Lokan yaitu sejenis kerang yang hampir mirip dengan kerang tiram tetapi cangkangnya memiliki warna yang lebih hitam dan ukurannya lebih besar. Lokasi pencarian lokan adalah di muara sungai yang berlumpur. Di Paiman kita dapat menjumpai habitat lokan di muara sungai Indrapura sementara di Pariaman, Lokan banyak berada di Desa Tiku, Kabupaten Pariaman, Padang.
Lokasi pencarian lokan adalah di muara sungai yang berlumpur. Kalo di Paiman biasanya habitat lokan di muara sungai Indrapura dan kalo di Pariaman, Lokan banyak berada di Desa Tiku, Kabupaten Pariaman, Padang. Karena banyaknya Lokan yang bisa ditemuin di Desa Tiku, sampe-sampe Lokan disebut juga dengan lokan tiku oleh masyarakat Sumatera Barat. Wihh! - See more at: http://nutrisiuntukbangsa.org/rendang-lokan-si-kenyal-berbumbu-yang-kaya-protein/#sthash.GKktinEW.dpuf
Usut punya usut, ternyata nyari Lokan itu gak semudah nyari kerang lain loh guys. Meskipun jumlahnya banyak tapi untuk menjaringnya harus nyelam sampe kedalaman 10 meter dan resikonya juga besar karena muara sungai terkenal menjadi tempat mangkalnya buaya muara. Jadi harus penyelam professional yang boleh memanen lokan. Gak heran harganya lumayan, Rp 140.000/ kg, tapi kalo kalian mau ngambil sendiri lokannya bisa dikurangin kok harganya hahaha.
Kenapa sih rendang lokan itu lebih sehat dari rendang daging? Ya karena rendang lokan terbuat dari lokan. Seperti yang kita ketahui, kerang merupakan sumber protein hewani yang lengkap. Mengandung semua jenis asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat dibuat di dalam tubuh, sehingga mutlak harus berasal dari makanan. Hal terpenting yang berkaitan dengan protein adalah kemampuannya untuk dicerna dan diserap tubuh setelah dikonsumsi. Hebatnya kemampuan tubuh mencerna protein kerang adalah sekitar 85-95 persen. Hal ini berarti kerang dapat digunakan sebagai sumber protein yang baik bagi semua kelompok usia.
Kerang juga kaya akan vitamin larut lemak (A, D, E, dan K), serta vitamin larut air (B1, B2, B6, B12, dan niasin). Selain itu, kerang merupakan sumber utama mineral yang dibutuhkan tubuh, seperti iodium (I), besi (Fe), seng (Zn), selenium (Se), kalsium (Ca), fosfor (P), kalium (K), flour (F), dan lain-lain. Kerennya, mineral dari makanan laut lebih mudah diserap tubuh daripada kacang-kacangan dan serealia (padi-padian). Selain protein, asam amino, vitamin, dan mineral, kerang juga rendah lemak gak seperti rendang daging sapi yang dapat mencapai 13,9 gr per 100 gr, kerang Cuma mengandung 1,1 gr per 100 gr. Di bawah sini ada gambar lokan sebelum di rending dan yang udah di rending ya, cekidot guys.
Lokan sebelum direndang
Lokan setelah direndang
Cara mengolah lokan untuk dijadikan rendang, awalnya cangkang dipisahkan dengan isinya. lalu setelah itu, kira-kira 10 lokan ditusuk dengan jarum yang telah diberi tali. Nah di proses ini bentuknya mirip dengan gelang pengikat rambut. Untuk memasak rendang lokan tidak membutuhkan waktu yang lama layaknya rendang daging. Lokan dimasukkan saat minyaknya telah keluar dan berubah menjadi kalio. Untuk rasanya, katanya sih kenyal-kenyal khas kerang dengan bumbu rendang yang rancak bana top markotop. Jadi pingin nyoba hiks.
Wah komplit banget ya Rendang Lokan ini udah enak, bergizi, pedas, nyam-nyam maknyus, menggugah selera, dan rendah lemak. Gak heran deh makanya menjadi makanan khas Pesisir Selatan Sumatera Barat.
