Sumber : Arsip Museum Provinsi Sumatera Utara
Jika kamu berkunjung ke Sumatera Utara maka sempatkan diri untuk mampir ke Toba Samosir khususny museum TB Silalahi Center. Toba Samosir – sebuah kabupaten – yang tidak hanya menyuguhkan danau toba yang indah tetapi juga banyak sejarah menarik. Pun kamu yang telah berdomisili di provinsi Sumatera Utara wajib untuk menjelajahi beragam tempat menarik di kota kamu. Agar kenal lebih dekat! Semakin mengenal tentulah semakin sayang, bukan?
Salah satu cara untuk mengenal salah satu kebudayaan dan suku yang ada di Sumatera Utara adalah dengan mengunjungi Museum T.B. Silalahi Center. Museum tersebut adalah museum pribadi yang diprakarsai oleh Dr. T. B. Silalahi. Museum ini memang inisiasi pribadi yang pastinya mengenalkan sosok seorang T. B. Silalahi. Namun, tak hanya itu saja, kamu pun dapat mengenal budaya Batak lebih jauh lagi! Penasaran dengan museum ini? Mari kita jelajah Museum T.B. Silalahi Center sekarang juga.
Sejarah Berdiri Museum Pribadi TB Silalahi Center
Sebagaimana sempat disinggung, museum Batak ini merupakan inisiatif dari salah satu orang Batak yang telah sukses dan cocok dijadikan panutan oleh generasi sekarang. T. B. Silalahi membangun sebuah wadah yang digunakan untuk memotivasi para anak muda maupun kaum tua untuk melihat pengalaman dan sejarah hidup seorang mantan anggota TNI. Letjen TNI (Purn) Dr. Tiopan Bernhard Silalahi adalah salah satu tokoh Batak yang dikenal oleh masyarakat. Museum tersebut dibangun di bawah yayasan sang purnawirawan. Berawal dari seorang anak dari pengembala kerbau kini T. B. Silalahi menjadi jenderal!
Perjalanan tersebutlah yang ingin ditunjukkan oleh T. B. Silalahi bagi generasi kini. Maka tak heran apabila di Museum T.B. Silalahi Center tersebut, kamu akan menemukan satu ruangan yang menampilkan beragam koleksi pribadi milik T. B. Silalahi. Makin penasaran? Yuk, mari kita jelajah lebih jauh Museum T.B. Silalahi Center tersebut.
Sebagai informasi, Museum T.B. Silalahi Center didirikan pad tanggal 7 Agustus 2006 dan kemudian diresmikan hampir dua tahun setelahnya, tepatnya 17 April 2008. Tujuan museum ini dibangun adalah untuk memelihara, mengembangkan serta meneliti kebudayaa Batak. Ditambah menampilkan sejarah perjalanan inisiator salah satu tokoh Batak yang juga inisiator museum ini, T. B. Silalahi.
Jelajah Museum yang Tak Hanya Tampilkan Koleksi Pribadi TB Silalahi
Meski dikategorikan sebagai museum pribadi, museum ini tidak hanya menampilkan sejarah kehidupan seorang T. B. Silalahi saja tetapi juga budaya Batak. Bahkan, beragam koleksi budaya Batak tersebut tidak hanya budaya Batak Toba saja. Perlu dicatat bahwa Batak memiliki sub-kategori lagi. Jadi, bukan hanya suku Batak Toba saja.
Nah, mari kita lihat satu per satu apa saja yang ada di Museum T.B. Silalahi Center. Gedung museum ini didesain modern yang terdiri dari tiga lantai. Meski modern, kamu akan banyak menemukan beragam ukiran khas Batak. Berikut bagian-bagian yang ada di museum tersebut:
Yap! Museum Batak adlah salah satu bangunan utama yang ada di T.B. Silalahi Centre. Ketika kamu memasuki kawasan tersebut, kamu akan disambut oleh gapura dengan hiasan berupa artefak kuno khas suku Batak.
Ada apa saja di Museum Batak? Di sini kamu dapat melihat sejarah peninggalan Batak, yaitu Batak Toba, Karo, Simalungun, Mandailing dan Angkola serta Pakpak. Ada beragam benda-benda bersejarah seperti pakaian, senjata dan miniatur rumah Batak. Semua bendar bersejarah tersebut ditampilkan berdasarkan keenam suku Batak. Kemudian, kamu pun dapat menyaksikan beragam nasehat dari leluhur Batak.
Oh ya, miniatur rumah Batak tersebut bahkan disusun menyerupai miniatur desa Batak zaman dulu. Keren! Beberapa komponen paling penting yang ada di perkampungan Batak atau Huta Batak tersebut, antara lain: kuburan batu, hariara, pohon bambu dan ulubalang. Tak ketinggalan, tiruan patung Gale-Gale yaitu patung anak lelaki yang menarikan tarian tor-tor Batak juga dipajang di antara semua miniatur lainnya.
Sumber :http://www.asosiasimuseumindonesia.org/provinsi-sumut/2-single-articles/29-museum-negeri-provinsi-sumatera-utara.html
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...