Pakaian Tradisional
Tata Rambut
Kalimantan Barat
Kab. Ketapang
Sanggul Dendeng - Ketapang - Kalimantan Barat - Tata Rambut
Salah satu sanggul dari daerah Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Ketapang adalah sanggul dendeng atau biasa juga disebut sanggul lipat pandan. Kata dendeng berarti ‘terpampang’. Asal-usul sanggul ini hingga sekarang belum jelas. Bentuknya mirip dengan bentuk sanggul yang dikenakan oleh wanita Dayak yang beragama Islam. Informasi dari para tetua, bahwa dahulu kala di daerah Kabupaten Ketapang ada keturunan raja-raja yang cukup disegani dan terkenal, yaitu keturunan Panembahan Muhammad Saunan.
Sekitar tahun 1930-an keturunan terakhir Panembahan ini masih menggunakan sanggul dendeng. Pada masa itu sanggul dendeng hanya dipakai pada upacara-upacara tertentu, misalnya upacara pengantin haid, yaitu upacara bagi seorang gadis keturunan raja atau Panembahan yang baru pertama kali mendapat haid yang kemudian langsung dijodohkan atau dinikahkan. Akan tetapi, upacara adat seperti ini sudah sangat sulit ditemukan di daerah Kabupaten Ketapang sekarang ini.
- alat dan bahan
a) sisir sasak
b) sisir penghalus
c) jepit bebek besi
d) jepit hitam
e) harnal baja
f) harnal halus
g) karet gelang
h) hair net
i) hair spray
j) cemara rambut 90-100 cm
- Cara membentuk sanggul
Untuk membentuk sanggul dendeng diperlukan rambut yang panjang. Bagi wanita yang berambut pendek sanggul dendeng dapat dibentuk dengan mempergunakan cemara, yang panjangnya kurang lebih 80 cm.
Langkah-langkah membentuk sanggul adalah:
-
Cara memasang cemara adalah rambut asli disisir rapi ke belakang, lalu diikat menjadi satu yang tempatnya kira-kira di atas pusat kepala. Cemara disatukan denganrambut asli, lalu dibuat tekukan yang agak lonjong ke atas kiri, kemudian ditekukkan lagi ke arah kanan hingga berbentuk pita.
-
Sisa ujung cemara dilipat ke arah tengah dengan cara memasukkannya ke kiri dan ke kanan, kemudian diikat dengan kuat, sepeti gambar berikut.
Akhirnya, rambut itu akan berbentuk pita dan sekaligus akan berbentuk lubang dibagian kanan dan kirinya; letak sanggul tegak,tidak rebah atau tidur.
- Hiasan sanggul. Agar sanggul terlihat cantik dan indah perlu diberi hiasan sebagai berikut:
-
Pada lubang sanggul kanan dan kiri diletakkan mogam, yaitu sejenis daun pandan yang dipotong secukupnya dan bagian tengahnya dilipat memanjang, lalu dijahitkan (ditempel) bunga melati disekeliling pinggir daun pandan itu. Mogam itu sebanyak 4 buah dan diletakkan dibagian depan, belakang dan kiri kanan lubang sanggul.
-
Di tengah sanggul bagian belakang diletakkan rangkaian bunga melati sebanyak 7 rangkai.
-
Pada sanggul disematkan bunga goyang Kalimantan, yang terdiri dari 3 buah bunga tertai bertingkat 3 atau 5 buah bunga goyang.
Sumber:
http://alifesoflat.blogspot.co.id/2016/10/macam-macam-sanggul-daerah.html