Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Kalimantan Barat Singkawang
Roti Canai - Singkawang - Kalbar
- 10 Februari 2018
Roti canai atau ada juga yang menyebutnya dengan nama roti prata dan roti cane ini merupakan salah satu jenis roti khas dari negara India. Bahkan hingga saat ini roti canai masih menjadi makanan penting bagi masyarakat India bagian utara. Tetapi walaupun roti caai berasal dari India, tetap banyak masyarakat Singkawang yang menyukai roti canai. Roti canai ini dibuat dari tepung gandum dan menjadi makanan pokok sehari – hari. Tekstur dan bentuk dari roti canai ini mirip dengan kulit martabak telur.
 
Namun untuk membuat roti canai tidaklah serumit membuat martabak telur, adonan yang telah ditipiskan cukup dilipat dan digoreng hingga matang. Namun dengan seiring berkembangnya jaman, roti canai tidak lagi hanya ada di negara India saja, melainkan sudah tersebar hingga ke seluruh penjuru negara di dunia. Banyak warga non India yang suka sekali menyantap roti canai, karena kelezatannya yang unik.

Bahan – bahan yang dibutuhkan :

  • 270 ml Air
  • 4 sendok makan Susu kental manis
  • 1.5 sendok makan Minyak goreng
  • 1 sendok teh Garam
  • 1/2 sendok makan Gula pasir
  • 1 butir Telur ayam
  • 500 gram Tepung terigu protein sedang
Bahan tambahan :
  • Mentega atau margarine (dilelehkan) atau minyak goreng

Bahan – bahan pelengkap :
  • Rajangan daun bawang secukupnya
  • Kari sayuran atau daging
Cara membuat roti canai yang lezat dan homemade :
  1. Mula – mula menyiapkan mangkuk, masukkan semua bahan utama yang dibutuhkan, aduk hingga merata.
  2. Lalu siapkan mangkuk besar, tuangkan tepung di dalamnya, tuangkan adonan sebelumnya di tengah tepung, aduk rata.
  3. Aduk semua bahan tadi dengan mikser berkecepatan rendah hingga tercampur sempurna.
  4. Lalu tutup permukaan mangkuk dengan kain atau plastic wrap, diamkan adonan selama minimal 20 menit.
  5. Kemudian uleni adonan selama 10 menit dan diamkan kembali selama 5 menit.
  6. Ulangi proses tersebut beberapa kali hingga adonan menjadi lembut.
  7. Bagi adonan menjadi 6 bagian dan bentuk bulat, olesi permukaan adonan dengan minyak goreng dan letakkan masing – masing bulatan di dalam loyang muffin.
  8. Tutup permukaan loyang muffin berisi adonan dengan plastic wrap, diamkan adonan minimal 8 jam atau selama satu malam di suhu ruang.
  9. Jika sudah, ambil sebuah adonan dan letakkan di meja dapur, tekan – tekan adonan dengan telapak tangan, lebarkan, tipiskan selebar dan setipis mungkin.
  10. Kemudian olesi permukaan adonan dengan mentega cair hingga rata dan taburi dengan rajangan daun bawang, lipat adonan menjadi bentuk segiempat.
  11. Lalu goreng adonan roti canai di dalam minyak goreng panas hingga matang. Angkat dan tiriskan.
  12. letakkan roti canai di atas piring saji dan sudah siap dihidangkan lengkap bersama dengan kari sayuran atau daging.

 

Sumber : http://nurhayatiseputarkuekhassingkawang.blogspot.co.id/2017/02/20-kue-khas-singkawang.html

 

Lokasi penjual:
Roti Cane Bang Land
Alamat: Jl. Jendral Urip, Tengah, Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
Telepon: +62 852-4949-1468

 

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUTING-HUTING
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...

avatar
Hokker
Gambar Entri
SALE-SALEAN
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Di rumah adat Batak tradisional, terdapat sebuah bagian penting yang disebut Sale-salean. Sale-salean merupakan rak atau ukiran berbentuk segi empat yang digantung di atas tungku perapian (tataring). Fungsinya sangat praktis sekaligus mencerminkan kearifan leluhur dalam memanfaatkan ruang di dalam rumah. Di tempat inilah masyarakat Batak dahulu mengeringkan ikan, daging, hasil pertanian, hingga kayu bakar. Asap dari tungku yang terus menyala membantu proses pengeringan sekaligus membuat bahan makanan lebih awet untuk disimpan. Bagi masyarakat Batak masa lalu, dapur bukan sekadar tempat memasak. Dapur adalah pusat kehidupan keluarga, tempat berkumpul, berbagi cerita, dan menjaga persediaan pangan. Sale-salean menjadi bukti bahwa arsitektur tradisional Batak dibangun berdasarkan pengalaman, kebutuhan hidup, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan budaya tidak selalu berupa benda mewah. Kadang ia hadir dalam benda sederhana yang menjadi bagian dari kehidu...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Eksplorasi Seni Ornamen Rumah Gadang: Simbolisme dan Warisan Budaya Minangkabau Identitas dan Asal-Usul Seni ornamen Rumah Gadang merupakan manifestasi kebudayaan masyarakat Minangkabau yang berfungsi sebagai media penyampaian nilai-nilai filosofis dan tradisi leluhur [S1]. Ornamen ini bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan representasi mendalam dari cara hidup dan pandangan dunia suku Minangkabau yang diwariskan secara turun-temurun [S1]. Keberadaannya menjadi jendela utama untuk memahami kekayaan warisan budaya yang melekat pada arsitektur tradisional di wilayah Sumatera Barat [S1]. Secara konseptual, eksplorasi terhadap seni ornamen ini merupakan upaya penyelidikan dan penemuan pengetahuan baru mengenai simbolisme yang terkandung di dalamnya [S2], [S5]. Kegiatan eksplorasi dalam konteks budaya ini melibatkan proses penjelajahan lapangan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bentuk, makna, dan fungsi ornamen tersebut dalam kehidupan masyarakat [S4], [S...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat dari Jawa Tengah: Kisah Timun Mas Lead Kisah Di balik rimbunnya hutan Jawa Tengah, tersimpan sebuah narasi tentang keberanian yang melampaui usia. Kisah ini berpusat pada sosok gadis kecil bernama Timun Mas, yang namanya kini tak hanya dikenal sebagai tokoh dalam buku cerita anak-anak, tetapi telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Indonesia [S2], [S3]. Ia bukan sekadar karakter fiktif, melainkan simbol perjuangan yang gigih melawan ancaman raksasa yang hendak merenggut kebebasannya [S3], [S4]. Sebagai bagian dari kekayaan tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun, legenda ini memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu [S1], [S2]. Di wilayah Jawa Tengah, cerita ini sering pula disebut dengan nama Mentimun Emas, sebuah variasi penamaan yang menunjukkan betapa luasnya penyebaran kisah ini dalam berbagai versi di tengah masyarakat [S2], [S5], [S5]. Keberadaannya yang populer membuktikan bahwa narasi tradisional ini tetap hidup dan relevan, bahkan h...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Keris Jawa: Lebih dari Sekadar Senjata, Simbol Budaya dan Pusaka Identitas dan Asal-Usul Keris merupakan pusaka masyarakat Jawa yang memiliki bentuk khas dan makna filosofis mendalam [S1]. Senjata tradisional ini diakui sebagai simbol budaya Nusantara dengan nilai sejarah, seni, dan filosofi yang tinggi [S3]. Keris Jawa secara spesifik merupakan salah satu simbol budaya yang sangat penting dalam sejarah dan tradisi Jawa [S2, S7]. Pengakuan UNESCO terhadap keris sebagai warisan dunia menegaskan statusnya yang berasal dari zaman logam [S4]. Secara historis, keris tidak hanya berfungsi sebagai senjata tradisional untuk peperangan [S2, C2], tetapi juga sebagai benda pusaka warisan nenek moyang [C3]. Lebih dari itu, keris juga menjadi simbol spiritual, status sosial, dan warisan keluarga [C12]. Keris Jawa sendiri memiliki banyak jenis dengan fungsi dan makna yang berbeda, mencerminkan kekayaan tradisi yang menyertainya [C8]. Keberadaannya juga meluas sebagai alat perlengkapan dalam b...

avatar
Kianasarayu