Alamat dan Kontak Penjual:
Rumah Makan Fuja
Jl. Samudera No.24, Purus, Padang Bar., Kota Padang, Sumatera Barat 25115
0813-7836-1231
sumber: http://nutrisiuntukbangsa.org/rendang-lokan-si-kenyal-berbumbu-yang-kaya-protein/
Siapa sih yang belum pernah makan rendang? Kayanya hampir seluruh warga Indonesia dari anak kecil sampe nenek-nenek udah pernah makan rendang deh. Yes, of course, faktanya emang makanan khas Sumatera Barat ini jadi makanan favorit kebanyakan masyarakat pribumi. Selain karena rasanya enak, banyak bumbunya, pedas-pedas menggigit gimana gituh, harganya juga pas dikantong. Tapi karena terbuat dari daging, rendang kadang jadi kekhawatiran numero uno buat para mbak-mbak, khususnya yang lagi diet. Ya kaan?
Nah jangan khawatir sekarang ada rendang lokan yang dijamin lemaknya ga sebanyak daging sapi. Sebelumnya udah pada tau lokan itu apa? Pasti banyak yang belum tau kan? Pastinya lokan itu bukan nama ikan ya (red: ikan lok(h)an). Lokan itu sejenis kerang, sebangsa sama kerang ijo dan tiram, tapi cangkangnya agak besar, kehitaman, dan rasanya gak seenak tiram.(yaiyalah tiram lebih mahal juga harganya -__-) Lokan banyak ditemukan di Pesisir Selatan Sumatera Barat seperti di Painan dan Pariaman.
Lokasi pencarian lokan adalah di muara sungai yang berlumpur. Kalo di Paiman biasanya habitat lokan di muara sungai Indrapura dan kalo di Pariaman, Lokan banyak berada di Desa Tiku, Kabupaten Pariaman, Padang. Karena banyaknya Lokan yang bisa ditemuin di Desa Tiku, sampe-sampe Lokan disebut juga dengan lokan tiku oleh masyarakat Sumatera Barat. Wihh!
Usut punya usut, ternyata nyari Lokan itu gak semudah nyari kerang lain loh guys. Meskipun jumlahnya banyak tapi untuk menjaringnya harus nyelam sampe kedalaman 10 meter dan resikonya juga besar karena muara sungai terkenal menjadi tempat mangkalnya buaya muara. Jadi harus penyelam professional yang boleh memanen lokan. Gak heran harganya lumayan, Rp 140.000/ kg, tapi kalo kalian mau ngambil sendiri lokannya bisa dikurangin kok harganya hahaha.
Kenapa sih rendang lokan itu lebih sehat dari rendang daging? Ya karena rendang lokan terbuat dari lokan. Seperti yang kita ketahui, kerang merupakan sumber protein hewani yang lengkap. Mengandung semua jenis asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat dibuat di dalam tubuh, sehingga mutlak harus berasal dari makanan. Hal terpenting yang berkaitan dengan protein adalah kemampuannya untuk dicerna dan diserap tubuh setelah dikonsumsi. Hebatnya kemampuan tubuh mencerna protein kerang adalah sekitar 85-95 persen. Hal ini berarti kerang dapat digunakan sebagai sumber protein yang baik bagi semua kelompok usia.
Kerang juga kaya akan vitamin larut lemak (A, D, E, dan K), serta vitamin larut air (B1, B2, B6, B12, dan niasin). Selain itu, kerang merupakan sumber utama mineral yang dibutuhkan tubuh, seperti iodium (I), besi (Fe), seng (Zn), selenium (Se), kalsium (Ca), fosfor (P), kalium (K), flour (F), dan lain-lain. Kerennya, mineral dari makanan laut lebih mudah diserap tubuh daripada kacang-kacangan dan serealia (padi-padian). Selain protein, asam amino, vitamin, dan mineral, kerang juga rendah lemak gak seperti rendang daging sapi yang dapat mencapai 13,9 gr per 100 gr, kerang Cuma mengandung 1,1 gr per 100 gr. Di bawah sini ada gambar lokan sebelum di rending dan yang udah di rending ya, cekidot guys.
