×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Rumah Tradisional

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

Papua Barat

Asal Daerah

Anjungan

Rumah Kariwari

Tanggal 03 Aug 2014 oleh Meta Indriyani Kurniasari.

 Rumah kariwari di Anjungan Papua terdiri atas dua lantai dan seluruhnya digunakan sebagai tempat pameran dan peragaan aspek budaya Papua, antara lain foto-foto berukuran besar, berbagai bentuk patung Asmat, panah beracun, perahu semang, kerang sebagai mata uang, pakaian perang dan pakaian upacara kepala suku, koteka, serta patung yang memeragakan upacara adat pembuatan tato di punggung seorang anak laki-laki yang menginjak dewasa.
Pameran dilengkapi dengan awetan berbagai satwa, misalnya kus-kus, kanguru, berbagai jenis buaya, burung dara bermahkota, ular berkaki empat atau kadal lidah biru, dan burung cenderawasih.
Seluruh ruang kariwari diberi ragam hias berupa lukisan, ukiran, serta patung. Benda-benda seperti tengkorak dan rahang babi, kanguru, punggung penyu, taring babi, busur dan anak panah, gelang-gelang rotan, dan tor (kayu besar berukir pemukul lesung pada waktu menari) diletakkan dengan cara digantung menghiasi ruang pameran. Patung-patung melambangkan nenek moyang dan sekaligus sebagai alat untuk mendatangkan roh nenek moyang pada waktu upacara pemujaan. Adapun ukiran serta lukisan selalu berhubungan dengan kepercayaan, cerita, dan mitos tentang asal mula penduduk Papua.
Di depan kariwari terdapat sebidang para-para dari kayu bulat, digunakan untuk rapat atau pertemuan dan pesta adat, yang di anjungan ini digunakan sebagai panggung pementasan seni tari dan musik serta duakali dalam seminggu digunakan latihan sanggar tari yang terbuka untuk umum. Di sini pula terdapat seniman Asmat memeragakan pembuatan patung mbis. Pengunjung dapat belajar membuat ukiran Asmat, sekaligus menimba pengalaman yang amat langka. Siapa tahu hasilnya bagus sehingga bisa dibawa pulang untuk oleh-oleh.
Bangunan lain adalah sili, yakni pemukiman suku Dani di lembah Baliem, pedalaman Papua; terdiri atas honay, yakni rumah beratap bulat seperti jamur untuk laki-laki, ebei honay untuk wanita, dan wanay honay untuk babi. Bangunan ini terdiri atas dua lantai: di bawah untuk makan, memasak, dan kegiatan sehari-hari, sedang di atas untuk tidur.

DISKUSI


TERBARU


hapus

Oleh Sagiri | 08 Apr 2022.
-

Tidak ada keterangan.

Burger Pinggir...

Oleh Makandong | 15 Feb 2022.
Makanan

Usaha burger merupakan salah satu pilihan terbaik untuk anda yang ingin menjalankan usaha kekinian & ramai pembeli. Untuk memulai bisnis burger...

Ragi Hotang, La...

Oleh Wulan | 14 Feb 2022.
Kain Tenun

Ragi hotang merupakan perlambang perikatan dari dua insan yang memasuki jenjang pernikahan. Hotang artinya adalah rotan, di mana jaman dahulu rotan a...

Ragi Hotang, La...

Oleh Wulan | 14 Feb 2022.
Kain Tenun

Ragi hotang merupakan perlambang perikatan dari dua insan yang memasuki jenjang pernikahan. Hotang artinya adalah rotan, di mana jaman dahulu rotan a...

Ragi Idup, Taru...

Oleh Wulan | 14 Feb 2022.
Kain Tenun

Ragi idup sering diberikan sebagai simbol doa restu, pengharapan bagi penerima memperoleh kebahagiaan dalam kehidupannya terutama berketurunan banyak...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritual...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dala...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pend...

Ukiran Gorga Si...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...