Tattoo Dusun
Hanya kaum prianya saja yang ditatu, designnya sangat sederhana terdiri atas sebuah garis selebar 2 inch = 5 cm yang melengkung dari bagian bahu dan bertemu di bagian perut, dari situ masing-maisng garis menyimpang kebagian panggul dan berhenti disitu; dari bagian bahu setiap garis mengalir ke bagian atas lengan, sedangkan pada bagian lengan bawah terdapat garis melintang dimana garis tersebut menunjukan jumlah kepala yang dipenggal, bentuk tatu ini ditemukan diantara Dayak Dusun yang ada di Idaan; Sedangkan menurut Withead orang Dusun yang tinggal dilereng gunung Kinabalu tatunya tidak lebih dari hanya garis pararel melintang pada bagian lengan bawah mirip seperti kaum Dusun yang ada di Idaan. Kaum wanita Dusun nampaknya tidak ditatu
Tattoo Murut
Orang-orang Murut yang ada di sepanjang Sungai Trusan bagian utara Serawak sangat sedikit mempraktekan budaya tatu; kaum laki-lakinya kadang memiliki pola gulungan kecil tepat diatas lututnya dan motive lingkaran sederhana di bagian dada; sedangkan kaum wanitanya memiliki motive garis halus dari bagian buku jari ke bagian siku. Sedangkan kaum Murut yang ada dibagian Sabah umumnya mempraktekan tatu; kaum prianya ditatu seperti kaum Dusun yaitu beruba 3 garis pararel yang mengalir dari bagian bahu ke bagian pergelangan tangan dan tidak ada garis melintang pada bagian lengan. Ada juga tatu 2 balok pada bagian belakangnya yang menandakan orang tersebut pernah melarikan diri ketika terjadi pertarungan dan menunjukan bagian belakangnya kepada musuhnya.
Gambaran Whithead mengenai seorang wanita Murut di bagian Sungai Lawas memiliki design tatu berupa garis zigzag yang melingkar pada bagian lengan. Sedangkan design kaum laki-lakinya berupa anjing berkaki tiga dengan kepala buaya, kaki yang satunya dibalik kebelakang seolah hendak mengaruk telinganya, namun tidak tidak diberikan infromasi pada bagian tubuh mana yang ditatu. Sedangkan menurut St. John kaum Murut di Sungai Adang dan dibagian Limbang mentatu bagian lengan dan kakinya namun tidak memberikan detail motivenya.
Tattoo Kelabit
Rumpun Dayak ini tinggal di bagian Limbang dan Sungai Baram, kaum Kelabit mirip dengan Murut naum mereka memiliki design tattoo yang berbeda. Kaum prianya ditatu namun sangat jarang sekali yaitu berupa garis putus-putus yang mengalir di bagian lengan. Sedangkan kaum wanitanya ditatu dengan design geometris yang mencolok. Pada bagian lengan ditatu 8 garis zigzag tebal selebar 1/8 inchi atau sekitar 0.3 cm, garis zigzag ini tidak sepenuhnya melingkari bagian lengan tetapi berhenti di bagian tengah dalam lengan (ulnaris). Pola garis ini disebut BETIK TISU – pola tangan. Pada kasus lain dibuat 2 garis melintang disebut TIPALANG, ada juga motive lain dimana garis ini ditatu sepanjang bagian tengah belakang pergelangan tangan dan dua belah ketupat ditatu di bagian metacarpal yang disebut TEPARAT ITU.
Bagian kakinya ditatu pada bagian belakang paha, pada bagian tulang kering kadang juga dibagian lutut. Design tatunya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
A= BETIK BUAH = Pola Buah
B = BETIK LAWA = Pola ranting
C = BETIK LULUD = Pola tulang kering
D = BETIK KARAWIN
E= UJAT BATU = Puncak bukit
F = BETIK KALANG
sumber: https://folksofdayak.wordpress.com/2014/03/07/tattoo-dayak-rumpun-dusun-murut-kelabit/
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...
Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...