Lokan sebelum direndang
Lokan setelah direndang
Cara mengolah lokan untuk dijadikan rendang, awalnya cangkang dipisahkan dengan isinya. lalu setelah itu, kira-kira 10 lokan ditusuk dengan jarum yang telah diberi tali. Nah di proses ini bentuknya mirip dengan gelang pengikat rambut. Untuk memasak rendang lokan tidak membutuhkan waktu yang lama layaknya rendang daging. Lokan dimasukkan saat minyaknya telah keluar dan berubah menjadi kalio. Untuk rasanya, katanya sih kenyal-kenyal khas kerang dengan bumbu rendang yang rancak bana top markotop. Jadi pingin nyoba hiks.
Wah komplit banget ya Rendang Lokan ini udah enak, bergizi, pedas, nyam-nyam maknyus, menggugah selera, dan rendah lemak. Gak heran deh makanya menjadi makanan khas Pesisir Selatan Sumatera Barat. Yah meskipun saya bukan orang Padang dan belum nyoba rendang lokannya langsung tapi saya suka kok masakan padang dan suka makan kerang-kerangan jadi janji deh secepatnya kalo ke Sumatera Barat bakal nyempetin makan rendang lokan di Paiman sambil liatin buaya di muara sungai Indrapura. Hehehe ini ciyus looh, ada yang mau ikut gaak?
- See more at: http://nutrisiuntukbangsa.org/rendang-lokan-si-kenyal-berbumbu-yang-kaya-protein/#sthash.GKktinEW.dpufSiapa sih yang belum pernah makan rendang? Kayanya hampir seluruh warga Indonesia dari anak kecil sampe nenek-nenek udah pernah makan rendang deh. Yes, of course, faktanya emang makanan khas Sumatera Barat ini jadi makanan favorit kebanyakan masyarakat pribumi. Selain karena rasanya enak, banyak bumbunya, pedas-pedas menggigit gimana gituh, harganya juga pas dikantong. Tapi karena terbuat dari daging, rendang kadang jadi kekhawatiran numero uno buat para mbak-mbak, khususnya yang lagi diet. Ya kaan?
Nah jangan khawatir sekarang ada rendang lokan yang dijamin lemaknya ga sebanyak daging sapi. Sebelumnya udah pada tau lokan itu apa? Pasti banyak yang belum tau kan? Pastinya lokan itu bukan nama ikan ya (red: ikan lok(h)an). Lokan itu sejenis kerang, sebangsa sama kerang ijo dan tiram, tapi cangkangnya agak besar, kehitaman, dan rasanya gak seenak tiram.(yaiyalah tiram lebih mahal juga harganya -__-) Lokan banyak ditemukan di Pesisir Selatan Sumatera Barat seperti di Painan dan Pariaman.
Lokasi pencarian lokan adalah di muara sungai yang berlumpur. Kalo di Paiman biasanya habitat lokan di muara sungai Indrapura dan kalo di Pariaman, Lokan banyak berada di Desa Tiku, Kabupaten Pariaman, Padang. Karena banyaknya Lokan yang bisa ditemuin di Desa Tiku, sampe-sampe Lokan disebut juga dengan lokan tiku oleh masyarakat Sumatera Barat. Wihh!
Usut punya usut, ternyata nyari Lokan itu gak semudah nyari kerang lain loh guys. Meskipun jumlahnya banyak tapi untuk menjaringnya harus nyelam sampe kedalaman 10 meter dan resikonya juga besar karena muara sungai terkenal menjadi tempat mangkalnya buaya muara. Jadi harus penyelam professional yang boleh memanen lokan. Gak heran harganya lumayan, Rp 140.000/ kg, tapi kalo kalian mau ngambil sendiri lokannya bisa dikurangin kok harganya hahaha.
Kenapa sih rendang lokan itu lebih sehat dari rendang daging? Ya karena rendang lokan terbuat dari lokan. Seperti yang kita ketahui, kerang merupakan sumber protein hewani yang lengkap. Mengandung semua jenis asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat dibuat di dalam tubuh, sehingga mutlak harus berasal dari makanan. Hal terpenting yang berkaitan dengan protein adalah kemampuannya untuk dicerna dan diserap tubuh setelah dikonsumsi. Hebatnya kemampuan tubuh mencerna protein kerang adalah sekitar 85-95 persen. Hal ini berarti kerang dapat digunakan sebagai sumber protein yang baik bagi semua kelompok usia.
Kerang juga kaya akan vitamin larut lemak (A, D, E, dan K), serta vitamin larut air (B1, B2, B6, B12, dan niasin). Selain itu, kerang merupakan sumber utama mineral yang dibutuhkan tubuh, seperti iodium (I), besi (Fe), seng (Zn), selenium (Se), kalsium (Ca), fosfor (P), kalium (K), flour (F), dan lain-lain. Kerennya, mineral dari makanan laut lebih mudah diserap tubuh daripada kacang-kacangan dan serealia (padi-padian). Selain protein, asam amino, vitamin, dan mineral, kerang juga rendah lemak gak seperti rendang daging sapi yang dapat mencapai 13,9 gr per 100 gr, kerang Cuma mengandung 1,1 gr per 100 gr. Di bawah sini ada gambar lokan sebelum di rending dan yang udah di rending ya, cekidot guys.
Lokan sebelum direndang
Lokan setelah direndang
Cara mengolah lokan untuk dijadikan rendang, awalnya cangkang dipisahkan dengan isinya. lalu setelah itu, kira-kira 10 lokan ditusuk dengan jarum yang telah diberi tali. Nah di proses ini bentuknya mirip dengan gelang pengikat rambut. Untuk memasak rendang lokan tidak membutuhkan waktu yang lama layaknya rendang daging. Lokan dimasukkan saat minyaknya telah keluar dan berubah menjadi kalio. Untuk rasanya, katanya sih kenyal-kenyal khas kerang dengan bumbu rendang yang rancak bana top markotop. Jadi pingin nyoba hiks.
Wah komplit banget ya Rendang Lokan ini udah enak, bergizi, pedas, nyam-nyam maknyus, menggugah selera, dan rendah lemak. Gak heran deh makanya menjadi makanan khas Pesisir Selatan Sumatera Barat. Yah meskipun saya bukan orang Padang dan belum nyoba rendang lokannya langsung tapi saya suka kok masakan padang dan suka makan kerang-kerangan jadi janji deh secepatnya kalo ke Sumatera Barat bakal nyempetin makan rendang lokan di Paiman sambil liatin buaya di muara sungai Indrapura. Hehehe ini ciyus looh, ada yang mau ikut gaak?
- See more at: http://nutrisiuntukbangsa.org/rendang-lokan-si-kenyal-berbumbu-yang-kaya-protein/#sthash.GKktinEW.dpufSiapa sih yang belum pernah makan rendang? Kayanya hampir seluruh warga Indonesia dari anak kecil sampe nenek-nenek udah pernah makan rendang deh. Yes, of course, faktanya emang makanan khas Sumatera Barat ini jadi makanan favorit kebanyakan masyarakat pribumi. Selain karena rasanya enak, banyak bumbunya, pedas-pedas menggigit gimana gituh, harganya juga pas dikantong. Tapi karena terbuat dari daging, rendang kadang jadi kekhawatiran numero uno buat para mbak-mbak, khususnya yang lagi diet. Ya kaan?
Nah jangan khawatir sekarang ada rendang lokan yang dijamin lemaknya ga sebanyak daging sapi. Sebelumnya udah pada tau lokan itu apa? Pasti banyak yang belum tau kan? Pastinya lokan itu bukan nama ikan ya (red: ikan lok(h)an). Lokan itu sejenis kerang, sebangsa sama kerang ijo dan tiram, tapi cangkangnya agak besar, kehitaman, dan rasanya gak seenak tiram.(yaiyalah tiram lebih mahal juga harganya -__-) Lokan banyak ditemukan di Pesisir Selatan Sumatera Barat seperti di Painan dan Pariaman.
