Silek Harimau Minangkabau merupakan warisan ilmu beladiri dari tanah minangkabau yang mulai terancam punah, karena tak begitu banyak orang yang menguasainya. Bahkan oleh orang minang sekalipun. Guru besar silat ini ialah Edwel Yusri Datuk Rajo Gampo Alam, yang sampai saat ini terus mengajar dan menyebarkan ilmu beladiri ini di Indonesia hingga sampai ke mancanegara.
Sesuai dengan filosofi dan gerak yang diadaptasi dari harimau/inyiak, mungkin bagi orang yang baru sekali melihat aplikasi pertarungan dari silat ini akan menilai "terlalu sadis". Hal ini dapat dimaklumi, karena memang pada awalnya dulu silat ini hanya digunakan untuk berperang dan tak jarang digunakan oleh para pengawal raja-raja dahulu. Selain itu, merupakan silat klasik dengan gerakan yang sangat indah. Namun dibalik keindahan geraknya, tersembunyi serangan-serangan mematikan, yang ditujukan untuk melumpuhkan lawan dan membunuh lawan dengan sangat cepat.
Kuncian dan tangkapan memang menjadi ciri khas Silat Harimau. Melumpuhkan lawan lebih kerap dilakukan dengan menangkap serta mengunci tangan, kaki, atau leher lawan. Umumnya, kuncian dilakukan sambil membawa lawan ke tanah. Kuncian itu akan sangat menyakitkan terhadap lawan yang rebah dan membuatnya tidak berkutik. Bila aliran silat lain bertarung dengan berdiri, Silat Harimau juga memiliki aplikasi teknik bertarung di bawah, seperti harimau yang bergumul dengan lawannya di tanah. Manakala bertarung berdiri, Silat Harimau memiliki teknik akrobatik dan beragam, termasuk menyerang dengan lutut sambil menaiki tubuh musuh, serta teknik-teknik lainnya yang justru kerap diaplikasikan dalam teknik beladiri asing. Tak mengherankan jika aplikasi jurus-jurus Silat Harimau tak hanya efektif dan mematikan, tapi juga indah dan enak dilihat. Karakter lainnya dari Silat Harimau adalah tak ada pukulan dengan tinju, tapi dengan pukulan cakar dengan telapak tangan terbuka. Cakar ini diarahkan ke muka, leher, dan kemaluan lawan. Bentuk tangan terbuka ini juga efektif untuk menangkap dan mengunci anggota tubuh lawan. Senjata khas dari silat ini ialah Kerambit/Kuarambiak yang juga diadaptasi dari bentuk kuku harimau.
Dan tujuan berlatih Silat Harimau ini bukanlah untuk sport apalagi lifestyle, tapi untuk bertahan hidup (survival) di segala situasi dan kondisi, seperti pada tujuan awal penciptaannya. Namun begitu, tujuan utama dari pelatihan silat Harimau adalah pembinaan moral dan mental, kekeluargaan dan silaturahmi. Jadi walaupun kita berlatih dengan keras, tapi hati kita tetaplah harus menjadi hati yang lembut dan penuh keikhlasan. Dan jiwa kita haruslah menjadi jiwa yang mandiri, berguna bagi orang lain, agama, bangsa dan negara.
Alfath Aldo 19918178
OSKMITB2018
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...