Makanan Minuman
Makanan Minuman
Kuliner Khas Kalimantan Selatan Banjarmasin
Sop Mutiara
- 8 Desember 2017

Sop Mutiara merupakan salah satu menu makanan yang selalu hadir ketika Hari Raya Imlek dan merupakan makanan khas yang berasal dari orang-orang peranakan Tionghoa. Sop Mutiara adalah makanan khas masyarakat Tionghoa di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Makanan ini biasanya akan disajikan disetiap acara-acara besar Tionghoa, seperti pernikahan, ulang tahun dan lain sebagainya. Awal mulanya masakan ini berasal dari daratan tiongkok yang kemudian dibawa oleh orang Tionghoa yang masuk ke Pulau Kalimantan dan mengalami akulturasi dengan makanan khas Kalimantan. Sop Mutiara terdiri dari bakso berukuran kecil-kecil seperti mutiara sebagai bahan utama pembuatannya, tak heran jika sop ini dinamakan Sop Mutiara. Bakso mutiara ini berasal dari daging ayam yang digiling, dicampur dengan kentang, bawang putih yang dihaluskan dan rasa susu atau manis yang menonjol karena ditambahkan susu bubuk. Teksturnya halus dan lembut, tapi nggak selembut bakso ikan. Berikut merupakan resep cara pembuatan Sop Mutiara ini, antara lain:

 

Bahan Bakso Mutiara :

 

200 gram daging ayam giling / dada yang dihaluskan

1 sachet susu bubuk Dancow full cream

1 buah kentang berukuran sedang dikukus sampe mateng

1/2 sdt gula

1/2 sdt garam

1 kuning telur

3 siung bawang putih yang dihaluskan

1 sdm mentega

 

Bahan Kuah Sup :

 

3000 ml air kaldu ayam yang didapat dari rebusan ayam kampung (atau ukuran gampangnya satu panci ukuran sedang)

4 siung bawang putih yang dihaluskan

5 siung bawang merah yang dihaluskan

1/4 biji pala

1-2 batang daun bawang

1 tangkai daun seledri atau secukupnya

1,5 sdm garam

2 sdm gula

 

Cara Membuat :

 

1. Campurkan kentang yang sudah dihaluskan dengan dading ayam cincang, gula, garam, susu, bawang putih, mentega dan kuning telur.

2. Aduk hingga rata dan kalis, hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam membentuk butiran bakso mutiara. Jangan lupa dicicipi untuk koreksi rasa pada tahap ini. Setelah tercampur dengan sempurna, adonan bisa langsung dibuat bakso.

4. Masukkan bakso mutiara ke dalam air kaldu ayam yang mendidih. Kalau bakso sudah mengambang berarti bakso telah matang. Angkat dan sisihkan.

5. Tumis bawang merah, putih dan pala yang sudah dihaluskan menggunakan mentega. Tumis sampai wanginya keluar. Tambahkan gula dan garam.

6. Panaskan kembali air kaldu dan bakso, Tambahkan kacang polong, setelah mendidih, tambahkan potongan wortel. Setelah mendidih, tambahkan potongan sosis. Setelah mendidih, tambahkan susu evaporated. Aduk hingga rata lalu biarkan hingga mendidih dan semua bahan matang dengan sempurna, lalu matikan api. Tambahkan daun seledri cincang dan bawang merah goreng.

7. Sajikan Sop Mutiara.

 

 

Sumber: heplinclara.com

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah