain.

Tongkat yang beradu akan menghasilkan bunyi. Tarian awi alu ini menyerupai tari tongkat yang biasa dimainkan anak-anak Pramuka.

Selanjutnya ada tarian mage mot. Tujuan tarian mage mot ditujukan untuk melatih ketangkasan tubuh bagian atas.

Modelnya serupa dengan tarian awi alu hanya saja bila pada tarian awi alu tongkat ditempatkan pada jarang 20-30 cm dari tanah maka pada tarian mage mot tongkat akan ditempatkan sejajar dengan leher.

Terakhir adalah keterampilan mengintai yang disajikan dalam bentuk tarian tua reta lo’u. Pada sesi ini seorang penari pria lengkap dengan pedangnya akan dinaikkan ke sebuah tiang bambu oleh rekan-rekannya.

Si penari akan bertumpu pada ujung tiang dengan perutnya. Ia berputar ke segala arah seperti sedang memantau keadaan.

Tiang dipegang oleh beberapa penari pria sambil beberapa penari wanita menari di sekeliling mereka.

sumber: https://voxntt.com/2017/09/26/tarian-tua-reta-lou-dan-tiga-keterampilan-perang-ala-sikka/18035/

DISKUSI


TERBARU


Balado Jengkol...

Oleh Deni Andrian | 19 Sep 2019.
Makanan

Bahan-bahan 1 kg jengkol secukupnya Air Bumbu : 6 baput 5 bamer 5 butir kemiri 20 cabe merah (sesuai selera) 10 cabe rawit merah (sesuai selera) 1 ru...

Sambel Tahu dan...

Oleh Nicky Ria Azizman | 15 Sep 2019.
Makanan

Bahan-bahan   1 buah  tahu (400 gr), potong kotak kecil lalu g...

Kue Benang Kusu...

Oleh Nadiasutralismi | 14 Sep 2019.
makanan

Bahan-bahan yang digunakan hanya berupa gula aren (gula merah), beras putih yang sudah ditumbuk, dan minyak goreng (minyak kelapa). Pertama-tam...

Bedog dan baliu...

Oleh Pulsamurah | 13 Sep 2019.
senjata

Persenjataan bagi masyarakat suku baduy merupakan keharusan, karena suku ini suka sekali berkelana dari satu pulau ke pulau lain, dari satu hutan k...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai penjaga rum...