Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Jawa Tengah Purwosari, Kudus
Soto Kerbau Khas Kudus
- 1 September 2017

Daging kerbau memang menjadi salah satu ciri khas soto Kudus yang selalu ramai dikunjungi para pecinta kuliner unik ini. Tentu saja penggunaan daging kerbau yang hanya ada di Kudus memiliki sejarah yang panjang, bukan berarti daging yang lain seperti ayam dan sapi tidak diperbolehkan disantap. Khususnya untuk daging sapi sejarahnya sudah cukup lama diketahui. Sudah sejak 500 tahun yang lalu, kota Kudus yang kini berpenduduk mayoritas Muslim adalah alasan utama adanya soto kerbau. Jadi semasa itu masih banyak penganut agama Hindu yang ada d Kudus, dengan alasan untuk menghormati keyakinan agama Hindu yang menganggap sapi adalah hewan suci, maka umat Muslim memilih daging kerbau sebagai daging isian soto. Jadi alasan utama adalah masalah toleransi. Hal ini terjadi pada jaman Sunan Kudus mulai menyebarkan agama Islam dan Kudus yang juga memiliki julukan Kota Wali. 

Sejak saat itu kerbau lebih dipilih sebagai daging konsumsi hingga sekarang. Namun seiring berjalannya waktu, sekarang konsumsi daging sapi juga sudah lazim di kota Kudus. Selain soto kerbau, di Kudus juga ada makanan tradisional lain yang menggunakan daging kerbau yaitu Pindang Kerbau. Alasannya tentu saja sama dengan soto kerbau ini. Baik pindang maupun soto kerbau memiliki sejarah yang sama yaitu untuk menjaga toleransi pada masa 500 tahun yang lalu, dan itu bisa bertahan hingga saat ini, meskipun sudah sangat longgar pada saat sekarang ini.

 

Soto Kerbau yang hingga saat ini masih bertahan dan semakin eksis adalah soto kerbau Pak Ramidjan yang ada di jalan Kudus Jepara, atau legih tepatnya berada di desa Purwosari di kecamatan Kota, Kudus. Dalam satu porsi penyajian soto kerbau ini sudah termasuk nasi, potongan daging kerbau, mi putih, tauge, rajangan kol, kacang kedelai dan rajangan selederi sebagai taburan bersama bawang goreng. Untuk melengkapi sajian soto kerbau sudah pasti kaldu kerbau hasil rebusan tulang kerbau yang masih panas menggoda. Dalam membua kaldu kerbau ini dilengkapi dengan bumbu rempah khas Nusantara antara lain kemiri, kayu manis, cengkih dan juga perasan jeruk limau.

Ciri khas soto daging kerbau agar sobat tidak keliru dan tidak merasa ditipu adalah, dagingnya memiliki serat yang lebih besar serta harganya lebih mahal dari daging sapi, mungkin karena dirasa kurang umum. Selain iu dengan seratnya yang besar daging kerbau terkenal lebih alot dibanding daging sapi. 

Ciri yang lain dari soto kudus adalah memiliki kuah soto yang bening, tidak keruh karena tidak menggunakan santan. Kuah tersebut serasa sedikit berminyak dan sedikit berasa asam, hal ini karena penggunaan asam jawa untuk campuran bumbu kaldu.

 

RM/Toko yang Menyediakan:
 
Soto Kudus Blok M
Rumah Makan Indonesia
Alamat: Jalan Tebet Raya No.10, Tebet, RT.1/RW.2, Tebet Bar., Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12820
Telepon: (021) 8303491

 

http://dapurmoe.over-blog.com/2016/05/soto-kerbau-khas-kudus-kuliner-simbol-toleransi.html

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
PELARIAN MAJAPAHIT DI PACITAN
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

GELOMBANG EKSODUS I. Pelarian Di Pacitan Ketika panji-panji emas Majapahit tercabik oleh perang perebutan warisan dinasti, sejarah arus utama seolah menoleh ke arah lain. Yang tercatat kemudian hanyalah runtuhnya tiga pusat kekuasaan besar secara beruntun: Wilwatikta-Trowulan yang ambruk pada 1478 M, Kediri di bawah Girindrawardhana yang tumbang dua dasawarsa kemudian, serta: Lenyapnya benteng pertahanan terakhir Patih Mahodara pada 1527 M. Di balik kronik pergantian rezim itu, tersimpan kisah lain yang jauh lebih megah dan tragis: kisah manusia-manusia yang terseret arus perubahan kekuasaan baru, Demak Bintoro. Seusai kemenangan Ranawijaya atas kubu Bhre Kertabhumi, muncul kebutuhan mendesak untuk membangun dasar legitimasi baru. Upaya itu dijalankan melalui jejaring brahmana, penetapan tanah-tanah sima yang dibebaskan dari kewajiban pajak, penguatan tradisi Buddha-Siwa, serta pembentukan identitas Keling yang berpusat di Daha. Dalam pandangan para pendukungnya, ide...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT II (Keling Daha Kediri)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Senjakala Majapahit-Daha II. Patih Udara/Mahodara Berkuasa (1498 M) A. Krisis Demi mempertahankan kekuasaan di tengah impitan ekonomi dan bayang-bayang kehancuran, Ranawijaya memperlakukan rakyat kecil pedalaman sebagai sapi perah guna mendanai prajurit yang butuh logistik besar menghadapi kelompok pembangkang yang mulai tumbuh kembali. Pembangunan Kedaton baru beserta sistem pertahanan militer di Daha dalam waktu delapan tahun membawa kesengsaraan yang luar biasa bagi kaum tani di sepanjang aliran Sungai Brantas yang subur. Dinasti Girindrawardhana memberlakukan sistem kerja paksa, yang dikenal sebagai kerja gaga, secara militeristik demi mendirikan kompleks istana bata merah yang megah serta jaringan perbentengan baru. Di sisi lain, ribuan petani dipaksa meletakkan bajak dan cangkul mereka untuk mengangkut batu kapur dari perbukitan selatan, menebang pohon jati di belantara, serta mencetak jutaan bata merah untuk dinding pertahanan. Kesengsaraan ini kian mencekik...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
SENJAKALA MAJAPAHIT I (Brawijaya V - Trowulan)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

SENJAKALA MAJAPAHIT I (1478 M) > Senjakala Majapahit bukanlah sebuah cerita tentang kelanjutan kemaharajaan yang tenang di bawah asuhan para resi yang bijaksana. Sebaliknya, ia merupakan sebuah panggung sejarah yang rapuh, berdarah, dan diperebutkan oleh kelompok-kelompok politik yang haus akan pengakuan kekuasaan. Demi melunasi dendam masa lalu, menegakkan kehormatan keluarga, dan mengejar ego dinasti, faksi-faksi pemberontak ini tanpa sadar telah memeras keringat rakyat, merampas hak atas tanah perdikan, dan mengirim ribuan rakyat jelata (kawula) Jawa ke lubang kematian yang sia-sia. I. Senjakala Pertama Majapahit Trowulan (1478 M) A. Pemberontakan Ranawijaya (Keling-Daha) Brawijaya IV saat bertakhta sebagai Maharaja Majapahit bergelar Sri Adi Suraprabhawa Singhawikramawardhana Singhawikramawardhana terpaksa mundur ke basis pertahanan keluarganya di Kediri. Setelah terusir dari Trowulan oleh kudeta Bhre Kertabhumi (Brawijaya V) pada tahun 1468 M, Brawijaya IV menyelamat...

avatar
Kangnurofficial
Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker