Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kue Jawa Tengah Solo
Surabi Khas Solo
- 16 Agustus 2015

      serabi-solo-_130531181803-676.jpg

     Kue Surabi Khas Solo Notosuman yang rasanya nikmat pasti sudah pada kenal nih sama jajanan tradisional dari solo yang satu ini. Yah kue serabi solo notosuman memang terkenal dari dulu sampai sekarang. Kalau anda berkunjung ke solo tepatnya daerah notosuman, pasti banyak tuh yang menawarkan Kue Tradisional ini. Jangan lupa mampir untuk oleh-oleh keluarga dirumah ya.

      Resep Kue Surabi ini sebenarnya tidak terlalu sulit dan bunda-bunda bisa mencobanya sendiri dirumah. Nah berikut ini resep dan cara membuat Kue Surabi Solo Notosuman yang rasanya spesial dan super enak.

Bahan untuk membuat Kue Surabi Solo Notosuman :

  • ½ sendok teh soda kue
  • 1 butir kuning telur ayam
  • 100 cc air pandan
  • 250 gram gula cair
  • 500 gram tepung beras
  • 600 cc air matang
  • 750 ml santan kental matang
  • Topping sesuai dengan selera

Cara Membuat Kue Surabi Solo Notosuman :

  1. Pertama buat adonan dengan memasukkan tepung beras ke dalam tempat baskom, kemudian masukkan air sedikit demi sedikit, trus aduk hingga mengental.
  2. Setelah adonan tadi selesai masukkan soda kue dan gula cair ke dalamnya, aduk hingga merata, diamkan selama sekitar 45 menit. Campuran bahan-bahan ini adalah adonan utama.
  3. Selanjutnya siapkan cetakan serabinya, dan panaskan cetakan di atas api arang atau kompor, dan jangan lupa olesi permukaan cetakan dengan minyak goreng supaya tidak lengket.
  4. Bila adonan utama telah selesai didiamkan selama 45 menit, berarti adonan utama telah siap untuk digunakan sebagai bahan utama pembuat Serabi.
  5. Masukkan kira-kira 1 sendok sayur besar adonan kue sambil ditekan pada daerah tengahnya agar dapat menghasilkan bagian luar atau pinggiran yang tipis.
  6. Ketika adonan kue sudah setengah matang, tuangkan santan kental matang sebanyak 1 sendok sayur kecil, lalu tutup.
  7. Apabila Anda ingin memberikan topping pada Kue Serabi, buka penutup cetakan, lalu taburkan topping, tutup kembali cetakan. Tunggu hingga matang.
  8. Apabila pada bagian pinggiran kue yang tipis sudah berubah warna menjadi kecoklatan, itu menandakan bahwa Kue Serabi Notosuman sudah matang.
  9. Keluarkan dari cetakan, sajikan selagi masih hangat.

     Demikian Resep Kue Surabi Khas Solo, Jawa Tengah, Indonesia, semoga bermanfaat untuk anda dan selamat mencoba.

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
Mrs. Lidya's Serabi Notosuman
Toko Kue
Alamat: Jalan Muhammad Yamin No.28, Jayengan, Serengan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57152
Telepon: (0271) 651852

 

Sumber: http://www.food.blogbamz.com/2013/11/resep-dan-cara-membuat-kue-serabi-solo.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Kidung Lakbok
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Kidung Lakbok atau Wawacan Kidung Lakbok adalah karya sastra lama berbentuk wawacan yang berasal dari Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis. Naskah ini diterbitkan kembali dan disusun rapi oleh M. Karso Prawiraatmadja di Bandjar pada tanggal 31 Agustus 1956. Karya ini menyimpan nilai sejarah dan kearifan lokal masyarakat setempat. Dokumentasi digital dan data ini disusun serta disumbangkan oleh Henri Purwanto.

avatar
Henripurwanto
Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker