Sutan Pangaduan adalah seorang putra mahkota di Kampung Dalam, Pariaman. Ia memiliki dua saudara tiri. Saudara tertuanya bernama Sutan Lembak Tuah yang memiliki ibu berasal dari rakyat biasa. Sedangkan saudara bungsunya bernama Puti Sari Makah, yang memiliki ibu keturunan Arab.Suatu ketika sang ayah pergi bersemayam ke Gunung Ledang meninggalkan istri dan anak-anaknya. Pada saat bersamaan, Rajo Unggeh Layang menculik ibu Sutan Pangaduan. Hal ini karena dendam masa lalu, saat cintanya ditolak mentah mentah oleh Puti Andam Dewi, ibu Sutan Pangaduan.Sang ayah tidak bisa diganggu dari persemayamannya. Kemudian naik tahta lah Sutan Lembak Tuah, sebagai anak tertua. Meskipun sebenarnya yang lebih berhak adalah Sutan Pangaduan, karena memang ialah putra mahkota kerajaan tersebut.
Sutan Pangaduan kemudian berkelana sambil menuntut ilmu ke kuala Pantai Cermin, kampung asal neneknya. Hal ini ia lakukan sesuai pesan Ayahnya yang ia terima melalui mimpi.Setelah ilmu dan kemampuan beladirinya dirasa cukup, kemudian Sutan Pangaduan pulang ke Kampung Dalam, rumahnya. Malang, ditengah perjalanan ia kena tipu, sehingga baju kebesarannya harus ia relakan. Jadilah ia datang ke Kampung Dalam dengan pakaian compang camping.Saat itu saudaranya, Sutan Lembak Tuah tidak mengenali Sutan Pangaduan yang mengaku-ngaku bersaudara. Kemudian teradilah perkelahian. Di tengah perkelahian barulah terbuka kebenaran tersebut. Kemudian Sutan Lembak Tuah menerima kembali saudaranya tersebut di istana.Sutan Pangaduan kemudian menyampaikan niatnya untuk membebaskan Puti Andam Dewi, ibunya, dari sekapan Rajo Unggeh Layang. Hal ini kemudian didukung oleh Sutan Lembak Tuah dan adik perempuannya Puti Sari Makah.
Singkat cerita, tiga saudara tersebut berhasil membebeaskan Puti Andam Dewi. Sebelum kembali, Sutan Pangaduan menyelematkan seorang perempuan, yang kemudian ia jadikan istri. Pernikahan Sutan Pangaduan tidak sepenuhnya didukung oleh ibu dan saudaranya. Karena perempuan yang ia selamatkan dan peristri itu adalah anak gadis Rajo Unggeh Layang. Benar saja, tak lama kemudian ibunya, Puti Andam Dewi kembali diculik akibat tipu daya dari istri Sutan Pangaduan. Kemudian Sutan Pangaduan dan dua sauranya kembali berangkat untuk menyelamatkan ibunya. Sayang, selama ini ia sudah termakan racun dari istrinya sehingga kesaktiannya banyak berkurang. Ketiga saudara tersebut dapat dikalahkan dengan mudah. Mereka dipenjarakan, sama dengan Puti AndamDewi.
Pada suatu malam purnama, terdengar petir yang sangat besar menggelegar. Hal ini menjadi pertanda bahwa putra Sutan Pangaduan sudah lahir. Anak laki-lakinya inilah yang kemudian dikisahkan menyelamatkan ayah, paman, bibi dan neneknya.
Sumber:
https://www.wonderfulminangkabau.com/kaba-sutan-pangaduan/
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...