Lokasi pencarian lokan adalah di muara sungai yang berlumpur. Kalo di Paiman biasanya habitat lokan di muara sungai Indrapura dan kalo di Pariaman, Lokan banyak berada di Desa Tiku, Kabupaten Pariaman, Padang. Karena banyaknya Lokan yang bisa ditemuin di Desa Tiku, sampe-sampe Lokan disebut juga dengan lokan tiku oleh masyarakat Sumatera Barat. Wihh!
Usut punya usut, ternyata nyari Lokan itu gak semudah nyari kerang lain loh guys. Meskipun jumlahnya banyak tapi untuk menjaringnya harus nyelam sampe kedalaman 10 meter dan resikonya juga besar karena muara sungai terkenal menjadi tempat mangkalnya buaya muara. Jadi harus penyelam professional yang boleh memanen lokan. Gak heran harganya lumayan, Rp 140.000/ kg, tapi kalo kalian mau ngambil sendiri lokannya bisa dikurangin kok harganya hahaha.
Kenapa sih rendang lokan itu lebih sehat dari rendang daging? Ya karena rendang lokan terbuat dari lokan. Seperti yang kita ketahui, kerang merupakan sumber protein hewani yang lengkap. Mengandung semua jenis asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat dibuat di dalam tubuh, sehingga mutlak harus berasal dari makanan. Hal terpenting yang berkaitan dengan protein adalah kemampuannya untuk dicerna dan diserap tubuh setelah dikonsumsi. Hebatnya kemampuan tubuh mencerna protein kerang adalah sekitar 85-95 persen. Hal ini berarti kerang dapat digunakan sebagai sumber protein yang baik bagi semua kelompok usia.
Kerang juga kaya akan vitamin larut lemak (A, D, E, dan K), serta vitamin larut air (B1, B2, B6, B12, dan niasin). Selain itu, kerang merupakan sumber utama mineral yang dibutuhkan tubuh, seperti iodium (I), besi (Fe), seng (Zn), selenium (Se), kalsium (Ca), fosfor (P), kalium (K), flour (F), dan lain-lain. Kerennya, mineral dari makanan laut lebih mudah diserap tubuh daripada kacang-kacangan dan serealia (padi-padian). Selain protein, asam amino, vitamin, dan mineral, kerang juga rendah lemak gak seperti rendang daging sapi yang dapat mencapai 13,9 gr per 100 gr, kerang Cuma mengandung 1,1 gr per 100 gr. Di bawah sini ada gambar lokan sebelum di rending dan yang udah di rending ya, cekidot guys.
Lokan sebelum direndang
Lokan setelah direndang
Cara mengolah lokan untuk dijadikan rendang, awalnya cangkang dipisahkan dengan isinya. lalu setelah itu, kira-kira 10 lokan ditusuk dengan jarum yang telah diberi tali. Nah di proses ini bentuknya mirip dengan gelang pengikat rambut. Untuk memasak rendang lokan tidak membutuhkan waktu yang lama layaknya rendang daging. Lokan dimasukkan saat minyaknya telah keluar dan berubah menjadi kalio. Untuk rasanya, katanya sih kenyal-kenyal khas kerang dengan bumbu rendang yang rancak bana top markotop. Jadi pingin nyoba hiks.
Wah komplit banget ya Rendang Lokan ini udah enak, bergizi, pedas, nyam-nyam maknyus, menggugah selera, dan rendah lemak. Gak heran deh makanya menjadi makanan khas Pesisir Selatan Sumatera Barat. Yah meskipun saya bukan orang Padang dan belum nyoba rendang lokannya langsung tapi saya suka kok masakan padang dan suka makan kerang-kerangan jadi janji deh secepatnya kalo ke Sumatera Barat bakal nyempetin makan rendang lokan di Paiman sambil liatin buaya di muara sungai Indrapura. Hehehe ini ciyus looh, ada yang mau ikut gaak?
- See more at: http://nutrisiuntukbangsa.org/rendang-lokan-si-kenyal-berbumbu-yang-kaya-protein/#sthash.GKktinEW.dpuf
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...
Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...