Tarian Pepeka Ri Makka
Tarian Pepeka Ri Makka berasal dari dua kata yang itu Pepe’ dan Rimakka dimana Pepe’ berarti api, Rimakka adalah tanah suci Mekkah, tarian ini mengingatkan kita pada Nabi Ibrahim yang dibakar oleh kaum Quraiz. Karena iman dan keyakinannya kepada sang khaliq turunlah Do’a Qulna yaa naaru kuunii bardan wasalaaman alaa ibraahiim laa haula walaa kuwwataa illaa billaah…..kumfayakum. Para penari terinspirasi dan menuang dalam sebuah bentuk tari yakni tari pepe’-pepeka rimakka. Dengan penuh keyakinan dan Do’a para penari membakar sarung, tangan mereka tanpa merasa kepanasan, tarian ini adanya dikampung Paropo kecamatan panakkukang kota Makassar, sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang tahun 1942. Sekarang ini tari pepeka ri makka sering di bawakan oleh sanggar remaja kampung paropo, appe-pepe ia, yaitu menyalakan api, sifatnya menyalakan api (seperti lempion) pada serambi depan rumah atau di perkarangan. Dari acara tradisional inilah munculnya inspirasi terciptanya tari pepe-pepe
Masuknya islam di makassar di terima langsung Kampung Paropo pada masa kerajaan Gowa termasuk wilayah Gowa Utara. Konon Kampung Paropo merupakan tempat persinggahan dan peristirahatan raja gowa, bila melakukan perjalanan atau perlawatan. akhirnya ada inisiatif dari masyarakat setempat untuk menghibur Raja dan rombongannya dengan berbagai permainan termasuk ganrang bulo. jika di tanah jawa terkenal permainan wayang yang merupakan sarana , media yang digunakan oleh para wali songo dalam menyebarkan agama Islam, maka di wilayah Timur Nusantara yang saat itu terkenal dengan ilmu kesaktian yang hampir-hampir di luar akal sehat, di mana sifat keras suku makassar yang hanya akan tunduk setelah ia dikalahkan dengan kesaktian/kehebatan yang maha menakjubkan,,maka para penyebar agama pada waktu itu pun menyebarkan agama islam dengan adu kesaktian pula….dan di antara tradisi mereka adalah apabila pemimpin mereka telah mengalah/kalah dan atau mengikuti sesuatu, maka rakyatpun akan mengikuti pemimpinnya.. maka terjadilah adu kesaktian, yang singkat cerita dimenangkan oleh para penyebar agama Islam….dan akhirnya mereka diberi izin untuk menyebarkan agama islam di daerah tersebut.
Banyak orang yang salah paham tentang arti kalimat tersebut, bahkan beberapa personil kesenian ini pun termasuk di antaranya. Mereka kurang lebih mengartikannya dengan “bermain api di mekkah” padahal kalau kita ingin menganalisis dari sair-siar tarian tersebut, maka kita akan menemukan makna yang sangat dalam yang terkait dengan penyebaran agama islam.Dan di antara syairnya adalah :
Pepe-pepeka ri makkah
Lanterayya ri madinah
Paromba sai
Natakabbere Dunia
artinya kurang lebih
Api di Mekah
Lentera/obor dari Madinah
Kobarkanlah
Sehingga dunia berkumandang takbir(membesarkan Allah)
Dari syair di atas dapat dipahami bahwa ajaran agama Islam dimulai berasal dari kota Makkah di mana Nabi Muhammad saw. dilahirkan kemudian beliau menyebarkannya selama kurang lebih 13 tahun lamanya . Beliau mendakwahkan kalimat LA ILAHA ILLALLAH yang berarti tiada tuhan selain Allah.Kota Makkah saat itu banyak dipenuhi oleh orang-orang yang musyrik yang menyembah berhala. setelah sekian lama Rasulullah saw berdakwah, namun hanya beberapa orang saja yang beriman /percaya dan membenarkan apa yang beliau bawa. Bahkan beliau dan pengikutnya mendapatkan perlakuan yang keji dan kejam dari penduduk setempat. dan kemudian beliau mendapat perintah HIJRAH/berpindah ke Madinah. di Kota tersebut barulah agama Islam berkembang dengan pesat setelah mereka penduduk madinah mengangkat rasulullah sebagai pemimpin mereka dalam hal agama dan pemerintahan.Maka MADINAH MENJADI SIMBOL WADAH ajaran agama Islam yang kemudian dalam syair tersebut di atas dilambangkan dengan OBORNYA dan inti ajaran yang membawa cahaya disimbolkan DENGAN API….JIKA KEDUANYA TELAH BERSATU MAKA SELURUH DUNIA AKAN TERDENGAR MENDENGUNGKAN KALIMAT TAKBIR…….. dan masih banyak lagi makna yang tersirat di dalamnya…di antaranya adalah API merupakan INTI, dalam ilmu tasauf merupakan lambang hakikat/makrifat,sedangkan OBORnya adalah lambang wadah yang melambangkan SYARIATNYA….keberhasilan akan terwujud jika SYARIAT DAN HAKIKATNYA DIPADUKAN bagaikan TUBUH DAN NYAWA.
Tarian ini berdasarkan adat kebiaasan dan sebagai Icon Budaya dikampung Paropo yang bersifat tradisional dan dimainkan pada saat menyambut pesta panen dalam acara Attontong Bulang (bulan purnama) dan Maudu’ Lompoa (peringatan Maulid Nabiyyullah Muhammad SAW). Karena perkembangan zaman, modernisasi dan kurangnya perhatian pemerintah setempat, tarian ini jarang dimainkan dan bahkan hampir punah, faktor utama dikarenakan minimnya alat musik yang digunakan dan rusak serta tidak adanya bantuan dana dari pemerintah setempat serta sumber daya manusia yang kini sulit untuk mau membudayakan tarian ini.
Sumber : http://laboratoriumukmseniumi.wordpress.com/2012/10/04/catatan-tentang-pepeka-ri-makka/
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...
Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...