Asal-usul Timbulnya Barong
Barong merupakan penjelmaan dari Banaspati Raja, salah satu bagian dari Kanda Empat Bhuta. Dari keempat bhuta kala ini, Banaspati Raja menjadi rajanya dari seluruh bhuta kala. Kanda Empat Bhuta itu meliputi Banaspati Raja, Anggapati, Mrajapati dan Banaspati. Keempat ini mempunyai tempat, bentuk dan arah tersendiri yaitu:
Tapel (Topeng) Barong
Bahan tapel barong diambi dari kuburan. Barong dikeramatkan merupakan perwujudan dari kekuatan yang ada di kuburan. Alam konsep dualistis, kuburan tempat dari bhuta kala dengan arah kelod (selatan), laut dan danau.
Tapel barong yang lumrahnya disebut dengan punggalan barong yang akan dikeramatkan, harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain:
Biasanya bahan yang dipakai untuk tapeladalah sejenis kayu dari pohon pole (Alastania Scholaris), yang tumbuh di kuburan. Pohon tersebut dianggap mudah mengundang setan, karena itu kalau ia tumbuh di pekarangan pohonnya akan ditebang. Dengan demikian pantaslah kalau pohon tersebut tumbuh di kuburan atau di hutan. Di samping memang tumbuhnya di kuburan, ada pula kepercayaan apabila bahan tapel itu berasal dari kuburan akan mempercepatproses pengkeramatannya. Alasan lain mengapa justru kayu pole sebagai bahan tapel adalah disebabkan karena kayu itu sangat kuat, tahan terhadap cuaca dan tahan serangan serangga serta sangat mudah diukir dan dipahat.
Bentuk Barong
Kalau kita perhatikan bentuk barong seolah-olah mencerminkan seekor binatang yang mengerikan karena muka yang menyeramkan dengan taringnya yang kelihatan. Dari bentuk ini tercermin bagaimana bhuta kala itu melakukan aksinya dalam menghadapi lawannya.
Upacara yang Dilakukan Berkenaan dengan Barong
upacara yang dipersembahkan kepada barong kebanyakan berbentuk korban dengan ditandai sarah mentah. Kalau kita perhatikan upacara-upacara untuk dewa-dewa atau Sang Hyang Widhi, maka hanya dapat disaksikan upacara yang berbentuk bunga-bunga yang berbau harum. Upacara berbentuk darah tidak dijumpai.
Tentunya dari pernyataan di atas menimbulkan pertanyaan, bahwa mengapa barong yang berbentuk bhuta kala digolongkan kebajikan dan disembah.
Hal ini dapat dilihat karena barong dipuja untuk dapat memberikan jasa kepada para penduduknya. Dengan jasa dan bantuan barong dalam mengusir bhuta kala sifat ini dijuluki kebajikan.
Fungsi dan keagamaan: barong mempunyai sifat keagamaan , seperti mempertebal keyakinan umat beragama serta dipercayai mempunyai kekuatan untuk melindungi umatnya dari wabah dan malapetaka. Agar barong benar-benar sakti dan dapat memenuhi harapan umatnya, ia memerlukan persyaratan keagamaan antara lain dengan bentuk upacara. Demikian juga pada saat barong melakukan aksinya dalam mengusir wabah dan bencana sebagai perantaraana adalah upacara agama.
Upacara-upacara tersebut adalah:
1. Upacara pengambilan bahan di tempat asal bahan-bahan tapel barong;
2. Upacara untuk membuat agar barong itu keramat , yaitu dengan jalan melakukan upacara penyucian yang disebut ngereh
3. Upacara untuk menjaga agar barong itu tetap keramat, dengan jalan mengadakan korban yang disebut nyambleh.
4. Upacara untuk mengusir wabah dan malapetaka denganjalan melakukan: (a) upacara ngelawang (memenjor), (b) upacara melancaran, (c) upacara ke laut, (d) upacara dengan memasang gebyog.
5. Upacara odalan yaitu upacara yang dilakukan di pura, barong setiapenam bulan, dalam rangka menyambut tahun baru.
Barong yang dapat dianggap mengusir wabah dan bencana tersebut di atas , harus dipercaya mempunyai kekuatan gaib. Menurut anggapan masyarakat, kekuatan gaib ini hanya ada pada barong yang keramat atau sakral yang ditempatkan di pura.
Dengan berkembangnya kepariwisataan di Bali, pertunjukan barong tidak lagi hanya terlihat pada peristiwa-peristiwa sosial dan keagamaan, melainkan dapat disaksikan setiap waktu sesuai dengan perjanjian ataupun jadwal pertunjukan untuk umum. Barong yang diperagakan atau ditempatkan di luar pura maka dianggap tidak keramat. Dengan demikian terdapat dua macam barong, yaitu barong yang sakral dan profan.
Pemuat di Youtube: heegtan
Sumber: Laporan Penelitian "Barong Ketet di Denjalan Masa Kini" oleh Dewa Putu Muka (1985)
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...